Peringati World Cancer Day 2023, POI Selenggarakan Kegiatan “We Care to Close the Care Gap”

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id – Berita Lifestyle | Mengacu data Globocan tahun 2020, total kasus baru kanker di Indonesia mencapai hampir 400 ribu kasus, dengan kasus terbanyak  adalah kanker payudara sebanyak 16,6%, kanker leher rahim atau kanker serviks sebanyak 9,2% dan kanker paru 8,8% dari semua kasus kanker baru. Menjawab itu, Perhimpunan Onkologi Indonesia (POI) menggelar rangkaian kegiatan edukasi – salah satunya seminar awam terkait deteksi dini kanker bertajuk “We Care to Close the Care Gap” dalam rangka memperingati World Cancer Day 2023 di Taman Fatahillah Kota Tua, Jakarta.

Perhimpunan Onkologi Indonesia

Dr. dr. Cosphiadi Irawan Sp.PD-KHOM,FINASIM mengatakan, bahwa ketiga jenis kanker ini memiliki angka kematian tinggi, yang umumnya dipengaruhi juga karena diagnosis penyakit yang terlambat atau tertundanya pengobatan oleh berbagai hal. Deteksi dini merupakan hal yang penting karena berkaitan dengan angka kesembuhan yang tinggi, pembiayaan yang lebih murah dan angka harapan hidup yang tinggi.

“Deteksi dini merupakan tanggung jawab semua pihak mulai dari dokter di pelayanan kesehatan lini pertama hingga dokter di pelayanan kesehatan rujukan. Adapun tema World Cancer Day 2023 kali ini dapat dijadikan momentum akselerasi perbaikan pelayanan kanker di Indonesia. Close the Care Gap menekankan pentingnya menutup kesenjangan dalam penanganan kesehatan, khususnya kanker,” papr dia.

Dia menambahkan, tantangan tersebut akan berujung pada “delay of diagnosis” yang secara langsung berdampak  pada “terlambat” datangnya pasien ke pusat perawatan kanker, sehingga sekitar 60-65% pasien yang datang telah ada pada stadium lokal lanjut /lanjut (stadium III/IV). Pasien kanker yang sudah hadir di rumah sakitpun, kerap mengalami “delay of treatment” dikarenakan jumlah pasien yang melebihi kapasitas fasilitas ruang rawat, antrian diagnostik ataupun obat obatan yang terbatas peruntukkannya (restriksi).

dr. Nadia Ayu Mulansari Sp.PD-KHOM, menambahkan, adapun salah satu prasyarat penanganan kanker yang optimal adalah kanker memerlukan pendekatan holistik yang melibatkan tim multi disiplin (MDT) seperti halnya onkologi medik dan hematologi, bedah onkologi, THT, bedah digestif, onkologi kebidanan, radioterapi, radiodiagnostik, patologi klinik, patologi anatomi, dan spesialisasi lain yang terkait.

“Misal, deteksi dini kanker leher rahim dapat dilakukan melalui metode Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) atau pap smear. Sedangkan deteksi dini kanker payudara dapat dilakukan dengan metode Periksa Payudara Klinis (SADANIS), atau mammografi pada post menopause atau USG payudara pada premenopause,” imbuh dia.

Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, dia melanjutkan, sepanjang 2019 sampai 2021 terdapat 2.827.177 perempuan usia 30-50 tahun yang telah menjalani dua jenis deteksi dini kanker tersebut. Jumlah ini baru mencapai 6,83% dari sasaran nasional. Rendahnya cakupan ini mungkin berhubungan dengan kurangnya kesadaran masyarakat terkait pentingnya deteksi dini sebelum penyakit berkembang.

“Untuk itu, POI aktif memberikan edukasi terkait deteksi dini kanker ke berbagai kalangan masyarakat. Dalam gelaran skala nasional ini, POI menggandeng berbagai pihak untuk turut menyebarluaskan pentingnya deteksi dini kanker dan penanganannya, termasuk mengajak peran ibu-ibu Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dan Dharma Wanita sehingga pesan yang disampaikan dapat diterima dengan baik dan efektif,” papar dia.

Selain menggelar seminar, POI juga mengadakan berbagai kegiatan lain guna mendukung edukasi pentingnya deteksi dini kanker seperti mengajak masyarakat hidup sehat dengan rutin berolahraga, menerapkan pola makan sehat, hingga melakukan edukasi ke media. Tak hanya itu, POI juga memanfaatkan kanal online – baik melalui media sosial skala nasional maupun yang dilakukan oleh masing-masing organisasi terkait.

Ditemui di sela-sela seminar awam “We Care to Close the Care Gap”, Lusy Andriani, Corporate Communication Manager PT Etana Biotechnologies Indonesia mengungkapkan, bahwa Etana rutin mendukung kegiatan World Cancer Day setiap tahunnya, bekerjasama dengan Persatuan Onkologi Indonesia untuk memberikan edukasi terkait kanker kepada tenaga kesehatan, pasien dan keluarga.

“Etana sebagai salah satu perusahaan biofarmasi di Indonesia berkomitmen untuk melayani pasien dalam menyediakan terapi berkualitas tinggi, terjangkau, dan inovatif pada produk onkologi dan vaksin,” imbuh Lusy.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here