Menjaga Momentum Pasar Finansial di Era Pandemi

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.idBerita Ekonomi | Dunia dan Indonesia saat ini masih disibukkan dengan upaya dalam menghindar dari wabah coronavirus disease (COVID-19). Sementara itu, dari pasar finansial, diawal Juni 2020 ini, market menunjukkan adanya pertumbuhan positif  per 5 juni 2020, meskipun selama setahun terakhir IHSG masih minus 20.31%, namun selama sebulan terakhir, IHSG tumbuh 6.86%.

Ilustrasi Pasar Finansial

Di pasar saham, asing mencatat pembelian bersih sebesar IDR 3,45 T  juta selama sepekan terakhir (8 Juni 2020). Dimana pada pekan lalu, seluruh sektor mencatatkan penguatan, sektor keuangan, properti dan konstruksi, dan infrastruktur adalah sektor-sektor yang mencatakan penguatan tertinggi masing-masing sebesar 7,15%, 6,12%, dan 4,94%.

Relaksasi aktivitas lockdown telah memberikan efek positif bagi perekonomian, hal ini telah terkonfirmasi dari membaiknya perekonomian global khususnya Amerika serikat dengan adanya penambahan jumlah ketenagakerjaan. Selain itu, stimulus yang juga masih dilakukan bank sentral Eropa juga menjadi harapan untuk rebound-nya pasar global.

Dari dalam negeri, masa transisi PSBB yang tengah dilakukan memberikan efek baik bagi pasar modal. Perlahan, roda perekonomian yang sempat terhenti mulai bangkit kembali. Pertumbuhan ini juga diperkuat seiring proyeksi BI bahwa inflasi bulan Juni tergolong rendah sebesar 0,04%.

Dan, BI juga menyatakan investor makin percaya terhadap pasar domestik ditandai aliran dana asing ke surat utang pemerintah. Selain itu, Pemerintah melalui Otoritas Jasa Keuangan juga kembali mengeluarkan paket kebijakan stimulus Covid-19, yaitu berupa relaksasi pelaporan atas kredit atau pembiayaan yang direstrukturisasi, pemberian relaksasi penyesuaian implementasi beberapa ketentuan perbankan, dan penundaan implementasi Basel III.

Marsangap P. Tamba Direktur Utama Danareksa Investment Management (DIM) menyampaikan pada keterangan persnya ”Kami melihat pasar merespon baik usaha-usaha yang telah dilakukan semua pihak untuk membangkitkan kembali perekonomian. Bagi investor tipe agresif, kami pikir bisa mengambil momen ini untuk mendapatkan gain terbaik bagi investasinya, namun tetap mempertimbangkan prinsip kehati-hatian atau dilakukan secara averaging down (berkala).”

Dengan tumbuhnya IHSG, investor bisa mulai melirik pasar reksa dana saham, dan Danareksa Mawar Fokus 10 adalah salah satu produk yang bisa menjadi pilihan. Produk satu ini merupakan value style product dimana minimum 70% akan berinvestasi pada saham-saham mid-small caps pilihan untuk menghasilkan alpha. Pemilihan saham dilakukan melalui riset yang cukup ketat terhadap fundamental emiten yang dikombinasikan dengan analisa kuantitatif.

Saat ini, Danareksa Mawar Fokus 10 merupakan reksaana yang cukup menarik karena secara valuasi emiten-emiten yang berkapitalisasi menengah dan kecil memiliki valuasi yang murah dibandingkan emiten-emiten berkapitalisasi besar sehingga dapat memberikan potensi imbal hasil yang lebih tinggi dibandingkan IHSG.

Secara kinerja, Danareksa Mawar Fokus 10 mencatatkan pertumbuhan sangat baik semenjak terjadinya rebound pasar saham, selama sebulan terakhir per 5 juni 2020, berdasarkan data Infovesta, Danareksa Mawar Fokus 10 mencetak kinerja 15.76%, unggul dibanding IHSG dan Indeks Reksa Dana Saham Infovesta yang hanya mencetak masing – masing 6.86%.

“Danareksa Mawar Fokus 10 merupakan upaya diversifikasi produk yang dilakukan DIM untuk terus mengembangkan berbagai bisnis reksa dana yang telah ada, terutama Reksa Dana Saham. Reksa Dana Saham yang diluncurkan 2010 ini diharapkan dapat memberikan hasil investasi dan pendapatan yang optimal bagi investor di masa pandemi seperti sekarang. Namun begitu, kami tetap menghimbau kepada seluruh investor untuk memahami risiko berinvestasi, tidak hanya melihat kepada imbal hasil yang tinggi saja.” Tutup Marsangap.

Marketing.co.id | Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here