Uni‐Charm Indonesia Perkenalkan Konsep “Ethical Living for SDGs”

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Berita Lifestyle I PT Uni‐Charm Indonesia Tbk meluncurkan konsep new life style yaitu “Ethical Living for SDGs”. Konsep ini menangkap isu lingkungan di Indonesia dan minat konsumen terhadap produk ramah lingkungan dan green (hijau). Dengan bertujuan untuk berkontribusi langsung dalam mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan, dengan menerapkan “Kebaikan kecil” yang dapat dengan mudah berkontribusi ke dalam kehidupan, dan mengambil langkah baru dari hal kecil dengan memanfaatkan teknologi terkini.

Uni-Charm

Yuji Ishii, Presiden Direktur PT Uni-Charm Indonesia Tbk mengatakan, “Ini bertujuan untuk menjadi perusahaan yang maju dan beretika untuk lingkungan di mana setiap orang dapat hidup dengan nyaman. Pertama, kami menargetkan penetrasi kepada seluruh masyarakat Indonesia. Selain itu, PT Uni-­Charm Indonesia Tbk bertujuan untuk mencapai SDGs dengan mengusulkan Ethical Living for SDGs.”

Di satu sisi dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat telah memungkinkan untuk menjalani kehidupan yang nyaman dan sejahtera. Namun tanpa disadari, ada berbagai isue yang terjadi di lingkungan tempat tinggal maupun dalam skala global. Contohnya, jumlah sampah di Indonesia sekitar 67 juta ton, dimana sekitar 7,2 juta ton adalah sampah plastik, dan jumlah sampah yang dibawa ke TPA semakin meningkat dari tahun ke tahun, yang diprediksi bahwa kapasitas akan mencapai batasnya.

Selain itu, menurut laporan McKinsey, lebih dari 60% konsumen di Indonesia bersedia membayar biaya tambahan untuk merek ramah lingkungan. Dimana, trennya lebih tinggi daripada negara lain di kawasan Asia-­Pasifik. Hal ini terutama berlaku bagi anak muda, khususnya generasi milenial.

Dia melanjutkan, adapun upaya nyata pertama dari Ethical Living for SDGs adalah peluncuran produk Charm and Protect Pollution Mask dalam edisi terbatas yang menggunakan kemasan dari kertas daur ulang 100% untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia pada 5 Juni 2021 lalu. Pemanfaatan kertas daur ulang 100% adalah upaya pertama yang dilakukan Unicharm Group.

Upaya kedua adalah menjalankan aktivitas untuk menambah opsi dalam memecahkan berbagai masalah. Dalam tumpukan sampah di Indonesia, selain sampah organik, tercampur juga sampah popok sekali pakai, dengan mengacu pada contoh pengolahan sampah organik menggunakan larva Black Soldier Fly (Maggot).

“Kami telah melakukan verifikasi bahwa sampah popok sekali pakai (pulp) dapat dikurangi, dengan membuat larva tersebut memakan popok sekali pakai (pulp) yang disakarifikasi menggunakan selulase (enzim),” papar dia.

Eksperimen ini merupakan eksperimen pertama yang dilakukan oleh perusahaan FMCG Indonesia sebagai langkah nyata kedua dari Ethical Living for SDGs. Ini bertujuan untuk menemukan cara mengurai popok sekali pakai tanpa membuangnya sebagai solusi konkrit masalah sampah, yang efisien, murah, dan ramah lingkungan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here