Properti Dibawah Rp400 Juta Masih Jadi Primadona

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id  –  Berita Retail & Property | Masa pemulihan bisnis properti terjadi sepanjang semester I/2022. Mulai Januari hingga Juni 2022, data 99 Group mencatat fluktuasi minat kepemilikan properti yang terus membaik. Tercatat lokasi populer seperti Jakarta Selatan yang masih jadi incaran konsumen, dengan Tangerang dan Bandung sebagai area paling diminati di luar DKI Jakarta. Demikian paparan dalam acara Property Market Review 2022: Evolving Real Estate Landscape.

Beranjak ke tipe dan harga properti yang diminati juga menunjukan tren menarik selama dua kuartal 2022 hingga Juli kemarin. “Meskipun rumah tapak masih jadi primadona pilihan masyarakat saat membeli properti, apartemen juga mulai menunjukan kenaikan tren pertumbuhan positif. Tipe properti ini bahkan mengalami kenaikan peminat yang sangat tinggi dibanding tahun sebelumnya. Kita juga melihat adanya potensi baru dari kenaikan permintaan tanah atau lahan yang semakin banyak dicari konsumen,” papar VP of Finance – Strategy and IR Role 99 Group Indonesia, Timothy Alamsyah.

Jabodetabek Diincar Lebih dari 60% Pencari Properti di Indonesia selama 2022

Demografi pasar pencari properti turut memperlihatkan perubahan yang menarik. Sebagai daerah pusat ekonomi strategis, kawasan Jabodetabek masih keluar sebagai pilihan utama para pencari properti yang mencari rumah impian, berdasarkan indeks 99 Group yang berasal dari portal utamanya, yakni Rumah123.com. Berdasarkan statistik 99 Group pada semester I/2022, sebanyak 62% pengguna Rumah123.com mencari properti di kawasan Jabodetabek, dengan 31% di antaranya fokus di area Jakarta.

Baca juga: Ini Kendala Utama Masyarakat Berpenghasilan Rendah dan Tidak Tetap untuk Memiliki Rumah

Dari segi harga, properti dengan yang dipasarkan di bawah 400 juta sampai dengan 1 miliar rupiah masih menjadi yang paling diminati oleh lebih dari 40% konsumen saat ini. Tren unik juga terjadi untuk properti di kisaran harga Rp1-5 miliar yang mengalami pertumbuhan porsi minat.

“Walaupun properti 400 juta sampai 1 miliar masih mendominasi persentase kisaran harga yang paling diminati konsumen, kenaikan permintaan di rentang harga Rp1-5 miliar menjadi fenomena menarik. Banyak para pencari properti yang mulai melihat potensi investasi di hunian premium yang menjanjikan, khususnya selama pandemi yang membuat pasar tipe rumah ini sangat prospektif,” papar Timothy.

Selain harga, survei konsumen 99 Group membuktikan bahwa faktor lokasi dan fasilitas masih jadi prioritas utama konsumen saat membeli properti. Pembelian properti dengan metode kredit bank atau KPR masih jadi pilihan utama konsumen, dengan cash keras jadi alternatif lain yang cukup diminati. Berbanding lurus dengan data tersebut, potongan harga merupakan promosi yang paling diharapkan konsumen dari pengembang.

Pasar Properti
Property Market Review 2022: Evolving Real Estate Landscape.

Direktur MASGROUP, Suwandi Tio, menambahkan, untuk menarik perhatian konsumen, para pengembang bisa fokus untuk memberikan promo harga dan KPR, baik berupa diskon maupun cashback. “Sementara konsumen bisa memanfaatkan promo KPR dari developer yang bekerja sama dengan bank,” tuturnya.

Lebih lanjut Suwandi memaparkan strategi pemasaran digital yang turut diadopsi oleh para pebisnis properti, termasuk MASGROUP, guna menjangkau konsumen yang kini aktif mencari hunian secara online. Hal inilah yang juga melatari kerjasama antara MASGROUP dengan platform pencarian properti terkemuka seperti 99 Group untuk membantu meningkatkan kapasitas pemasaran produk hunian yang mereka hadirkan.

Secara umum kinerja pasar perumahan tahun 2021, jelas Ali Tranghanda relatif lebih baik dibandingkan tahun 2020, dengan kenaikan unit terjual 27,3% dan kenaikan nilai penjualan 69,0 persen.

Baca juga: GPA The People’s Choice Kombinasikan Penilaian Profesional dan Polling Konsumen l 

“Kita juga melihat prospek pertumbuhan yang sangat baik pada 2022, dengan recovery pasar properti yang stabil. Seperti yang diprediksi sebelumnya, bahwa kemungkinan pasar akan kembali ke segmen yang lebih ‘membumi’ dengan target end-user pada pergerakan pasar ke depan,” tegas CEO Indonesia Property Watch itu.

Ali juga menambahkan, nilai penjualan rumah di Jabodebek-Banten pada kuartal II/2022 mengalami kenaikan 17,8 persen. Torehan angka ini meningkat signifikan setelah dalam dua triwulan mengalami penurunan.

“Dengan dinamika pasar global yang secara tidak langsung dapat memengaruhi pasar properti Tanah Air, kita jadi harus selalu bersiap untuk bisa terus maju ke depan. Dibutuhkan kerja sama strategis antara pemerintah dan pihak swasta dalam merumuskan langkah-langkah yang tepat untuk bisa mendorong kemajuan sektor properti di Indonesia,” tutup Ali.

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here