Portal Lengkap Dunia Marketing

Marketing

Belajar dari Krisis di Venezuela, Pentingnya Evolusi Manajemen

Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom, MM,AMIPR, CPM (Asia), Brand Marketing practitioner_ Akhir-akhir ini berita tentang krisis di Venezuela menghiasi berita mancanegara. Dilansir dari kompas.com, ada 3 penyebab krisis parah di negara yang berhasil menyabet 7 kali gelar Miss Universe tersebut, antara lain :

1- Sekitar 90 persen ekspor dan separuh penerimaan negara Venezuela berasal dari minyak. Ketika harga minyak anjlok dari 115 dollar AS per barrel menjadi separuhnya pada tahun 2014, pertumbuhan ekonomi Venezuela anjlok 10 persen.

2 – Harga minyak bukan satu-satunya penyebab krisis Venezuela saat ini. Faktor lainnya adalah kesalahan pengelolaan akibat terlalu meraup untung dari minyak. Chavez meminimalisir investasi infrastruktur minyak dan memaksimalkan kendali atas ladang minyak sehingga produksi akhirnya turun tanpa adanya teknologi dari perusahaan asing, termasuk injeksi pasokan gas alam untuk mengelola minyak.

3- Penyebab utama ketiga adalah Venezuela tak mampu lunasi utang. Venezuela dari stabil ke negatif akibat tingginya kemungkinan gagal bayar. Pada tahun 2014, Venezuela meminjam hampir 50 miliar dollar AS dari China dan sekitar 5 miliar dollar AS dari Rusia ketika harga minyak bagus. Pinjaman ini untuk membayar utang pada kreditur minyak dan bahan bakar minyak (BBM).

Ahmad Fairu Zabadi, S,Ikom, MM,AMIPR, CPM (Asia), Brand Marketing practitioner

Dari ketiga penyebab utama tersebut, kita bisa meninjaunya dari aspek manajemen. Terhadap hal pertama, ini sama seperti peribahasa Dont put all your eggs in one basket yang maksudnya adalah nasihat bahwa seseorang tidak boleh memusatkan semua upaya dan sumber daya di satu area karena seseorang dapat kehilangan segalanya. Contohnya Venezuela, separuh penerimaan negara berasal dari minyak, ketika harga minyak anjlok maka anjlok juga perekonomiannya.

Selain itu ada contoh yang lebih ekstrem dengan hanya mengandalkan 1 sumber saja, perusahaan A mengandalkan 1 agen resmi atau distributor tunggal untuk distribusi produknya, bilamana distributor tersebut bermasalah, maka akan berimbas ke penghasilan secara total. Jadi, segera lakukan evolusi Customer Management, bisa juga dimulai dengan menggunakan Pareto Analysis.

Kedua, memaksimalkan kendali atas ladang minyak sehingga produksi akhirnya turun tanpa adanya teknologi dari perusahaan asing, termasuk injeksi pasokan gas alam untuk mengelola minyak. Pada era teknologi seperti ini, kita harus berkolaborasi dan merubah manajemen inovasi dari Closed Innovation ke Open Innovation.

Professor Henry Chesbrough mendefinisikan bahwa Closed Innovation adalah pandangan  inovasi yang dikembangkan oleh perusahaan itu sendiri. Dari generasi ide hingga pengembangan dan pemasaran, proses inovasi berlangsung secara eksklusif di dalam perusahaan. Sedangkan Open Innovation adalah proses inovasi di luar batas-batas perusahaan untuk meningkatkan potensi inovasi sendiri melalui penggunaan strategis aktif lingkungan.

Karena itu, inovasi muncul melalui interaksi antara ide internal dan eksternal, teknologi, proses, dan saluran penjualan dengan tujuan perusahaan untuk mengembangkanproduk, layanan, atau model bisnis inovatif yang menjanjikan. karyawan internal, pelanggan, pemasok, universitas, pesaing atau perusahaan industri lain dapat diintegrasikan.

Ketiga, ini berkaitan dengan aspek Manajemen keuangan, penyebab ketiga ini berkaitan erat dengan kedua penyebab sebelumnya. Segera lakukan financial check up terhadap kondisi finansial pribadi atau perusahaan. Berbagai literatur tentang Financial Management dapat kita temukan untuk melakukan screening apakah kondisi keuangan kita sehat atau tidak.

Tentu tidak sesederhana ini menganalisa penyebab suatu Negara, namun dari ketiga hal singkat diatas, setidaknya kita bisa mendapatkan insight untuk melakukan evolusi manajemen untuk berevolusi menuju kondisi yang lebih sehat mengikuti perkembangan teknologi dan zaman.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top