Takut untuk Menaikkan Harga?

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

menaikkan hargaMemberikan harga yang lebih rendah memang salah satu strategi pemasaran. Kendati begitu, bila bisnis Anda memang banyak digemari, tidak ada salahnya untuk menaikkan harga. Asalkan kenaikan itu ditunjang oleh harapan para konsumen. Dilema memang, tapi di sisi lain, ini juga menjadi tantangan tersendiri.

Menaikkan harga juga berarti Anda menaikkan margin pendapatan, dengan begitu Anda bisa melakukan ekspansi merek. Tidak hanya itu, memiliki pendapatan lebih juga memungkinkan Anda untuk menaikkan upah karyawan. Ini akan meminimalisir keluarnya karyawan karena diberi upah minim.

Tapi tentu saja, ketakutan jika suatu saat merek tidak lagi digemari pasti ada. Misalnya rasa takut kalau-kalau konsumen pindah ke kompetitor karena harganya lebih murah.

Entrepreneur menegaskan bahwa Anda dan kompetitor tidak lah sama. Layanan, kualitas, hingga kemasan Anda berbeda dengan kompetitor. Tapi tentu saja, menaikkan harga juga tidak boleh sembarangan. Anda harus mencari tahu proposisi nilai (nilai tambah unik yang ditawarkan kepada pelanggan).

Ada tiga alasan yang mendasari, kenapa seorang pengusaha takut menaikkan harga, yaitu:

  1. Mereka percaya bahwa pelanggan mereka membeli produk berdasarkan harga (lebih murah).
  2. Mereka kehilangan sesuatu yang unik, sesuatu yang membuat mereknya berbeda dan lebih unggul ketimbang para kompetitor.
  3. Tim tidak memiliki keterampilan penjualan.

Padahal, harga yang lebih tinggi akan sangat baik untuk kemajuan perusahaan. Misalnya, Anda bisa memiliki kemampuan untuk biaya operasi yang lebih tinggi demi meningkatkan kualitas produk, layanan, bahkan sebagai modal dalam kegiatan advertising.

Namun begitu, ada satu poin penting lagi bila Anda ingin menaikkan harga sebuah produk. Jangan pernah mengatakan, “Karena biaya produksi meningkat, maka kami terpaksa menaikkan harga.”  Hei, jangan salahkan inflasi.

Ini adalah perusahaan Anda, jadi Anda harus siap dengan apa yang terjadi. Perlu Anda ketahui, tidak ada seorang pelanggan pun yang rela membayar lebih bila mereka tidak mendapatkan sesuatu yang lebih baik.

Jadi, ketika Anda menaikkan harga, berikan alasan yang kuat kepada para konsumen Anda bahwa ada berbagai keuntungan dengan kenaikan harga tersebut, seperti konten atau layanan tambahan.

Biarkan pesaing Anda beroperasi pada pendapatan yang kecil hingga mereka hampir tidak mampu membayar karyawannya dengan baik. Tapi jangan perlakukan perusahaan Anda seperti itu.

 

Sumber: Entrepreneur | Foto: Action Intell

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here