Dunia UKM

NOMI Buktikan Keampuhan Influencer

Banyak cara dilakukan merek untuk meningkatkan awareness demi meningkatkan penjualan. Salah satunya lewat influencer!

Hartiman – pemilik merek NOMI - di salah satu gerainya di Jepang

Hartiman – pemilik merek NOMI – di salah satu gerainya di Jepang

Influencer adalah seseorang yang memiliki pengaruh atau bisa memengaruhi khalayak. Dalam konteks media sosial, influencer adalah seseorang yang memiliki pengaruh atau bisa memengaruhi khalayak media sosial.

Influencer bisa termasuk selebriti, seleb tweet, atau siapa pun yang memiliki pengaruh besar dalam jaringannya. (Baca: Tips memilih Influencer yang Tepat!)

Lalu penting enggak sih influencer? Kenyataannya, keberadaan mereka bisa memotong biaya komunikasi dan memberikan dampak besar dalam berkomunikasi dengan calon konsumen.

Ketika sebuah merek menggunakan influencer untuk me-marketing-kan produknya di media sosial, audience atau follower-nya akan lebih percaya karena produk di bawa oleh orang yang mereka percaya.

Salah satu merek yang membuktikan keampuhan influencer adalah NOMI. Merek asal Bandung ini dari awal lahir sudah menggunakan influencer. (Baca: Influencer Lebih Efektif Ketimbang Iklan)

Hartiman – pemilik merek NOMI – mengatakan bahwa sejak berdirinya merek NOMI (tahun 2013) sudah menggunakan influencer.

Sebenarnya bukan NOMI saja yang aktif menggunakan influencer. Merek kebanggaan Imon – sapaan akrabnya – lainnya seperti BlackID dan KickDenim pun bisa besar tidak lepas dari peran influencer.

Influencer bagi kami sangat penting. Mereka sangat membantu dalam promo. Berkat mereka, produk-produk kita cepat di kenal publik,” tutur Imon.

Meski influencer sangat penting, Imon tidak sembarangan memilihnya. Pertimbangannya memilih influencer adalah dia yang punya masa – dia yang sebagai trendsetter – dia yang aktif di media sosial pribadinya.

Setelah mendapatkan kriteria influencer yang diinginkannya, Imon kemudian meminta mereka mempromosikan produk melalui photo yang nantinya harus di post atau di unggah di media sosial mereka.

“Saya biasanya menggunakan artis sebagai influencer. Mereka adalah figur yang biasanya memiliki masa (fans) besar, dengan sendirinya bila si artis menggunakan produk kita, secara otomatis fans-nya akan mengikuti gaya idolanya,” terang Imon.

 Saat ini ada dua influencer yang digunakan NOMI. Mereka adalah Toshima, dia adalah musisis atau artis Jepang indie, dan Nedi, vokalis PHB (Pemuda Harapan Bangsa), band indie asal Bandung.

Imon melanjutkan bahwa penggunaan influencer harus lah sesuai dengan target market yang diinginkan. Sampai saat ini, dari penggunaan keduanya Imon meng-grab atau meraih target konsumen yang lebih spesifik, khususnya anak muda.

Berkat influencer yang dipilihnya, Imon mengklaim bahwa brand NOMI cukup dikenal dikalangan anak muda, dan penjualannya pun mulai meningkat.

Nah, jika Anda ingin mengetahui kisah-kisah sukses menggunakan influencer. Atau, ingin menjadi seorang influencer. Majalah Youth Marketers terbaru membahasnya untuk Anda. Klik di sini untuk mengunduhnya secara gratis!

Editor: lutfi Jayadi

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top