Talenta Muda Harus Memiliki Skill yang Spesifik

Marketing.co.id – Berita Marketing | Indonesia diprediksi akan mencapai puncak bonus demografi pada tahun 2030 mendatang. Artinya jumlah penduduk usia produktif akan lebih banyak dibanding usia non-produktif. Hingga tahun 2022, jumlah penduduk Indonesia mencapai 275,7 juta jiwa (BPS) dan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak keempat di dunia. 

Jumlah sebanyak itu, harus dimanfaatkan sehingga bonus demografi bisa terwujud, alih-alih menjadi bencana demografi jika tidak diantisipasi dan dimanfaatkan.

Mariko Asmara Yoshihara, Co-Founder/Advisor of JAC Recruitment Indonesia & Founder of Ango Ventures, membagikan pandangannya mengenai bagaimana memanfaatkan usia produktif muda sehingga tercipta bonus demografi.

“Di indonesia ini sekarang banyak generasi di bawah usia 30 tahun, dan pintar-pintar serta tersebar dimana-mana. Generasi muda ini harus bisa dialokasikan ke sektor-sektor yang diinginkan (strategis),” ujar Mariko yang merupakan blasteran Indonesia-Jepang ini.

Baca juga: CIMB Niaga Syariah Ajak Nasabah Menabung dan Berdonasi untuk Pengentasan Stunting

Mariko yang telah malang-melintang di bidang rekrutmen pengembangan sumber daya manusia (SDM), menitikberatkan satu hal yang harus dimiliki oleh talenta muda yang mulai berkarir maupun lulusan baru yang hendak masuk ke dunia kerja yaitu skill yang spesifik.

“Saya sarankan satu hal, fokus ke core job. Kamu harus spesifik (menguasai satu skill). Misalnya belajar Bahasa Mandarin karena ingin berbisnis dengan pengusaha China, kalau mau pangsa pasar India, ya belajar India (bahasanya),” tambah Mariko.

Bonus demografi
Mariko Asmara Yoshihara, Co-Founder/Advisor of JAC Recruitment Indonesia & Founder of Ango Ventures

Menurutnya selama ini banyak SDM Indonesia yang terlalu generalis, tidak terfokus pada satu keterampilan, sehingga kurang spesifik untuk menjadi seorang spesialis. Selain itu, budaya loncat dari satu perusahaan ataupun bidang juga masih kerap ditemui di kalangan profesional.

“Percaya dulu ke perusahaan, sebelum anda masuk ke satu perusahaan, belajar tentang perusahaan itu. Kalau sudah, coba komitmen selama 5 tahun. itu membuat anda punya pengalaman yang berbeda (dibandingkan yang loncat terlalu sering),” ujar Mariko yang berbagi cerita pada Cecillia Ong di kanal video berbagi Edtech Cakap.

Baca juga: Strategi Danamon Pikat Talenta Muda Terbaik Melalui Program GROW

Terakhir, Mariko menekankan pendidikan lanjutan sebagai salah satu kunci sukses bonus demografi. “Dari 270 juta lebih penduduk Indonesia, hanya 6 persen yang mengenyam pendidikan tinggi (universitas, politeknik dan sederajat),” tutup Mariko.

Hal ini juga pernah disoroti Wakil Presiden Ma’ruf Amin pada Mei lalu, bahwa pemerintah berharap kedepannya lebih banyak warga negara Indonesia yang menempuh pendidikan tinggi demi Indonesia yang lebih produktif

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.