Portal Lengkap Dunia Marketing

LIFESTYLE

7 Tarian Massal Nusantara (Updated)

Marketing.co.idLifestyle | Anda mungkin pernah menyaksikan beberapa tarian yang dibawakan secara massal. Keseragaman gerakan, kekompakan berikut kerja sama yang solid di antara para penarinya adalah kunci penampilan yang memikat dan mampu membuat para penonton terhipnotis atau larut dalam tarian yang digelar.

Berikut 7 tarian Nusantara yang ditarikan secara kelompok atau massal.

  1. Tari Saman – Aceh

Tari ini awalnya dipentaskan oleh kaum laki-laki saja, namun dalam perkembangannya para perempuan boleh membawakannya. Gerakan tari Saman merupakan kombinasi kekompakan dari tepukan tangan pada badan dan paha yang membentuk irama yang rancak, penuh semangat dengan gerakan lincah dan dalam tempo yang cepat.

Tarian ini diiringi suara tepuk tangan, tepukan di dada, atau tepukan di paha penari saat melakukan gerakan tarian, dan lagu-lagu atau suara yang juga dilakukan oleh para penari. Biasanya syair yang dipakai berisi pesan-pesan dakwah, sindiran, pantun nasehat, dan pantun percintaan.

UNESCO telah memilih tari Saman yang juga dikenal sebagai tarian seribu tangan ini sebagai salah satu warisan budaya yang patut dilestarikan.

Tari Saman Dari Aceh

Tari Saman Dari Aceh. Foto: Istimewa/unsplash/Mazaya Annaptashafa.

  1. Tari Tortor – Sumatera Utara

Kata Tortor berasal dari suara hentakan kaki para penari di atas lantai papan rumah adat Batak. Para penari bergerak dengan iringan gondang atau gendang yang dimainkan dengan irama yang menghentak juga.

Tarian ini digelar untuk upacara kematian, penyembuhan, pesta panen atau pesta bagi muda-mudi. Selain mempunyai pesan moral, tari Tortor memiliki proses ritual, beberapa pantangan bagi para penarinya serta aura magis.

Salah satu keunikan dari tari Tortor adalah pantangan yang harus diperhatikan saat menari. Di antaranya yaitu tangan penari tidak boleh melewati batas setinggi bahu ke atas. Apabila dilanggar, katanya si penari sudah siap menantang siapa pun.

Tari Tortor. (Foto: Istimewa/Shutterstock)

  1. Tari Datun – Kalimantan Timur

Tarian yang dibawakan secara gemulai oleh sekitar 10 hingga 20 orang gadis suku Dayak Kenyah ini awalnya ditarikan sebagai ucapan rasa syukur dan kegembiraan atas kelahiran seorang bayi.

Selanjutnya tarian ini berkembang luas, karena tidak hanya ditarikan pada upacara-upacara adat saja namun juga sebagai tarian untuk menyambut tamu.

  1. Tari Baris Gede –Bali

Sesuai namanya, tarian ini berasal dari kata berbaris atau barisan prajurit. Merupakan salah satu tarian sakral yang masih terjaga kemurniannya dan hanya dipentaskan pada upacara keagamaan di pura – Bali.

Tari Baris Gede sedikitnya ditarikan oleh 10 orang laki-laki yang mengenakan kostum pakaian perang lengkap dengan senjata. Sementara gerakan-gerakan yang ditampilkan terlihat gagah dan perkasa.

tari baris gede bali

Tari Baris Gede Bali

  1. Tari Kecak – Bali

Masih di pulau Dewata, mengambil epik cerita dalam kisah Ramayana. Tarian ini ditarikan oleh puluhan pria dengan posisi melingkar sehingga membentuk satu arena, di mana para pemain lain yang memerankan tokoh Shinta, Rama, Hanuman, dan Rahwana menari di dalamnya.

Kesan mistis sangat terasa sekali dalam tarian ini. Sebab para penarinya yang tidak berhenti meneriakkan “cak-cak-cak” sebagai irama yang mengiringi tarian, riuh rendah terus bersahutan seperti gaung dari dunia lain.

tari kecak bali

Tari Kecak Bali

  1. Tari Poco-Poco – Sulawesi Utara

Tarian yang boleh dikatakan termasuk tarian modern ini mempunyai gerakan yang sederhana namun tersusun rapi. Sehingga sangat mudah ditarikan oleh siapa pun dan seperti Anda tahu, tari Poco-Poco sering dijadikan senam irama oleh berbagai kalangan dan usia.

Adanya berbagai versi aliran musik pengiring berikut penambahan dalam gerakan tarian telah membuat tari Poco-Poco berkembang sangat pesat dan dikenal hingga ke luar negeri.

  1. Tari Sajojo – Papua

Sajojo mengisahkan gadis yang sangat disayang oleh ayah dan ibunya. Sang gadis sangat cantik dan rupawan sehingga para pemuda di desa sangat mendambakannya.

Selain kisah indah di balik tari Sajojo, irama yang penuh semangat diikuti goyangan tubuh dan hentakan yang khas, membuat tarian pergaulan asal Papua ini sangat asyik dibawakan secara berkelompok atau bersama-sama.

Tari Sajojo Papua

Seiring  berkembangnya zaman, tarian massal juga dapat dilakukan menggunakan konsep flash mob. Dalam flash mob, sekelompok orang berkumpul pada waktu dan tempat yang telah ditetapkan untuk melakukan suatu hal bersama-sama.

Misalnya yang dilakukan saat gelaran “Malioboro Selasa Wage”. Selasa Wage yang dibuat sebagai hari libur pedagang kaki lima Malioboro, Yogyakarta, memberikan waktu dan tempat yang tepat untuk menampilkan tarian massal. Beberapa kelompok orang terlihat telah menggelar flash mob di area Malioboro dan sekitarnya dalam kesempatan tersebut. Tarian yang pernah ditampilkan di antaranya Beksan Wanara atau tari Kethekan yang merupakan tarian klasik keraton Yogyakarta, Golek Menak, dan tari Soyong.

Bentuk tarian massal lain digagas Indonesia Kaya dalam program “Indonesia Menari”. Indonesia Menari merupakan acara tahunan oleh www.indonesiakaya.com persembahan Bakti Budaya Djarum Foundation dengan konsep menari massal bersama-sama di dalam mal. Tarian yang dibawakan adalah tarian dengan gerakan campuran tari tradisional dan modern, yang diciptakan oleh koreografer-koreografer berbakat Indonesia.

Para penari dengan berbagai macam busana khas daerah Indonesia sedang melakukan gerakan tarian massal. Foto: marketing.co.id/Lialily.

Program yang mulai digelar sejak 2012 ini mewajibkan para pesertanya untuk mengikuti gerakan tari yang telah dikonsep. Namun, gerakan ini bisa dikreasikan para peserta kelompok misalnya kreasi di pola lantai (blocking) dan variasi tinggi rendah pada setiap gerakan. Para peserta akan dinilai oleh para juri untuk memperebutkan predikat juara. Pada tahun 2019, Indonesia Menari dilaksanakan serentak di tujuh kota yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Semarang, Makassar, Medan, dan Palembang dengan 7.000-an peserta.

Tarian massal, tarian indonesia, tari bali, penari bali

Tarian Bali. Foto: Istimewa/Pixabay/Muhamad Ikhsan.

Di era media sosial seperti sekarang, kita pun bisa menggerakkan banyak orang untuk menari bersama-sama. Apalagi dengan adanya platform TikTok, tempat banyak orang mengekspresikan diri lewat tarian. Kita dapat memanfaatkannya untuk mengenalkan kembali tari-tarian Nusantara yang beragam, di samping tarian modern yang juga banyak diminati. Tidak mesti dilakukan di tempat yang sama, lewat TikTok kita bisa men-challenge orang lain untuk menari kapan saja dan di mana pun. Mau dilakukan sendiri di tempat masing-masing dalam waktu yang berbeda-beda, ataupun pada saat bersamaan. Bisa juga dilakukan secara berkelompok, di waktu yang sama. Ya, di masa pandemi ini menari bisa jadi pilihan aktivitas yang menyehatkan dan menyenangkan. Bila dilakukan secara bersama-sama, akan lebih luas pesan untuk selalu menjaga kesehatan dan kebahagiaan disebarkan.

Kiriman: Wedhya Wardani

(Updated by Hanantiwi)

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

1 Comment

1 Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    To Top