Mendong Masuk Pasar Dunia

[Reading Time Estimation: < 1 minute]

Marketing.co.id– Sebagaian masyarakat mungkin menganggap bahwa anyaman tikar, tas, atau topi umumnya dari bambu atau pandan. Padahal anyaman-anyaman tersebut ada juga yang terbuat dari mendong.

Mendong (Fimbristylis globulosa) adalah salah satu tumbuhan yang hidup di rawa, tanaman ini tumbuh di daerah yang berlumpur  dan memiliki air yang cukup. Mendong merupakan salah satu gulma dari golongan teki (Cyperaceae) dari jenis rumput, dan biasanya tumbuh dengan panjang lebih kurang 100cm.

Pada masyarakat Tasikmalaya mendong antara lain dimanfaatkan sebagai bahan dasar untuk membuat tikar, sandal, dan boks untuk tempat tisu. Produk ini termasuk ramah lingkungan karena mengambil bahan dari alam dan limbahnya dapat diurai oleh alam juga.

Sekarang ini hasil diversikasi yang berbahan dasar anyaman mendong, dapat dilihat pada produk interior ruangan, box multiguna, peralatan rumah tangga, peralatan kantor dan lainnya. Bahkan untuk jenis tikar pun, sudah berkembang bentuk/ jenis struktur anyamannya menjadi lebih menarik serta praktis.

Menurut Endang Kurnawan, pengrajin mendong dari Tasikmalaya ini mengatakan, “Respon pasar cukup baik untuk kerajinan mendong ini, ditunjukan dengan permintaan pasar yang terus meningkat, bahkan usaha kami saja sudah di ekspor ke Thailand, Brunai, dan Prancis,” kata pemilik usaha Chahyati Craft.

Dalam usaha yang digeluti Endang ini, sudah mempekerjakan sekitar 100 perajin mulai dari beberapa tahun lalu. Soal harga yang ditawarkan tidak perlu merogoh kocek dalam- dalam. Ada anyaman yang seharga Rp 30.000, ada pula yang berharga Rp150.000.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here