Andal Gaet Pasar yang Lebih Luas

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Andal Software hari ini luncurkan produk terbarunya, Andal PlayMaster 2012,  yakni aplikasi yang menyatukan aplikasi head resources admin, payroll, PPH 21, dan kehadiran.

Tampilan pada versi 2012 ini dibuat lebih sederhana sehingga pengguna lebih mudah belajar dalam menggunakan aplikasi dibandingkan produk sebelumnya. Selain itu, PayMaster 2012 memiliki kelompok menu sehingga pencarian dapat lebih mudah.

“Walau tampilannya sederhana, kemampuan untuk mengelola payroll dan perhitungan pajaknya jauh lebih baik dibandingkan versi sebelumnya,”  jelas Direktur Andal Software Indra Sosrodjojo, pada acara peluncuran Andal PlayMaster 2012 di Hotel Sahid Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (9/11/2011).

Menurutnya kebutuhan perusahaan terhadap aplikasi payroll kian meningkat. Andal mencatat sejak 2008 hingga 2011 penjualan aplikasi meningkat. Pada 2008 sebesar 60% , 2009 sebesar 79%, 2010 meningkat lagi menjadi 82%, dan pada tahun ini tumbuh menjadi 95%.

Manager Marketing Andal Software Welly V Rosianty  mengatakan, “dengan tingginya kebutuhan pasar, kami berharap kehadiran Andal PayMaster 2012 ini dapat mencapai target penjualan 2 kali lipat dalam kuartal I-2012.”

Dia menjelaskan, saat ini kami sudah memiliki 200 pelanggan. Itu artinya, pada kuartal I-2012 target pelanggan Andal bertambah menjadi 400.
Potensi pasar aplikasi payroll masih sangat besar. Di Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi terdapat 39 kawasan industri yang menampung sekitar 7.600 perusahaan.

Sementara itu, dari sisi software house yang memproduksi payroll sistem, porsi package software hanya 2 persen. Sisanya, 83 persen custom made dan 15 persen semi custom.

Andal berada di tipe software 2 persen yakni package software.  Jenis ini memang sedikit tapi punya keunggulan yaitu aplikasi kami didominasi fungsi yang sesuai model bisnis user, kemudian support, dan user friendly.

“Dengan keunggulan tersebut, kami menargetkan Andal bisa mengembangkan pasar package software di Jabodetabek dari 2 persen menjadi 15 persen  pada pada 2014,” pungkasnya. (www.marketing.co.id)

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here