Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Salesmanship

Personal Magnetism in Selling

Marketing.co.id- Apakah karier Anda macet untuk waktu yang relatif lama? Ataukah bawahan Anda sering meminta pendapat langsung dari atasan Anda? Ataukah Anda jarang dimintakan pendapat ketika meeting? Apakah saat Anda melontarkan lelucon (joke), orang lain tidak memberikan reaksi?

Bilamana hal semacam ini sering terjadi dan mengecewakan diri Anda, itu berarti (hampir dapat dipastikan) Anda tidak memiliki satu pun dari sekian unsur kunci  kebahagiaan pribadi dan kunci profesionalisme, yaitu: “daya tarik/pikat pribadi”.

Orang yang memikat adalah orang yang mempunyai kepribadian menawan, memesona, disukai dan mendapatkan penghargaan dari orang lain. Namun, jangan beranggapan bahwa unsur utama dari daya pikat pribadi adalah kharisma. Hal ini merupakan unsur kekuatan “gratis” yang diberikan Tuhan saat kita dilahirkan dan hanya dinikmati oleh segelintir orang yang beruntung karena faktor keturunan.

Nah, banyak sekali orang yang memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan daya pikat pribadi melalui proses pembelajaran dari cara yang dirasakan cocok dengan mereka sendiri. Tetapi, di sini Anda bisa  memelajarinya dan bisa diterapkan untuk menfokuskan kepribadian yang menarik:

  • Menggunakan humor dan cara memuji kepada orang lain secara efektif.
  • Mengenali dan melakukan ekspresi emosi diri dan hasrat Anda.
  • Membawa keyakinan dalam melakukan sesuatu yang berkaitan dengan penjualan ke tempat kerja.
  • Menggunakan ekspresi dan anekdot yang bersemangat agar tutur kata Anda lebih menarik dan menghibur.

Perlu diingat: daya pikat pribadi tidak dapat menggantikan talenta, pengetahuan, keahlian, profesional, kreativitas, intuisi, atau kebiasaan kerja yang baik.

Berkaitan dengan itu, ada 6 (enam) hal dari daya pikat yang perlu Anda ketahui. Pertama, daya pikat kepemimpinan. Kepribadian yang menarik akan membantu setiap orang sebagai pemimpin. Hal ini merupakan salah satu kunci agar Anda dapat mendorong, memotivasi, memberi ilham, dan memengaruhi orang lain lebih efektif. Kekuatan kepemimpinan ini harus dikombinasikan dengan keahlian PDCA (Plan, Do, Check, dan Action).

Kedua, daya pikat berpikir positif. Anda tidak akan menjadi orang yang menarik dan memiliki daya pikat kalau hari-hari Anda diisi dengan marah, marah dan marah. Pribadi yang menarik selalu berpikir positif, walau dalam situasi yang sulit dan negatif. Positive mental attitude (PMA) merupakan proses dan kebiasaan yang secara terus-menerus, serta harus dibina dan dikelola dengan baik dan konsisten. PMA yang dikelola dengan baik akan menghasilkan kepuasan pelanggan yang selalu bertambah dan akan meningkatkan penjualan Anda.

Ketiga, daya pikat nonverbal. Anda tersenyum atau serius saat bicara mempunyai arti yang berbeda. Dan keduanya merupakan bagian dari bentuk ekspresi emosi Anda. Pribadi yang memiliki daya tarik tahu cara mengelola pesan nonverbal yang dilakukan melalui gerakan tangan, isyarat wajah atau gerak postur tubuh seperti menyilangkan kaki atau tangan, posisi berdiri akan menandakan emosi bersahabat atau bukan. Agar bisa dilakukan secara spontan dan tidak kaku, maka latihlah gerakan-gerakan itu sehingga tampak alami.

Keempat, daya pikat mengilhami personal Anda. Agar bisa menjadi pemimpin yang memiliki daya pikat, ada beberapa cara yang bertujuan untuk menarik emosi orang lain saat Anda melakukan  hubungan penjualan. Misalnya, hal-hal yang memberikan nilai-nilai terbaik yang ada di dalam perusahaan yang berkaitan dengan cara mengatasi persaingan, ajukan pertanyaan yang bersifat memacu emosi (memprovokasi) seperti seorang pemenang, dan seterusnya.

Kelima, daya pikat bersikap dramatis. Tindakan unik yang dramatis merupakan cara menggugah emosi lawan bicara Anda sehingga diharapkan adanya kesan positif yang muncul—hal tersebut akan memberikan kharisma dan daya pikat. Misalnya saja, cara berpakaian atau mimik muka yang ekspresif.

Keenam, daya pikat dari sesuatu yang semarak. Situasi yang mudah dilihat secara kasat mata dari tampilan menarik adalah dengan menunjukan kesemarakan. Beberapa contoh menampilkan kesemarakan adalah penampilan dengan potongan rambut terkini; menunjukkan komputer/ponsel tercanggih; menggunakan alat bantu presentasi yang canggih, ruangan kerja yang bersih, rapi dan penuh dengan gambar-gambar; serta yang tidak kalah pentingnya adalah selalu energik sepanjang waktu.

By: Mindiarto Djugorahardjo, Selling Therapist

 

 

 

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top