Dunia UKM

Street Boba Buka Gerai Kedua

Marketing, Jakarta – Nikmat Group kian agresif di bisnis kuliner. Setelah sebelumnya meresmikan gerai perdana Street Boba di bilangan Ampera Raya Kemang – Jakarta Selatan, kini Nikmat Group menambah satu lagi gerai minuman boba tersebut. Gerai yang hadir di jalan Waru, Rawamangun, Jakarta Timur tersebut menggenapi gerai Street Boba menjadi dua.

Gerai perdana merupakan milik Nikmat Group sebagai prinsipal, sementara gerai kedua yang berlokasi di jalan Waru, Rawamangun, merupakan franchise (waralaba). Gerai tersebut dimiliki oleh Jovi Adhiguna. Gerai sendiri cukup luas, terdiri dari 3 lantai dimana setiap ruang didesain minimalis namun Instagramable, sehingga cocok sekali untuk segmen milenial dan Gen Z.

Jovi mengatakan, salah satu yang unik dari Street Boba miliknya yakni hadirnya minuman Boba dengan rasa klepon. “Di sini masih jarang banget ada minuman boba dengan citra rasa khas Indonesia,” tuturnya saat jumpa pers peluncuran Street Boba Rawangun, Selasa (4/2/20).

Jovi mengatakan, ke depan pihaknya akan terus mengeksplorasi untuk menghadirkan menu-menu boba bercita rasa khas Indonesia. “Apakah nanti akan bekerja dengan Kopi Lain Hati untuk membuat menu baru, kami sangat terbuka,” imbuh dia.

Pelayanan sedang membuat Boba di Street Boba Rawamangun, Jakarta Timur

Jovi menambahkan, perbedaan Street Boba Ampera Raya Kemang dengan Street Boba Rawamangun, dia lebih dominan menuangkan konsep gerai miliknya. “Konsepnyamemang beda agar lebih instagramable, agar pengunjung lebih nyaman berlama-lama, tempatnya juga luas, semua serba ada termasuk Musholllah,” jelas Jovi seraya mengatakan Street Boba miliknya mampu menampung 150 pengunjung.

Sementara itu, Deo Cardi Nathanael, VP of Marketing Nikmat Group menegaskan, tahun ini pihaknya menargetkan membuka 100 gerai Street Boba. “Kemaren saja Kopi Lain Hati awalnya menargetkan buka 100 gerai, sekarang jumlahnya sudah 333 gerai,” tutur Deo.

Saat ditanyakan kemungkinan minuman boba hanya tren sesaat yang bisa menghilang sewaktu-waktu, dengan nada diplomatis dia mengatakan pasang surut dalam bisnis F&B hal biasa. “Ketika sedang tren kita ingin hit market, kami juga tidak mau mitra yang bekerja sama dengan kita merugi, yang pasti cepat break event point (BEP),” jelas Deo.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top