Wednesday, May 22, 2024
HomeDIGITAL & TECHNOLOGYTreasury Green Gold, Inisiatif Untuk Kurangi Gas Karbon

Treasury Green Gold, Inisiatif Untuk Kurangi Gas Karbon

Marketing.co.id РBerita Digital & Technology | Tepat pada peringatan Hari Bumi, Treasury melakukan inisiatif berupa Green Gold, sebuah program pertama di dunia yang mengajak investor untuk bertanggung jawab terhadap lingkungan dan menetralisir jejak karbon dari investasi emas.

Inisiatif dilakukan pada Senin (22/4/24) di Jakarta sekaligus memperkenalkan koin emas berbentuk Donkey (keledai) yang akan dipamerkan di Art Jakarta 2024.

Treasury memperkenalkan inisiatif Green Gold pertama di dunia untuk mengurasi emisi gas karbon dari aktivitas penambangan dan perdagangan emas di Jakarta (22/4/24).

Treasury mulai beroperasi sejak November 2018, merupakan pelopor investasi emas digital yang telah berizin BAPPEPTI. Inisiatif Green Gold didorong oleh dampak lingkungan yang ditimbulkan dari sektor investasi, termasuk emas.

Pada setiap produk 1 gr emas, setidaknya menghasilkan 28,2 kg gas karbon yang dilepaskan ke udara. “Kami mendefinisikan ulang arti berinvestasi emas dimana kami ingin para investor tidak hanya memilih emas, namun juga berkontribusi dalam menjaga lingkungan hidup yang berkelanjutan.” ungkap Andreas Santoso, CEO Treasury saat memperkenalkan Green Gold.

Indonesia merupakan negara penghasil emas ke-8 dari 10 negara di Indonesia dengan perkiraan produksi 110 metrics tons pada tahun 2023.

Bagaimana cara berpartisipasi melalui inisiatif Green Gold di Treasury?. Konsumen melakukan transaksi beli emas di Treasury yang secara tidak langsung juga terlibat dalam proyek pengurangan jejak karbon, disebabkan oleh aktivitas penambangan dan perdagangan emas.

Fitur-fitur yang ada dalam inisiatif Green Gold Treasury antara lain investasi emas ramah lingkungan, komitmen menanam pohon, mengurangi jejak karbon serta transparansi dan pelacakan.

“Green Gold merupakan langkah revolusioner dari Treasury dalam mewujudkan investasi yang bertanggung jawab terhadap lingkungan hidup,” tutup Andreas.

 

RELATED ARTICLES

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular