Dunia Digital

Pembayaran Tidak Perlu Uang Tunai, Cukup Pakai iPhone

Hampir segala teknologi terkini ada dalam smartphone itu: ereader, video camera, sistem navigasi GPS, music player, konsol games bahkan membantu mengedit foto. Tapi, apakah iPhone itu dapat jadi alat bayar bagi makan siang Anda?

Apalagi sekarang sudah jarang pembayaran dengan menggunakan uang tunai. Kartu kredit telah umum dipakai di mana saja dan kapan saja.

Kini, beberapa solusi untuk memindahkan kartu kredit ke iPhone, iPod touch, atau iPad, bahkan smartphone lainnya.

Square merupakan produk yang sudah dikenal. Dongle kecil yang dihubungkan dengan headphone jack di iDevices atau device Android. Merchant dapat menge-swipe kartu kredit customer, mengkonversi akun datanya ke sinyal audio.

Dengan aplikasi tertentu yang sudah disediakan data itu dienkripsi dan dikirimkan ke server Square yang terhubung dengan perusahaan yang mengurusi card-processing hingga transaksi itu komplet. Konsumen menandatangani form di layar touchscreen. Tanda terima dapat dikirimkan secara digital via email atau teks SMS.

Itulah keuntungan menggunakan headphone jack ketimbang konektor 30-pin. Dock itu hanya untuk iDevices sementara headphone jack berlaku lebih universal. Square segera melepas versi aplikasinya untuk Android.

Selain itu, menggunakan 30-pin dock butuh standarisasi manufaktur, tes, dan sertifikasi lumayan lama dari Apple. Square juga memperhitungkan transaksi masih dapat dilakukan ketika iDevices di-charge.

Namun, Square—termasuk kompetitornya GoPayment, Intuit Credit Card Reader, Mophie Marketplace, VeriFone’s PAYware Mobile, MagTek iDynamo, dan yang lainnya—tak lagi dipergunakan di banyak merchants.

Banyak negara di Eropa dan Asia sudah beralih ke Chip and PIN. Juga disebut EMV untuk Europay, MasterCard, dan Visa, Chip and PIN lebih aman, sejak magnetic stripe mudah terbaca dan digandakan (cloning) oleh black market devices. Tanda tangan pun dapat dipalsukan.

Chips dalam kartu kredit Chips and PIN lebih sulit dikloning bahkan ketika kartu kredit hilang atau berpindah tangan. Kartu itu tak bisa digunakan dengan PIN yang tepat. Sudah menjadi standar di UK sejak 2004 namun belum banyak dikenal di US, baik oleh bank dan merchants. Maklum, mereka harus menginvestasikan banyak dana untuk hardware baru.

Satu iPhone-based card reader suport transaksi Chip and PIN: iZettle. Free EMV chip reader yang dihubungkan dengan konektor 30-pin dock di iPhone atau iPad. Tentu saja ada aplikasi yang jadi basis interface dan controller-nya.

Sebuah perusahaan baru, Card.io, memberi kesempatan para mobile developers cara baru menerima pembayaran via kartu dengan aplikasi tersebut tanpa harus memindai kartunya. User membuat gambar card-nya dengan nomor akun yang terbaca dan dapat di-capture oleh software.

SDK sudah tersedia untuk developer Android dan iOS untuk menambahkan cara pembayaran itu ke dalam aplikasinya. Card.io hanya menginginkan fee kecil dalam setiap transaksinya.

Lain lagi dengan aplikasi PayPal untuk iPhone. Caranya seperti bertukar kontak dengan aplikasi bump. User mengayunkan iPhone-nya ke arah user lainnya. Itu dilakukan untuk mentransfer uang dari akun PayPal satu ke yang lain.

Akun PayPal terhubung dengan akun bank, jadi yang diperlukan adalah username dan password.

Yang keren, aplikasi PayPal itu juga dapat memasukkan uang dari cek. Cukup foto cek dengan segala data dan nominalnya. Setelahnya PayPal akan mengurusnya dan akan mendepositkan uangnya ke dalam akun bank Anda.

Jangan lupakan NFC. Teknologi Near Field Communication juga akan memudahkan pembayaran tanpa kontak.

Dengan simcard dengan Visa enabled user dapat melakukan pembayaran dengan smartphone NFC. Caranya cukup buka aplikasi Visa dan tap bagian pembayaran ketika membeli sesuatu di sebuah merchants. Tanpa harus mengantre di kasir uang dan barang sudah berpindah tempat.

Sistem itu sudah siap diberlakukan di lebih dari 60 ribu merchants HANYA di London. Cara pembayaran itu akan dilaunching Samsung dan Visa di Olimpiade London 2012. Hmmm, kalau sudah begitu uang tunai di kantong sudah tidak ada gunanya lagi. Bukan begitu? (Sumber: Gopego.com)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top