Sukses Kuasai Eropa, AIRSCREAM UK Siap Bersaing di Pasar Indonesia

Menciptakan peluang karir dan membangun kemitraan yang menguntungkan, AIRSCREAM UK berencana memperluas operasi dengan investasi hingga 250 miliar rupiah pada 2028.

Marketing.co.id – Berita Marketing | Indonesia telah menjadi negara dengan pengguna vape terbanyak di dunia. Berdasarkan data Asosiasi Personal Vaporizer Indonesia (APVI) dalam diskusi terkait RUU Kesehatan Mei 2023, terdapat hingga 6 juta pengguna rokok elektrik di Indonesia. Pada saat yang sama, cukai vape mencapai angka Rp 1,02 triliun dan berpotensi terus meningkat. Hal ini mencerminkan besarnya daya tarik dari pasar ini.

AIRSCREAM UK, merek gaya hidup asal Inggris, resmi memasuki pasar Indonesia dengan kehadiran yang kuat melalui lebih dari 290 toko dan outlet. AIRSCREAM UK tidak hanya membawa produk vaping premium ke Indonesia, tetapi juga menciptakan peluang karir bagi penduduk lokal dan mendirikan dasar untuk kemitraan yang produktif.

Dengan investasi awal sebesar lebih dari 5 miliar rupiah pada kuartal keempat tahun 2023, AIRSCREAM tengah mempersiapkan panggung untuk bertumbuh dalam beberapa tahun mendatang. APVI juga menyebutkan Industri rokok elektrik di Indonesia berpotensi membuka lebih dari 200 ribu lowongan pekerjaan baru.

Setelah sebelumnya menguasai pasar Eropa, kini AIRSCREAM ingin memperluas pasar ke Indonesia dengan komitmen kuat dalam membuat varian produk terbaik bagi pengguna yang mencari gaya hidup lebih bersih dan aman. Sampai Oktober 2023, brand ini telah mengambil langkah-langkah signifikan dengan memperluas cakupannya ke lebih dari 290 toko dan outlet vape di seluruh negeri. Melalui kolaborasi dengan distributor dan pengecer lokal, AIRSCREAM siap memberikan dampak signifikan dalam industri vaping di Indonesia.

CEO AIRSCREAM UK Sam Ong mengaku sangat antusias memasuki pasar Indonesia. “Kami percaya bahwa produk berkualitas kami akan memberikan alternatif lebih bersih dan aman bagi perokok dewasa di seluruh negeri. Dengan kemitraan yang telah kami bentuk dan rencana investasi besar, kami siap untuk memimpin dalam industri vaping di Indonesia.”

Saat ini AIRSCREAM tengah menjelajahi potensi dari pasar rokok elektronik (e-cigarette) di Indonesia. Pasar ini diperkirakan akan menghasilkan pendapatan sebesar US $0.4 miliar pada akhir tahun ini, mewakili laju pertumbuhan tahunan (CAGR) sebesar 2.77% selama periode 2023-2028. Menurut Dewan Pemuda Pengendalian Tembakau Indonesia (IYCTC), Indonesia berada di jalur untuk menjadi pasar terbesar untuk e-cigarette di Asia Tenggara, bahkan mengungguli Malaysia.

Mengawali debutnya di pasar Indonesia, AIRSCREAM menjadi salah satu exhibitor dalam pameran Jakarta Vape Fair yang berlangsung pada 11-12 November 2023 di JCC Jakarta. Sam Ong mengatakan, Jakarta Vape Fair menjadi penanda debut AIRSCREAM di pasar Indonesia setelah sebelumnya pada Juli kemarin resmi berekspansi dan beroperasi di Indonesia.

“Kami sangat berharap dengan hadirnya AIRSCREAM, mampu memberikan warna baru untuk industri vape dengan inovasi dari produk seperti AirsPops One hingga AirsPops Pro dan juga varian e-liquid yang kami coba tawarkan kepada pengguna”,  sambung Sam Ong.

Kedepannya AIRSCREAM berkomitmen untuk terus berkembang dan memperluas diri di Indonesia. “Kami yakin pada pasar Indonesia. Kami juga berencana meningkatkan investasi hingga 250 miliar rupiah pada tahun 2028,” tutup Sam Ong. AIRSCREAM berencana memperluas keberadaanya dan terus berkontribusi pada perkembangan industri vaping di Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.