Dunia Digital

Layanan SMS telah Mati?

Layanan SMS telah mati. Nyaris, tepatnya. Sekarat. Ratusan juta konsumen di seluruh dunia mulai bijak membelanjakan uangnya di dunia mobile communication. dan karena berisi 160 karakter SMS layak dicoret dari daftar layanan karena pendeknya informasi yang terkandung di dalamnya. Bahkan ada yang bilang harga layanan SMS dianggap terlalu mahal padahal besarnya data hanya 140 byte.

Salahkan BlackBerry Messenger.

Instant messaging dari Kanada muncul sebagai penumpas dominasi SMS nyaris dari seluruh mobile phone di kolong langit. Memang butuh handheld BlackBerry agar BBM dapat berjalan. Tapi, sekali membawa smartphone tersebut ditanggung bakal lengket di tangan penggunanya karena kestabilan koneksi APN BlackBerry. Pasar anak muda mempermudah penyebaran BBM dan jadi tren komunikasi di kalangan tersebut. Dan bisa dibilang: SMS is so yesterday.

Apple kemudian maju dan tak mungkin membiarkan RIM mendominasi pangsa instant messaging. Sebagai bagian iOS 5 yang belum resmi rilis iMessage diajukan sebagai instant messaging andalan Apple. Buat user iPhone aplikasi itu sudah tidak asing lagi. iMessage mengintegrasi segala pesan, mulai dari SMS hingga buzz via instant messaging. Semuanya otomatis dijalankan via infrastruktur Apple khusus untuk instant messaging.

Problemnya: iMessage tidak mungkin disinkorinisasi dengan BBM.

WhatsApp muncul sebagai jembatan, bukan sebagai penghubung aplikasi tapi jembatan komunikasi antara user iOS dengan platform BlackBerry, bahkan yang lainnya.

WhatsApp mengintegrasi data-data contacts di smartphone dan mengambil nomor teleponnya. Siapa yang sudah menginstal aplikasi itu serta merta akan langsung muncul online di WhatsApp. PIN BBM dan segala user ID digantikan dengan nomor telepon dimana WhatsApp terinstal.

Bukan cuma WhatsApp. Masih ada Kik Messenger yang gratis. Itulah keunggulannya.

Facebook tak ketinggalan. Diluncurkanlah Facebook Messenger app (Beluga) yang bisa berjalan di semua platform.

Orang pun mulai melupakan SMS dengan segala instant messaging yang ada di pasaran saat ini. Pesan layanan singkat kini ibarat sebatas media promo dari operator atau dari nomor-nomor yang tak dikenal. Cukup mengganggu dengan kelakuan ala spammer seperti itu. SMS, seperti dilansir Memeburn, kini tinggal kenangan. Sebentar lagi. (Sumber: Gopego.com)

This article powered by eXo Digital Agency. eXo is a digital media agency serving local and international brands ranging from SME (small and medium enterprises) to multinational companies from various industries. We are an all-round agency with tremendous experience in digital activation, social media, search engine marketing, interactive game, web and software development.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top