Renard Widarto: Kedaulatan Digital Menjadi Kunci Pertumbuhan Ekonomi 7%

Marketing.co.id – Berita Digital | Renard Widarto, Direktur Muda Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, menekankan pentingnya kedaulatan digital dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Pernyataannya disampaikan pada Indonesia Digital Summit yang diadakan oleh Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) di Hotel Four Seasons.

Renard Widarto memulai pembicaraannya dengan menggambarkan potensi ekonomi digital Indonesia yang diharapkan mencapai 4.500 triliun rupiah pada tahun 2030. Untuk mewujudkan ekosistem digital yang unggul, ia menyoroti empat pilar utama, yakni Sumber Daya Manusia (SDM), infrastruktur, industrialisasi, dan kedaulatan digital.

Dalam hal SDM, Renard membahas perlunya kehadiran negara dalam setiap aspek kehidupan. Sebagai perwakilan Ganjar-Mahfud, ia menyampaikan komitmen untuk menyediakan pendidikan gratis dari PAUD hingga SMA, serta program unggulan “satu keluarga miskin satu sarjana.”

Pada acara yang dihadiri oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Komunikasi dan Informatika Budi Arie Setiadi, dan juru bicara pemenangan semua calon presiden, Renard menekankan penggunaan Rupiah dalam investasi dan transaksi digital sebagai kewajiban. Ia juga menyoroti perlunya perlindungan hak kekayaan intelektual dan data pribadi sesuai regulasi yang berlaku, serta kemudahan regulasi untuk pelaku ekonomi digital lokal.

Renard menjelaskan, misi Ganjar-Mahfud untuk mencapai “industrialisasi digital,” dengan Indonesia sebagai produsen laptop dan ponsel lokal dari hulu ke hilir, bukan sekadar merakit. Faktor seperti pemerataan internet cepat, kurikulum digital yang sesuai dengan perkembangan zaman, dan pembangunan pusat data di dalam negeri dianggap sebagai prasyarat untuk mengubah bonus demografi menjadi dividen demografi.

“Pertumbuhan ekonomi sebesar 7% adalah suatu keharusan yang akan kita capai dengan optimisme, dimotori oleh ekonomi digital. Ekonomi digital harus menciptakan kekuatan ekonomi baru, tidak hanya sekadar memindahkan ekonomi konvensional ke platform digital,” tegas Renard Widarto.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.