Portal Lengkap Dunia Marketing

MARKETING

Solusi Pandemi Covid-19, Hibernasi atau Kompromi?

Suasana pengunjung pasar tradisional sebelum wabah Corona. Foto: Marketing.co.id

Marketing.co.id – Berita Marketing | Wabah Coronavirus Disease 2019 (COVID-19) membawa dampak disruptif pada seluruh aspek dalam kehidupan masyarakat, termasuk ekonomi.

Baca Juga: Indonesia Economic Outlook 2021: Kembangkitan Ekonomi Indonesia

IMF dan Bank Indonesia memprediksi perekonomian global diperkirakan mengalami pemulihan di tahun 2021, seiring dengan prediksi pandemi COVID-19 yang mereda di akhir tahun 2020.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro (PKEM) Kementerian Keuangan RI Hidayat Amir dalam webinar Indonesia Economic Outlook ’21 yang diadakan oleh ILUNI FEB UI beberapa waktu lalu mengatakan bahwa dalam sektor rill,  pertumbuhan ekonomi tahunan pada periode 2020 mencapai -1,7% sampai dengan -0,6%.

Baca Juga: Ekonomi Syariah, Solusi Bagi Indonesia di Tengah Pandemi

Pemulihan ekonomi sudah terjadi sejak triwulan III 2020, yaitu tumbuh -3,4% setelah sebelumnya mengalami penurunan pada triwulan I dan II. Pertumbuhan ini menunjukkan pembalikkan arah aktivitas ekonomi menuju zona positif. Rock bottom sudah terlewati dengan tendensi adanya recovery.

Menurut Hidayat Amir, ada dua kemungkinan yang terjadi saat pandemi COVID-19 muncul. Pertama, jika pandemi COVID-19 diproyeksikan hanya terjadi pada jangka waktu yang cukup pendek, maka yang perlu diberlakukan adalah hibernasi. Hibernasi dalam artian tetap menjaga kesehatan dengan cara tidak melakukan aktivitas secara normal terlebih dahulu.

Baca Juga: Adaptasi Industri Ritel Terhadap Perilaku Baru Konsumen Akibat Pandemi

Akan tetapi, jika pandemi COVID-19 diproyeksikan terjadi pada jangka waktu yang panjang maka pemerintah dan masyarakat harus menemukan titik kompromi antara aktivitas ekonomi dengan protokol kesehatan sehingga tidak terjadi kenaikan kasus COVID-19 (flattening the curve).

Pemerintah sudah membuat beberapa protokol kesehatan di antaranya dengan disiplin (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak) dan 3T (testing, tracing, and treatment) sebagai cara mencari titik kompromi.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top