Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

Jika Ingin Sukses Memasarkan Jasa, Lakukan Dua Hal Ini

Marketing.co.id – Artikel Marketing | Dalam aktivitas marketing, perusahaan kalau tidak memasarkan produk, ya memasarkan jasa.  Keduanya ini memiliki perbedaan yang jelas, sehingga dalam pemasarannya pun menggunakan strategi yang berbeda pula. Namun di sini penulis ingin mengulas lebih jauh bagaimana strategi sukses memasarkan jasa.

Memasarkan jasa strateginya akan berbeda dengan memasarkan produk atau barang. Terkadang mamasarkan jasa malah lebih menantang ketimbang memasarkan produk. Kenapa demikian, karena yang kita pasarkan ini bentuknya tidak terwujud (intangible). Sehingga pemasar perlu lebih kreatif untuk meyakinkan konsumen agar mau membeli atau menggunakan jasanya. Keberhasilan di usaha jasa terletak pada kualitas pelayanan, bukan pada besarnya investasi. Oleh karenanya, kepuasan terhadap jasa terletak pada proses dan orang yang melayani.

memasarkan jasa

Sukses tidaknya pemasaran jasa juga tergantung bagaimana perusahaan mendeliver jasa/layanan melalui 3P, yakni people, process dan physical evidance.

Lalu, bagaimana strategi memasarkan jasa atau pelayanan di masa seperti sekarang ini? Ada dua strategi yang bisa diusung oleh pelaku usaha untuk sukses mamemasarkan jasa di masa new normal seperti  sekarang ini, yaitu Digital Marketing dan Experiential Marketing.

Era sekarang adalah era digital, era dimana teknologi digital merubah perilaku konsumen. Kini gaya hidup konsumen beralih ke digital lifestyle, konsumen sekarang adalah konsumen digital. Aktivitas mereka sekarang ini seperti mencari informasi, mencari berita, bersosialisasi, membeli produk/jasa, dan bertransaksi, kebanyakan dilakukan secara online.

Baca juga: Jasa Virtual Office, Solusi Hemat Biaya Kantor

Oleh karena itu, digital marketing adalah strategi pemasaran jasa yang efektif untuk saat ini. Terlebih Jika melihat jumlah jumlah pengguna internet dan smartphone di Indonesia yang begitu besar. Banyak kelebihan yang didapat dengan melakukan digital marketing, yaitu jangkauan pasarnya yang lebih luas, lebih terukur, mudah mendapatkan data konsumen/pelanggan, dan biaya promosi lebih murah.

Marketer bisa melakukan banyak hal untuk digital marketing. Saat ini umum yang dilakukan marketer adalah pengembangan website, strategi optimasi (SEO), dan social media marketing. Kemudian juga membuat video marketing yang diupload di youtube, melakukan email marketing, mengembangkan platform atau mobile apps untuk pemasaran dan pelayanan, melakukan promosi atau branding di paid madia, owned media, dan earned media, serta mengembangkan omnichannel.

Sukses tidaknya pemasaran jasa juga tergantung bagaimana perusahaan mendeliver jasa/layanan melalui 3P, yakni people, process dan physical evidance. Kepuasan konsumen/pelanggan terletak pada kualitas pelayanan yang diterima pelanggan. Dalam persaingan bisnis yang semakin ketat, maka pelaku bisnis jasa harus melirik penerapan strategi experiential marketing dengan membangun customer experience yang memorable.

Baca juga: Pandemi, Perusahaan Andalkan Strategi Digital Marketing

Pengalaman yang positif dan memorable hanya bisa tercipta jika perusahaan membangunnya didasarkan pada keinginan dan kebutuhan pelanggan. Memang tidak mudah membentuk dan mengelola pengalaman pelanggan, mengingat saat ini pelanggan telah menjadi diktator. Saat ini pelanggan tidak bisa didekte, pelangganlah yang mendikte fasilitas apa yang disediakan oleh perusahaan. Komunikasi yang dibangun pun tidak bisa satu arah lagi, pelanggan harus dilibatkan dalam berinteraksi.

Untuk dapat memberikan customer experience yang optimal, maka proses pelayanan pelanggan perlu berfokus pada tiga pilar utama pembentuk customer experience, yaitu:

  1. Customer Sense Experience, penciptaan pengalaman positif melalui kenyamanan fisik yang diterima, dilihat dan dirasakan oleh panca indera pelanggan
  2. Customer Emotional Experience, merupakan strategi merebut sisi emosional pelanggan melalui penciptaan proses bisnis pelayanan yang sederhana (simple), akurat dan melibatkan pelanggan.
  3. Customer Problem Solution Experience, pemberian solusi yang win win akan membuat pelanggan akan merasakan value atas pelayanan yang diberikan.

(Anang Ghozali)

Marketing.co.id | Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top