[TIPS] Taktik Digital Marketing untuk Meningkatkan Penjualan Website

1
922
Starting small businesses SME owners female entrepreneurs check online orders to prepare to pack the boxes, sell to customers, sme business ideas online.

tips belanja online ala hadiah.meMarketing.co.id – Berita UMKM | Di era yang serba digital seperti sekarang ini, memiliki sebuah website sudah menjadi kebutuhan. Ketika sebuah bisnis memiliki website, akan ada banyak peluang yang terbuka, terutama meningkatnya trust dan juga credibility perusahaan.
Terlebih, menurut laporan SEA eConomy Research 2021, ada 21 juta konsumen digital baru di Indonesia selama pandemi pada tahun 2020 hingga paruh pertama tahun 2021. Sementara, data Worldwide menyebutkan bahwa lebih dari 57% masyarakat Indonesia sudah akrab dengan sistem jual beli online. Peluang besar ini semakin menambah optimisme para pebisnis untuk mencicipinya.
Baca Juga: 5 Taktik Digital Marketing Terbaik, Anda Wajib Coba!
Namun, Anda tidak bisa asal nyemplung alias hanya ikut-ikutan tren yang ujung-ujungnya hanya menghambur-hamburkan uang. Dimana setiap bulannya Anda harus mengeluarkan uang untuk biaya perawatan namun website tak kunjung juga menghasilkan keuntungan.
Setiap bisnis pastinya memiliki tujuan yang berbeda-beda dalam membuat website, di antaranya adalah untuk menghasilkan penjualan. Karena, kesuksesan sebuah perusahaan bergantung pada kemampuannya dalam menjual, kan?
Di era eNiaga seperti sekarang ini, banyak perusahaan yang mengharapkan penjualan mereka datang lebih banyak dari website. Nah, dalam artikel ini kita akan membahas taktik digital marketing untuk meningkatkan penjualan di website.
Baca Juga: 6 Profesi Baru Yang Makin Dibutuhkan Saat Ini
Taktik digital marketing ini difokuskan untuk membantu Anda membuat orang-orang yang mengunjungi website melakukan pembelian begitu mereka datang. Mari kita bahas:
Tentukan fitur utama
Sebagai konsumen, tentunya kita akan memilih sebuah website yang memudahkan kita menemukan produk yang dicari. Sebagai pelaku bisnis Anda harus memikirkan hal ini. Contoh, Anda adalah sebuah perusahaan yang menjual skateboard secara online. Jika data Anda menunjukkan bahwa item paling populer atau paling laku adalah model skateboard tertentu, model skateboard tersebut harus menjadi yang pertama kali dilihat konsumen ketika mengunjungi website Anda.
Dalam belanja online, hal penting yang harus diingat adalah konsumen lebih menyukai kemudahan dan kecepatan. Dengan kata lain, konsumen menginginkan apa yang dicarinya dapat ditemukan dengan segera. Penting juga diingat bahwa untuk meningkatkan tingkat konversi website, Anda harus membantu memudahkan konsumen mencapai tujuannya sesegera mungkin. Kalau tidak, mereka akan pergi ke website lain yang tentunya hal tersebut akan meningkatkan rasio bounce rate.
Atau, jika konsumen mengunjungi website Anda untuk membeli susu, pastikan susu adalah yang pertama kali mereka lihat. Barang-barang lain selain susu bisa Anda tempatkan di lorong (halaman tertentu) atau seperti yang dilakukan toko-toko kelontong dengan permen.
Sederhanakan proses User Experience (UX)
Tak sedikit website yang ketika kita akan membeli sesuatu proses pembeliannya itu panjang alias bikin pusing. Padahal, untuk meningkatkan tingkat konversi Anda harus mengamankan proses penjualan secepat mungkin.
Artinya, Anda harus menyederhanakan proses pembelian di website untuk memastikan para pengunjung dapat melakukan pembelian hanya dalam beberapa klik saja. Semakin banyak klik yang harus dilakukan konsumen untuk mendapatkan apa yang mereka inginkan semakin besar kemungkinan mereka mencarinya di tempat lain.
Bersikaplah proaktif dan pastikan pengalaman pengguna di website Anda menyenangkan serta memudahkan pengunjung bernavigasi tanpa hambatan. Terutama, ketika mereka datang untuk melakukan pembelian. Ingat, semakin cepat proses pembelian akan semakin baik.
Terapkan taktik kelangkaan
Dalam bukunya berjudul Influence: The Psychology of Persuasion, penulis dan behavioral scientist Dr. Robert B. Ciandini mengatakan, “Barang edisi terbatas lebih diinginkan dan dihargai.”
So, sebagai manusia secara bawaan kita terprogram untuk menginginkan dan menghargai hal-hal yang langka. Oleh karena itu, bantulah konsumen Anda membuat keputusan dengan memanfaatkan hukum kelangkaan.
Caranya adalah dengan menunjukkan kepada pengunjung bahwa produk tertentu yang Anda tawarkan persediaannya terbatas, atau layanan tertentu hanya akan tersedia dengan harga tertentu untuk jangka waktu tertentu. Ini akan menimbulkan kepanikan dan kepanikan akan memicu tindakan.
Beberapa cara yang bisa Anda terapkan di antaranya “Hanya 5 kaos tersisa – beli sekarang!”, “Tinggal 2 hari lagi, dapatkan diskon 50%”, atau “Kami melihat Anda memiliki barang-barang ini di keranjang – kami hanya memiliki 3 stok tersisa.”
Beberapa orang akan mengatakan ini adalah manipulasi. Tetapi, jika itu benar-benar membantu konsumen membuat keputusan dengan cepat apakah salah? Selama Anda mengatakan yang sebenarnya tidak ada salahnya menyebabkan kepanikan.
Suka atau tidak, fear of missing out (FOMO) atau ketakutan akan kehilangan adalah alat yang sangat efektif untuk memicu tindakan yang diinginkan. Sebagai manusia, rasa takut tidak memiliki sesuatu yang mungkin sangat diinginkan adalah salah satu hal yang akan membuat kita bergerak.
Cialdini mengatakan, “Gagasan tentang potensi kerugian memainkan peran besar dalam pengambilan keputusan. Faktanya, orang akan lebih termotivasi oleh pemikiran kehilangan sesuatu dibanding pemikiran untuk mendapatkan sesuatu yang bernilai sama.”
Dengan menerapkan taktik kelangkaan yang tepat di website akan meningkatkan tingkat konversi. Karena, orang secara alami lebih cenderung bertindak berdasarkan pemikiran kehilangan sesuatu daripada kemungkinan memperoleh sesuatu.
Tetapi, sebagai pemasar yang bertanggung jawab adalah tugas Anda untuk memastikan bahwa begitu konsumen melakukan pembelian, produk atau layanan yang Anda tawarkan akan menjadi keuntungan bagi konsumen bukan sebaliknya. (B2C)

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here