Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

5 Strategi Pemasaran Saat Natal: Praktik-praktik Terbaik

Panduan ini menjelaskan tentang segala hal yang perlu Anda ketahui tentang cara memaksimalkan musim liburan.

April Tayson, Regional VP INSEA at Adjust.

Marketing.co.id – Berita Marketing | Saat menyusun strategi pemasaran untuk liburan Natal, Anda perlu mengetahui statistik belanja online di saat Natal dan bagaimana ini akan berpengaruh terhadap strategi umum Anda.

Baca Juga: Intip Strategi Marketing Para Jawara Marketing Award

Finances Online melaporkan bahwa kategori top retail untuk belanja saat Natal adalah Pakaian dan Aksesori (disebutkan oleh 73 persen responden), diikuti oleh Makanan dan Minuman serta Kesehatan dan Kebugaran (masing-masing 70 persen), Mainan dan Hobi (64 persen), Elektronik (40 persen) serta Perlengkapan Rumah dan Dapur (36 persen).

Baca Juga: Strategi Pemasaran Ritel Secara Online

The Centre for Retail Research menemukan bahwa bahkan sebelum pandemi Covid-19, pertumbuhan penjualan di toko fisik cenderung statis atau menurun di masa liburan. Sebagai contoh, penjualan di Inggris pada tahun 2019 menurun sebesar 1,5 persen di toko fisik dan menurun sebesar 2,3 persen di Jerman. Sebaliknya, penelitian tersebut menunjukkan bahwa pendapatan online retailer di masa Natal terus meningkat. Di Inggris, [pembelian] online mencapai 32,4 persen dari total penjualan retail di saat Natal, di AS mencapai 26,4 persen, di Jerman mencapai 26.1 persen dan di Prancis mencapai 20,3 persen.

Baca Juga: Menyusun Strategi Promosi dalam Era Baru Pemasaran

Dampak pandemi Covid-19 terhadap perilaku pelanggan akan tergantung pada kebijakan yang diberlakukan di setiap kawasan. eMarketer menyimpulkan bahwa tahun ini e-commerce akan mencapai hampir sepertiga dari total belanja saat liburan di Inggris, serta menyebutkan bahwa masalah dan kekhawatiran terkait belanja di toko fisik tidak akan berhenti saat Natal, sehingga belanja online akan meringankan beban permintaan di masa liburan.

5 Strategi Pemasaran Saat Natal: Praktik-praktik Terbaik

  1. Bebas ongkos kirim

Biaya tambahan yang tidak terduga di tahap akhir perjalanan pengguna dapat membuat pelanggan merasa frustrasi dan membuat mereka berhenti menggunakan aplikasi. Oleh karena itu, anggaran yang diperlukan untuk menawarkan program bebas ongkos kirim mungkin akan sepadan. Penawaran bebas ongkos kirim di masa liburan adalah hadiah yang efektif bagi pembeli dan membuat Anda unggul dari para kompetitor.

  1. Panduan terkait hadiah dan penawaran gabungan

Penawaran gabungan adalah cara yang efektif untuk membuat pelanggan berbelanja lebih banyak sembari memberikan penawaran yang lebih menarik untuk pembelian gabungan. Paket gabungan juga menjadi cara yang cerdas untuk membuat barang yang tidak mahal sebagai rekomendasi hadiah yang lebih signifikan untuk pengguna. Alternatif lain, Anda dapat memasukkan fungsi ‘produk ini juga dibeli secara bersamaan’ di situs web atau aplikasi Anda untuk mendorong penjualan lebih dari satu barang.

Anda juga dapat memberikan panduan hadiah yang disusun dengan baik untuk membantu pembeli melakukan pencarian, menggabungkan barang yang paling laris, stok yang berlebih dan barang yang sedang didiskon.

  1. Menawarkan gift card

Gift card adalah cara yang sederhana tetapi efektif untuk menghasilkan pendapatan di masa liburan. Untuk mendapatkan hasil terbaik, gift card harus dapat dibeli dan digunakan secara digital dan di dalam toko. Ini akan mengakomodasi preferensi dari semua pemberi hadiah dan penerima gift voucher.

  1. Menyiapkan landing page dengan tema khusus

Buat pembeli merasakan suasana natal dengan mengarahkan mereka ke landing page bertema Natal – di mana Anda dapat menyediakan panduan hadiah yang disusun dengan baik dan penawaran gabungan, serta menampilkannya dengan CTA yang jelas.

  1. Tagar brand

Penggunaan tagar brand bertema Natal di semua channel media sosial adalah cara yang cerdas untuk meningkatkan kesadaran dan pengguna juga dapat mengunggah pembelian mereka ke media sosial. Tim media sosial juga dapat mengumpulkan konten yang dibuat oleh pengguna (UGC), yang kemudian dapat dibagikan dan diunggah ke Twitter. Menurut Stackla, UGC efektif biaya dan dapat meningkatkan popularitas brand. Dimana 79 persen pengguna mengatakan bahwa UGC sangat memengaruhi keputusan pembelian dan pelanggan merasa bahwa dampak UGC sepuluh kali lipat lebih tinggi daripada konten influencer.

Artikel ini dikirim dan ditulis oleh April Tayson, Regional VP INSEA at Adjust.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top