Tambah Ilmu dengan Nongkrong

[Reading Time Estimation: 2 minutes]
Tambah Ilmu dengan Tambah Ilmu dengan Nongkrong
Sumber Foto: Pop Sugar

Kita tentu pernah mendengar pernyataan ‘Belajar bisa di mana saja dan kapan saja’, dan tenyata memang benar. Bahkan ketika nongkrong bersama teman sekalipun. Sadar atau tidak, banyak hal yang bisa kita pelajari dari nongkrong.

Kata nongkrong memang tidak memiliki image sebaik belajar, survei, atau diskusi. Padahal, dengan nongkrong kita bisa mendapatkan semua manfaat tersebut.

Berikut adalah tiga pelajaran yang bisa didapatkan dengan nongkrong bersama teman:

  1. Tidak semua orang punya rasa humor yang sama

Entah seheboh apa Anda membuat lelucon, baik dari tingkah laku maupun permainan kata, namun satu hal yang pasti, Anda tidak bisa memaksa semua orang untuk tertawa. Lingkungan, sosial, tingkat pendidikan, semua itu menentukan tingkat tertawa seseorang kala nongkrong.

Hal yang sama juga terjadi pada bisnis Anda, tidak semua orang bisa suka dengan bisnis yang Anda jalankan. Mulai dari konten, update produk, hingga buzz yang dilontarkan. Meski begitu, ada satu hal yang harus selalu kita miliki, yaitu konsistensi dalam memberikan layanan.

  1. Kenali audiens

Berbicara tentang target, penting rasanya untuk mengenal siapa audiens Anda. Di sini, lingkungan serta kultur sosial yang berbeda mengajarkan Anda bagaimana memahami tiap individu atau kelompok. Mulai dari bahan pembicaraan, gaya lelucon, semua hal itu tentu berbeda antara kelompok yang satu dengan kelompok lainnya.

Hal ini juga akan mengajarkan Anda menemukan konten yang tepat dalam berkomunikasi dengan pelanggan. Selain itu, mempelajari audiens lewat berbagai platform seperti Google Analytics juga sangat disarankan untuk melihat konten apa yang sesuai dan benar-benar dibutuhkan oleh target market Anda.

  1. Bersuara Lantang dan Selalu Hadir

Bayangkan Anda bergabung dengan kelompok baru yang masih asing bagi Anda. Kira-kira siapa yang akan Anda kenal selain teman Anda? Tentu orang yang bersuara lantang dan mereka yang sering hadir pada pertemuan (meski tak kenal nama, setidaknya Anda kenal wajahnya).

Tak berbeda dengan hal teresebut, merek Anda juga perlu disuarakan dengan jelas dan selalu hadir di hadapan audiens. Entah sudah berapa kali Anda mengulang pesan yang sama, asalkan Anda bisa terus ada di depan mata mereka, publik akan mengenal Anda dengan baik. Hanya saja perlu diperhatikan, mengulang pesan yang sama terlalu sering juga bisa membuat audiens bosan.

Jadi kata siapa nongkrong itu Cuma memberikan dampak negatif? Semua kembali lagi kepada Anda.

 

Sumber Tulisan: PR Daily

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here