Portal Lengkap Dunia Marketing

Salesmanship

Cara Lebih Sederhana untuk Merekrut Penjual

Ke mana pun saya pergi di IndoneJames_Gweesia, saya mendengar keluhan yang sama dari para manajer dan pemilik bisnis, “Sangat sulit mencari penjual!” Masalah ini ada di kota besar seperti Jakarta, dan bahkan menjadi lebih parah di daerah seperti Balikpapan, Pontianak, dan Kupang.

Penjual yang berpengalaman dan andal mahal harganya, sementara para penjual yang baru belum memenuhi standar. Hal tersebut memang menjadi dilema bagi para pemilik bisnis. Tapi, ternyata ada solusi alternatif untuk masalah ini. Beberapa perusahaan sudah mulai mencobanya dan berhasil, tetapi kebanyakan malah belum pernah mendengar cara ini.

Sebelum saya menjelaskan cara atau pendekatan yang diperlukan, saya perlu memberikan latar belakang mengenai konsep tentang talenta, kompetensi, dan kelebihan.

Talenta
Ketika kita mengatakan seseorang mempunyai talenta, biasanya maksud kita adalah orang tersebut sudah terlahir dengan menguasai beberapa keahlian tertentu. Kemampuan yang dimiliki sejak lahir ini sangat mempermudah seseorang untuk mempelajari atau melakukan beberapa hal tertentu.

Misalnya ketika seseorang dikatakan memiliki talenta pada bidang musik, secara relatif orang ini akan mudah mempelajari alat-alat musik dan cenderung bisa memainkannya dengan lebih baik dibanding rata-rata orang lain.

Lebih jauh lagi, orang yang memiliki talenta dalam bidang musik akan sangat menikmati bermain musik. Ia tidak merasa stres dalam bermain musik. Jadi, seseorang dikatakan memiliki talenta pada bidang tertentu jika memiliki 3E:
• Easy: orang tersebut akan mudah mempelajari dan akan memberikan performa lebih bagus pada bidang tertentu dibanding rata-rata orang lain.
• Earn: sudah jelas dengan kemampuan (talenta) seperti ini, seseorang dengan mudah bisa mendapatkan penghasilan dari bidang tertentu.
• Enjoy: orang tersebut sangat menikmati melakukan sesuatu. Jadi, ia akan memiliki energi yang lebih tinggi, lebih ceria, passion-nya akan lebih tinggi pada bidang tertentu.

Tetapi, talenta seperti ini masih mentah dan harus diasah terlebih dahulu. Seseorang yang memiliki talenta bermain piano dan diberi pelatihan secara benar oleh guru musik yang andal akan otomatis bisa memberikan performa lebih baik daripada musisi yang juga memiliki talenta, tapi tidak punya atau tidak diberi bimbingan sama sekali. Dengan demikian, talenta itu masih perlu dilatih, dibimbing, dan dilatih lagi dan lagi selama bertahun-tahun sehingga menjadi konsep yang kedua, yaitu kelebihan (strength).

Kelebihan (Strength)
• Easy: mudah bagi seseorang untuk berlatih dan memberikan performa lebih baik daripada orang lain.
• Excellent: unggul karena sudah dilatih dengan baik dan berlatih juga dengan baik.
• Earn: sudah jelas karena kelebihan yang sudah dimiliki, penghasilan pun akan lebih besar di bidang tertentu.
• Enjoy: orang bisa menikmati melakukan sesuatu dan menghasilkan banyak uang dari kenikmatan tersebut. Sempurna!

Kompetensi
Konsep ketiga adalah kompetensi. Seseorang dikatakan kompeten karena ia sudah menjalani pelatihan dan edukasi. Misalnya orang yang sudah belajar dan lulus dari universitas, kursus, atau menghadiri pelatihan kedokteran, maka dikatakan memiliki kompetensi untuk menjadi seorang dokter.

Sama halnya dengan seseorang yang sudah menjalani pelatihan sebagai mekanik mobil, ia akan memiliki kompetensi untuk lebih mudah menjadi seorang mekanik mobil. Seseorang yang kompeten juga akan punya 3E:
• Easy: mudah bagi orang tersebut untuk melakukan suatu hal tertentu karena sudah dilatih.
• Excellent: karena orang tersebut sudah dilatih dan banyak berlatih, maka performanya juga akan baik.
• Earn: sudah jelas karena kompetensi, orang tersebut akan mendapatkan penghasilan lebih banyak dari suatu bidang tertentu.

Bedanya, orang yang memiliki kompetensi di bidang tertentu belum tentu selalu menikmati profesi dan pekerjaannya di bidang tersebut. Kita sering mendengar dokter, pengacara, akuntan yang tidak menikmati pekerjaan mereka, merasa stres dan frustasi karena ternyata itu bukanlah profesi pilihan mereka. Mereka hanya masuk jurusan dan belajar bidang tersebut karena pilihan orang tua, suruhan, atau anjuran semata. Jika bisa memilih dan punya pilihan, mereka akan mengambil studi yang lain.

Orang yang bekerja sesuai kompetensi mereka belum tentu menikmati pekerjaannya. Mereka cenderung memiliki passion yang lebih rendah akan pekerjaan, dan cenderung merespons negatif ketika menghadapi situasi sulit atau tekanan dalam pekerjaan. Mereka juga kurang antusias untuk bertumbuh lebih besar dan belajar lebih dalam tentang profesi mereka.

Jadi berdasarkan penjelasan di atas, tenaga penjual seperti apa yang hendak Anda rekrut? Pada artikel berikutnya kita akan membahas mengenai hal ini dengan bekal pemahaman tentang talenta, kelebihan, dan kompetensi di atas.

Bersambung….

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top