Portal Lengkap Dunia Marketing

UMKM

SCAMPER: Teknik Mengembangkan Kreativitas

www.marketing.co.id – Berdasarkan survei The Global Advisor Wave 29 yang dilakukan Ipsos, sekitar 75% orang Indonesia memilih untuk menjadi lebih kreatif dibandingkan lebih pintar. Survei ini juga menunjukkan, Indonesia merupakan negara dengan persentase tertinggi dibandingkan 24 negara lainnya yang disurvei, yang penduduknya memilih untuk menjadi lebih kreatif dibandingkan lebih pintar.

Setelah Indonesia, Swedia ada di urutan kedua, sekitar 69% warganya memilih ingin lebih kreatif, lalu Turki dengan 67%. Sebaliknya, Jepang adalah negara yang penduduknya memilih untuk menjadi lebih pintar daripada lebih kreatif, dengan persentase 58% ingin menjadi lebih pintar dan 42% ingin menjadi lebih kreatif.

Secara global, dari seluruh 25 negara yang disurvei, penduduk yang memilih lebih kreatif mencapai 57% daripada menjadi lebih pintar sebesar 43%, yang lebih dipilih kalangan dengan usia antara 50–64 tahun dibandingkan kalangan muda. Negara-negara yang disurvei termasuk Argentina, Australia, Belgia, Brasil, Kanada, Cina, Perancis, Jerman, Inggris Raya, Hongaria, India, Indonesia, Italia, Jepang, Meksiko, Polandia, Rusia, Arab Saudi, Afrika Selatan, Korea Selatan, Spanyol, Swedia, Turki, dan Amerika Serikat.

Mengapa kreativitas sangat penting bagi mereka? Bagaimana mengembangkan kreativitas? Apa itu kreativitas?

Kreativitas adalah proses mental yang melibatkan pemunculan gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep yang sudah ada. Dari sudut pandang keilmuan, hasil dari pemikiran berdaya cipta (creative thinking) biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari kreativitas adalah buah dari pemikiran atau tindakan membuat sesuatu yang baru.

Dengan pemahaman di atas, tentu sebagai seorang pemimpin maupun profesional, kita membutuhkan kreativitas dalam melaksanakan tugas keseharian. Karena kreativitaslah muncul penemuan-penemuan baru di bidangnya. Karena kreativitas pula muncul cara-cara baru yang semakin efektif dalam menyelesaikan tugas dan permasalahan yang sering kita hadapi.

Oleh karenanya, dibutuhkan teknik-teknik yang harus dikuasai oleh setiap manajer untuk mengembangkan kreativitas terhadap dirinya maupun kelompoknya. Salah satu teknik yang cukup populer dalam mengembangkan kreativitas adalah SCAMPER, sebuah teknik yang dikembangkan oleh Bob Eberle.

Teknik ini berupa singkatan yang dapat menjadi daftar-daftar yang membantu Anda dan tim dalam memikirkan perubahan yang dapat membuat produk/jasa yang sudah ada menjadi sesuatu yang baru atau berbeda sama sekali. Anda dapat menggunakan perubahan ini baik sebagai saran secara langsung atau sebagai titik awal untuk berpikir lateral.

SCAMPER adalah singkatan dari:

  • S  = substitute (pengganti): komponen pendukung, bahan, manusia;
  • C = combine (kombinasi): campuran, penggabungan barang atau jasa lain, mengintegrasikan;
  • A = adapt (beradaptasi): mengubah, berubah fungsi, menggunakan sebagian dari elemen lain;
  • M = modify (modifikasi): meningkatkan atau mengurangi skala, berubah bentuk, memodifikasi atribut (misalnya warna, dan lain-lain);
  • P  = put to another use (dimanfaatkan untuk penggunaan lainnya);
  • E  = eliminate (menghilangkan): menghapus elemen, menyederhanakan, dan lain-lain;
  • R = reverse (memutar/membalikkan): memutar dari dalam ke luar atau dari atas ke bawah, juga menggunakan pembalikan.

Berikut ini adalah contoh penerapan teknik ini, misalnya Anda adalah pimpinan dari perusahaan yang memproduksi mur dan baut, dan Anda sedang mencari ide kreatif untuk diterapkan dalam produk-produk baru di masa yang akan datang. Teknik SCAMPER akan memberi beberapa alternatif pemikiran sebagai berikut:

  • substitute: penggunaan bahan berteknologi tinggi untuk pasar niche, seperti baja kualitas tinggi? Serat karbon? Plastik? Kaca? Materi nonreaktif?;
  • combine: mengintegrasikan mur dan baut? Baut dan kunci pas?;
  • adapt: memakai kepala berbentuk bintang di baut demi keamanan?;
  • modify: menghasilkan baut untuk jam tangan atau jembatan? Menghasilkan baut berbentuk berbeda? Baut berwarna hijau? Baut yang dapat diputar tanpa alat bantu lain, cukup dengan tangan saja?;
  • put to another use: baut sebagai pin engsel? Sebagai as roda?;
  • eliminate: menghilangkan kepala baut? Baut yang tidak memerlukan mur, dan lain-lain;
  • reverse: membuat baut yang berlawanan arah, membuat baut yang tidak bisa lagi terbuka setelah terkunci, dan lain-lain.

Teknik SCAMPER ini akan sangat membantu Anda dalam menentukan produk atau jasa yang mungkin baru sama sekali nantinya. Banyak ide mungkin tidak praktis dan logis untuk saat ini, tetapi hal tersebut janganlah terlalu dirisaukan. Teknik SCAMPER pada dasarnya hanya untuk menstimulasi ide-ide kreatif kita agar tidak terjegal oleh batasan-batasan yang ada selama ini. Teknik ini juga bisa dikatakan sebagai teknik “berpikir di luar kotak”.

Jika ide yang dihasilkan dirasa belum sesuai, cukup dokumentasikan saja terlebih dahulu. Jika kelak membutuhkan ide-ide segar, Anda dapat membuka kembali dokumentasi ini dan mungkin saja ide tersebut menjadi relevan. Sering kali ide-ide kreatif yang saat ini sedang berkembang, pada mulanya juga dianggap tidak relevan, bukan? Selamat mencoba, karena hasil akhir yang berkualitas dimulai dengan implementasi yang berkualitas pula. Semoga bermanfaat. (Kevin Wu)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top