Yamaha Lexam: Belinya Bisa lewat Online

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Seiring maraknya penjualan secara online, Yamaha pun tak ketinggalan memanfaatkan dunia maya ini sebagai bagian dari strategi penjualan untuk motor terbarunya, yakni Lexam. Suatu terobosan baru di dunia otomotif roda dua.

Sepak terjang para produsen otomotif, khususnya jenis roda dua, belakangan semakin inovatif. Kabar tentang semakin meningkatnya harga BBM (bahan bakar minyak) dan semrawutnya jalanan di Jakarta dan kota-kota besar lain di Indonesia tak membuat produsen kendaraan roda dua berhenti berinovasi, baik dari sisi produk maupun aktivitas marketing.

Bagi konsumen transportasi roda empat dan kaum eksekutif di segmen menengah atas, kenaikan harga BBM dan ruwetnya jalanan di ibukota mendorong mereka beralih ke motor bebek matik (betik). Saat ini, betik telah menjadi pilihan favorit para pengguna jalan. Tak ayal, pasar betik kemudian menjadi ajang pertarungan baru, antara produsen sepeda motor merek ternama.

Begitu pun dengan PT Yamaha Motor Kencana Indonesia sebagai penggerak pertama pasar motor matik. Belum lama, produsen dengan moto “Semakin di Depan” ini meluncurkan motor betik dengan mengusung merek “Lexam”. Menariknya, konsumen yang berminat bisa memesan produk secara online atau melalui internet.

Menurut Paulus S. Firmanto, General Manager Promotion and Motorsport PT Yamaha Motor Kencana Indonesia (YMKI), target yang dibidik motor Lexam adalah konsumen menengah atas dan kalangan masyarakat urban di kota-kota besar, serta orang-orang yang memiliki mobil tapi ingin beralih ke motor. Orang-orang di segmen ini, menurutnya, kadang tidak memiliki cukup waktu untuk pergi ke diler dan membeli motor idaman mereka. Untuk itu, Yamaha memberikan alternatif penjualan secara online.

“Target kami konsumen high-end dan konsumen yang sibuk. Jadi, dengan transaksi online, mereka tak harus ke diler. Para konsumen tinggal membuka website www.smart-innovation.co.id, dan tinggal mengisi aplikasi yang tersedia. Para konsumen juga bisa membelinya dengan kartu kredit,” kata Paulus. Ia menambahkan bahwa para pembeli Lexam lewat jalur online akan diprioritaskan.

Paulus menambahkan, untuk saat ini transaksi baru bisa dilakukan secara cash dan dengan kartu kredit. Sementara pembayaran lewat cara angsuran sedang dikoordinasikan penanganannya dengan pihak leasing.

Selain penjualan online, Yamaha pun saat ini sedang menyiapkan layanan baru bagi konsumen Lexam, yakni servis motor Lexam di rumah konsumen.

“Saat ini sedang kami siapkan infrastrukturnya. Ke depan, servis motor Lexam bisa dilakukan di rumah konsumen dengan special tools dan special mechanic,” imbuh Paulus.

Mengenai strategi promosi, Yamaha melakukannya di semua media baik lewat jalur ATL maupun BTL dalam rangka meningkatkan brand awareness. Bahkan, saat peluncuran produk Yamaha Lexam, YMKI melakukannya di enam kota besar di Indonesia, yaitu Jakarta, Surabaya, Palembang, Medan, Makassar, dan Denpasar. Kegiatan tersebut dibarengi pula dengan city touring yang menyertakan media massa lokal dan nasional.

Menurut Paulus, saat ini Lexam dipasarkan secara terbatas hanya pada diler-diler di enam kota besar, yaitu Jabodetabek, Medan, Surabaya, Denpasar, Makassar, serta Palembang. Itu pun hanya diler khusus yang minimal mempunyai layanan 3S (sales, service, dan spare part). Paulus berharap, dengan serangkaian kegiatan itu, Lexam bisa meraih angka penjualan 1.500 unit per bulan.

Bukan produk yang membanggakan jika tidak memiliki berbagai keunggulan. Lexam memiliki keunggulan pada tipenya, yaitu tipe moped automatic. Dengan tipe seperti ini, pemilik tidak merasakan kelelahan selama berkendara. Apalagi jika frekuensi penggunaan motor cukup tinggi. Kemudian, ada juga keunggulan Lexam lainnya, yaitu ground clearance yang tinggi dan wheel travel yang lebih panjang dibandingkan tipe matik biasa, serta v-belt khusus yang membuat Lexam menjadi lebih responsif, ergonomis, dan elegan. Keunggulan inilah yang membuat Lexam tangguh menjelajah di segala medan. Mulai jalan yang mulus, berliku, menanjak, hingga bergelombang sekalipun mampu “dilahap” dengan mudah.

“Motor ini memang cocok bagi profesional muda yang ingin tampil beda. Makanya, filosofi Lexam adalah ‘Live the Difference’,” kata Paulus. Motor betik ini mengusung teknologi baru dengan kapasitas mesin 115cc yang dipadukan dengan YCAT (Yamaha Compact Automatic Transmission). Teknologi yang dibenamkan ini membuat usia mesin menjadi tahan lama, minim getaran, dan suara yang disemburkan menjadi sangat halus. Di pasaran, Lexam dibanderol Rp 16,4 juta on the road.

Dijelaskan oleh Paulus, saat ini bagi yang ingin membeli Lexam via online, bisa dilakukan lewat situs www.smart-innovation.co.id. Segala sesuatu yang dibutuhkan oleh konsumen sebenarnya sudah terakomodir lewat situs tersebut. Layaknya transaksi online, bukti transaksi seperti transfer bank dan lainnya menjadi bukti yang akan diserahkan konsumen kepada diler yang menjadi tempat pembeliannya.

“Pada dasarnya setiap transaksi yang terjadi sama saja dengan transaksi online pada umumnya. Calon konsumen harus mengisi data diri. Kemudian, pesanan akan diteruskan ke diler terdekat untuk ditindaklanjuti,” jelas Paulus. (Majalah Marketing/Harry Tanoso)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here