Portal Lengkap Dunia Marketing

Dunia Digital

Sinergi Kunci Ekspansi di Pasar yang Kompetitif

Marketing – Diskon menjadi salah satu strategi pemasaran yang umum diterapkan dan menjadi senjata andalan platform belanja online atau e-commerce. Ditambah lagi kini muncul beraneka platform aggregator diskon yang menjadi jembatan antara brand/seller dengan konsumen. Jika pada tahun 2010, kita mengenal Disdus yang kemudian berubah menjadi Groupon, kini situs daily deals tersebut bertransformasi dengan nama Fave.

“Pada 2011 kami join dengan Groupon. Setelah berjalan hampir kurang lebih enam tahun, Fave perusahaan asal Malaysia mengakuisisi Groupon menjadi Fave,” jelas Irsan Aria, Head of National Business Development Fave.

Jika dulu Groupon menjual diskon besar-besaran dengan sistem pembelian yang konvensional, kini promosi Fave lebih menekankan pada loyalty dan implementasi teknologi terkini dengan target pasar user base e-commerce.

“Ada dua ranah yang kita masuki, reward dan loyalty. Reward ini bagaimana kita memberikan ke pengguna pricing yang cukup menarik , yah mirip seperti Groupon, hanya diskonnya tidak sampai 70%,” ujarnya.

Irsan mengakui bahwa diskon besar itu bagus untuk customer, namun bagi bisnis kurang bagus. Oleh karena itu, program tersebut baik dijalankan sekali-kali saja. Loyalty merupakan program baru yang diimplementasikan melalui sistem pembayaran Fave Pay menggunakan QR code di mana konsumen bisa mendapatkan cashback.

Berbeda dengan pemain sejenis, cahsback Fave hanya bisa dipakai di merchant yang sama. Program ini sudah sukses diterapkan di Malaysia dan Singapura. Sedangkan di Indonesia baru dimulai awal tahun lalu. Fave Pay juga merupakan wujud upaya Fave beradaptasi dengan perubahan lansekap pasar yang radikal, di mana platform daily deals pernah menjadi tren booming pada masanya, namun kini tidak lagi.

Bersinergi untuk berekspansi

Sejak mengakuisisi Groupon pada awal tahun 2017, Fave bertekad untuk mengekspansi pasar di Indonesia. Dengan Internet ekonomi Indonesia yang diperkirakan terus bertumbuh hingga 28% pada 2020, Irsan optimis Fave memiliki pasar yang amat besar. Namun, untuk berekspansi tidaklah mudah lantaran banyak pemain yang sudah lebih dulu masuk ke sistem O2O (online to offline) seperti GoJek, OVO, Grab dan pemain lainnya.

Alih-alih bersaing, Fave lebih memilih untuk bersinergi. Dengan begitu Fave diuntungkan akses pada user base platform e-commerce yang jumlahnya besar. Dengan menggunakan layanan Fave, merchant juga didorong untuk menjangkau platform e-commerce lainnya sehingga sinergi ini menguntungkan e-commerce.

“Misalnya, OVO itu kan payment, di bagian dealsnya itu Fave. Kita saling sinergi,” jelas Irsan.

“Dengan bargabung bersama Fave, merchant tidak hanya ada di satu platform tapi ada juga di platform e-commerce lain seperti OVO dan lainnya. Satu pintu tapi bisa menjangkau ke yang lainya,” imbuhnya.

Setiap transaksi yang berhasil dan datang ke merchant Fave mengambil success fee yang range-nya antara 10-35% tergantung pada industrinya. Merchant tidak perlu membayar uang di depan untuk marketing fee, tapi ketika ada pembelian baru dikenakan success fee.

Besarkan platform di kategori tertentu

Dalam memasarkan layanannya, Fave mengambil keputusan berdasarkan data. Hingga kini Fave menjadi platform terbesar untuk kategori beauty, activity, dan services. Pemilihan kategori pasar tersebut dilatarbelakangi salah satunya oleh data pengguna yang sebesar 72% adalah wanita yang usianya 18-34 tahun. Selain itu, Fave melihat ketiga kategori tersebut adalah peluang pasar yang tidak banyak dijangkau oleh platform lain.

“Kami menjangkau di mana tak banyak platform lain menjangkau ke situ. Misalnya, semua platform ingin masuk ke F&B karena paling bagus marketnya. Cuma seperti ke salon dan treatment, deals kita bisa dibilang paling bagus dibanding yang lain,” terang Irsan.

Hingga kini Fave memiliki 2 juta user base yang tersebar di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan dan lainnya. Sepanjang tahun 2019, ini Fave brencana akan terus mengembangkan bisnisnya ke kota-kota besar lainnya dan merambah ke ritel.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top