Dukung Seni dan Budaya, Jababeka Gelar IAE

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Keanekaragaman seni dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke merupakan aset yang tidak ternilai harganya, sehingga harus tetap dipertahankan dan terus dilestarikan. Namun, faktanya banyak generasi muda bangsa ini yang mulai meninggalkan warisan budaya dan kesenian tradisional.

Berangkat dari kepedulian dan dukungan terhadap warisan seni dan budaya nasional, pengembang kota mandiri terbesar di Indonesia, PT Jababeka Tbk, menggelar “Indonesian Arts Exhibition (IAE) dengan tajuk  “Standing With The Masters” di Jababeka Convention Center pada 17-21 Januari 2018 lalu.

Chairman & Founder Jababeka Group, SD Darmono, mengatakan  pameran IAE diharapkan dapat menjadi wadah bagi komunitas internasional yang berasal dari 1.700 perusahaan multinasional dari 30 negara yang berada di Kawasan Jababeka.

Selain wadah bagi komunitas, tujuan Jababeka mengadakan IAE sebagai bentuk dukungan terhadap perkembangan seni dan budaya yang dapat menjadi kunci daya saing industri nasional di persaingan global untuk menarik dan meningkatkan potensi investasi di Indonesia.

“Ini dapat menjadi nilai tambah yang dapat meningkatkan harga properti, termasuk mendongkrak nilai properti wilayah Jababeka dan sekitarnya,” sebutnya.

Darmono menyadari untuk meningkatkan nilai tambah produk properti di Indonesia, tidak hanya bisa dilakukan melalui pameran bertaraf internasional secara jangka pendek, tetapi harus berkelanjutan dan melibatkan banyak pihak.

Sejatinya, Jababeka hanya sebagai pemantik, di masa mendatang banyak pihak yang dapat terlibat dalam pembangunan di kawasan industri. “Kita ingin menunjukan ke khalayak ramai bahwa Jababeka bukan hanya industri saja, tapi ada residensial dan budaya untuk tempat tinggal taraf internasional dan destinasi wisata,” jelas dia.

Hal senada disampaikan Menteri Agraria dan Tata Ruang Republik Indonesia, Sofyan Djalil, Indonesia mempunyai warisan budaya yang sangat besar, maka seni dan budaya dapat menjadi inspirasi dan modal besar industri nasional untuk meningkatkan daya saing.

Upaya Jababeka dalam mendukung perkembangan seni budaya Indonesia melalui acara IAE di kawasan yang berbasis industri perlu diapresiasi. Diharapkan akan semakin banyak sarana-sarana, seperti ini muncul di kawasan-kawasan lain dan semakin banyak masyarakat Indonesia yang dapat menikmati karyaseni Indonesia,” ucapnya.

Dalam gelaran IAE ini  dihadirkan karya maestro dari Galeri OHD Museum, Galeri NU, karya seniman Ancol, Budi Bonsai Collection, dan Harry Lee China Ceramic Collection. IAE juga memamerkan 159 karya seni baik lukis, patung, instalasi dan seni selamat datang dari siswa-siswi SD dan SMP Presiden.

 

 

 

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here