Portal Lengkap Dunia Marketing

FINANCIAL SERVICES

Cerewetlah Sebelum Membeli Asuransi

Marketing.co.id – Berita Financial Services | Direktur Eksekutif Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) Togar Pasaribu, mewanti-wanti masyarakat agar meneliti dan membaca dengan seksama kesepakatan yang tercantum dalam polis sebelum memutuskan membeli asuransi. Hal ini penting dilakukan untuk menghindari hal – hal yang tidak diinginkan terjadi di kemudian hari.

“Saya sering bilang, kalau boleh tuh secerewet-cerewetnya karena ini uang Anda, untuk masa depan keuangan Anda, untuk keluarga yang lebih baik,” ujarnya dalam Media Gathering secara virtual, Rabu (14/04/2021).

Beberapa waktu lalu muncul aksi protes dari dari nasabah asuransi di media sosial terkait produk yang bernama unit link. Mereka merasa dirugikan dari produk asuransi  yang mengandung unsur investasi itu. Para nasabah mengaku agen tidak menjelaskan secara detail mengenai produk yang dibelinya. Agen disebut hanya menjelaskan potensi keuntungan dan tidak menjelaskan risiko kerugian dari investasi di unit link.

Baca juga: Pelajari Cara Kerja Asuransi Jiwa Unit Link Sebelum Membelinya

Menanggapi masalah itu, Togar meminta masyarakat untuk melihat persoalan ini secara bijak. Sebab, kata dia, pengakuan seseorang tidak bisa jadi pegangan. Oleh karena itu, ia mengingatkan calon nasabah untuk memahami produk asuransi yang akan dibeli. Selain itu, calon nasabah juga harus memastikan kesesuaian produk tersebut dengan kebutuhannya.

Togar  juga menegaskan, , calon nasabah wajib membaca polis asuransi yang akan dia beli, karena polis akan menjadi dasar untuk penanggung dan tertanggung. Ringkasan informasi produk dan layanan juga harus dibaca pada saat akan melakukan pembelian produk, termasuk memahami seluruh manfaat dan risiko produk.

“Kalau calon nasabah tidak membaca polisnya, ini satu hal yang merugikan. Sebab di dalam polis itulah segala sesuatu tertulis dengan jelas, bukan dari omongan,” kata Togar.

Kepala Bagian Pengawasan Produk pada Direktorat Pengawasan Asuransi dan BPJS Kesehatan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kurnia Yuniakhir, mengakui produk unit link sedang menjadi sorotan media massa. Peran OJK terkait industri asuransi yakni sebagai institusi yang mengatur, mengawasi, dan mengembangkan industri asuransi.

“Dalam lima tahun terakhir kami  sangat gencar mengeluarkan peraturan terkait prinsip kehati-hatian perusahaan asuransi,” tandasnya.

Dia juga menegaskan, investasi di unit link merupakan tanggung jawab pemegang polis. “Di sini kita menghimbau kepada perusahaan asuransi memberikan edukasi memadai ke nasabah terkait produk-produk asuransi yang ada investasi, baik manfaatnya maupun risikonya,” paparnya.

Sementara itu, pengamat industri asuransi Ricardo Simanjuntak menuturkan, unit link merupakan produk asuransi yang kompleks, karena di satu disi menawarkan perlindungan jiwa dan harta, namun disi lain ada unsur investasinya.

Ricardo mengatakan, jenis – jenis investasi yang ditawarkan unit link sebenarnya sudah banyak ditawarkan di  portofolio investasi lain seperti saham dan reksadana.

Baca juga:Nabung Atau Reksadana Emang Bisa Mulai Dari Rp 20.000?

“Harus ekstra effort untuk menjelaskan soal proteksi dan investasi dalam satu produk asuransi, karena satunya bermakna risiko ditanggung perusahaan asuransi, sementara satunya lagi risiko ditanggung pemegang polis,” tuturnya.

AAJI mencatat total klaim di industri asuransi jiwa dalam 5 tahun terakhir mencapai Rp 638 triliun. Pada 2016 klaim yang dibayar sebesar Rp 95,21 triliun, meningkat menjadi Rp 120,72 triliun pada 2017, Rp 121,35 triliun pada 2018, sebesar Rp 149,77 triliun pada 2019, dan pada 2020 sebesar Rp 151,10 triliun.

“Ini satu jumlah yang tidak kecil, dan komitmen ini tetap diberikan oleh perusahaan asuransi jiwa walaupun dalam kondisi pandemi Covid-19,” jelas Togar. Togar menambahkan, selama 2020 dari total klaim asuransi sebesar Rp151,1 triliun, sebanyak Rp661 miliar digunakan untuk perawatan Covid-19 yang dibayarkan kepada 9.128 pemegang polis.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing & Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top