Mengintip 7 Rahasia Ayam Keprabon Express Miliki 60 Cabang dan 600 Karyawan Kurang dari 6 Tahun

[Reading Time Estimation: 4 minutes]

Renny Rantika, CEO & Co-Founder Ayam Keprabon ExpressMarketing.co.id – Berita UMKM | Dalam beberapa tahun terakhir, bisnis makanan dan minuman (mamin) di Indonesia diramaikan dengan berbagai pendatang baru dari dalam dan luar negeri. Di tengah pesatnya pertumbuhan industri mamin, beberapa nama lokal tumbuh dan sukses berekspansi hingga memiliki ratusan karyawan dan cabang. Berbagai cara dilakukan untuk memikat pasar, mulai dari kerja sama dengan influencer terkenal, hingga secara cerdas memaksimalkan kampanye-kampanye tanggal cantik seperti 6.6, 12.12 yang dilakukan layanan pembayaran digital.

Salah satu pemain lokal yang sukses menggebrak adalah Ayam Keprabon. Gerai makanan yang terkenal dengan varian ayam geprek yang menggugah selera ini berkembang pesat dari hanya memiliki satu outlet di kota asalnya Solo, hingga kini memiliki 600 karyawan dan 60 gerai waralaba dengan nama Ayam Keprabon Express.

Renny Rantika, CEO & Co-Founder Ayam Keprabon Express, membagikan 7 tips dan rahasia Ayam Keprabon Express sukses menjadi perusahaan mamin lokal yang berkembang di Indonesia.

Keberhasilan datang setelah 10 kegagalan

Ayam Keprabon Express bukanlah bisnis pertama Renny dan suami. Gemar berdagang sedari dulu, peruntungan bisnis di berbagai bidang sudah pernah dicoba. Jika dihitung, setiap dari 10 jari tangan bisa mewakili kegagalan demi kegagalan dalam berbisnis. Mulai dari berjualan kerupuk di pinggiran jalan Bandung, usaha retail, hingga menjadi agen asuransi pernah dilakoni dengan hasil yang kurang menggembirakan. Meski berkali-kali gagal, kunci keberhasilan Renny dan suami ada pada kegigihan dan keberanian untuk selalu memulai lagi dari nol setelah suatu kegagalan.

Alon-alon asal kelakon

Ketika banyak pemain lain di industri mamin fokus untuk segera membuka cabang sebanyak mungkin sekaligus, Renny dan suami memilih aliran berbeda. Ia lebih memilih memulai perlahan sehingga memiliki waktu lebih untuk membentuk fondasi bisnis yang matang. Renny mengambil waktu kurang lebih satu tahun, untuk mempersiapkan jalur distribusi, standar bahan baku, standar karyawan dan lain-lain sebelum membuka waralaba Ayam Keprabon Express.

Fondasi ini juga dibuat di area dapur. Dari awal berdiri hingga kini, Ayam Keprabon Express menggerakkan roda makanannya dari central kitchen yang ada di Solo. Central kitchen ini menyalurkan bahan makanan ke 60 cabang waralaba yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia. Tidak hanya bumbu dan bahan pelengkap, stok ayam hingga sambal bohay (sambal bawang) dan yang terbaru sambal karca (kari-rica) dipasok dari central kitchen ini. Sumber yang terpusat merupakan upaya untuk mengeliminasi tantangan bisnis waralaba, yaitu rasa yang tidak konsisten antara satu cabang dengan yang lain. Alon-alon asal kelakon, alias pelan-pelan saja asal berhasil, menjadi motto yang Renny dan suami percaya.

Fokus, lurus dan jalan terus

Sebagai industri yang dinamis, pemain baru silih berganti menawarkan berbagai produk. Beberapa pemain lama juga mendiversifikasi bisnis dengan membuka perusahaan dengan varian makanan berbeda dari kakaknya. Berbeda dengan tren tersebut, Renny dan suami lebih memilih untuk fokus berinovasi pada bisnis Ayam Keprabon yang dirintisnya. Fokus tersebut membuat Ayam Keprabon mahir dalam menciptakan inovasi. Salah satu inovasi yang dibuat Ayam Keprabon adalah menu Sushi Geprek yang sukses viral dan menggebrak media sosial di periode akhir 2020 lalu.

Buka peluang untuk kolaborasi dengan siapapun

Beberapa perusahaan yang telah besar biasanya enggan bekerja sama dengan perusahaan pendatang baru. Berbeda dengan hal tersebut, Renny menekankan bahwa Ayam Keprabon selalu terbuka untuk berkolaborasi dengan siapapun, asalkan bisa memberikan keuntungan atau kemudahan untuk konsumen. Hal tersebut yang mendasari bergabungnya Ayam Keprabon Express sebagai merchant ShopeePay di awal kemunculan layanan pembayaran tersebut pada awal tahun 2020.

Jangan puas ketika sudah go-digital

Banyak bisnis mamin yang puas ketika sudah go-digital dan bergabung menjadi mitra layanan pesan antar makanan dan layanan pembayaran digital. Padahal di luar sana, kompetitor pun melakukan hal serupa.

Renny dan timnya mengambil satu langkah lebih maju dengan memaksimalkan kampanye yang dilakukan layanan pembayaran digital. Sebagai contoh, Ayam Keprabon Express saat ini berpartisipasi dalam kampanye 6.6 ShopeePay Mid Year Deals. Pada kampanye tersebut, pengguna bisa mendapatkan produk Ayam Keprabon Express dan produk dari ratusan merchant lainnya dengan lebih hemat berkat adanya tawaran cashback 100%.

“Tak hanya menguntungkan bagi konsumen, partisipasi pada kampanye tanggal cantik terbukti menguntungkan Ayam Keprabon Express secara finansial. Transaksi penjualan harian kami bisa meningkat hingga lebih dari 50% jika mengikuti kampanye tanggal cantik dibandingkan hari biasanya,” kata Renny.

Memanusiakan manusia

Bagi Renny, aset terbesar Ayam Keprabon Express justru ada pada sumber daya manusia sebagai penggerak bisnis. Untuk memupuk loyalitas dan relasi yang panjang, Renny dan suami berpegang pada satu prinsip, yaitu memanusiakan manusia. Berbagai tradisi dan aktivitas untuk karyawan dilakukan di Ayam Keprabon Express. Tradisi perayaan ulang tahun, momen melahirkan, hingga liburan tahunan tak pernah dilewatkan sebagai bentuk apresiasi terhadap kesejahteraan karyawan.

“Saya bersyukur sekali dipertemukan dengan orang-orang baik yang mau bergerak bersama memajukan bisnis Ayam Keprabon Express. Bermula dari 4 orang karyawan, saat ini ada lebih dari 600 karyawan dan semua sudah seperti keluarga. Ayam Keprabon Express tidak akan jadi seperti hari ini tanpa kehadiran orang-orang hebat ini,” ujar Renny.

“Itulah sebabnya, semangat juang saya untuk terus menjalankan Ayam Keprabon Express semakin besar di tengah pandemi. Lebih daripada keuntungan bisnis, ada tanggung jawab moral yang saya emban pada hajat hidup ratusan karyawan serta konsumen setia Ayam Keprabon Express,” lanjut Renny.

Amati, Tiru, Modifikasi

Lahir dengan nama Ayam Keprabon, ide bisnis mulanya terinspirasi ketika Renny dan suami mendatangi sebuah tempat makanan ayam geprek di Yogyakarta.

“Tempatnya sangat sederhana, sayang sekali padahal bisa dimaksimalkan. Dari situ saya dan suami akhirnya memiliki ide untuk mengangkat menu ayam geprek dalam konsep yang lebih mapan,” kata Renny.

Setelah melalui berbagai persiapan, lahirlah Ayam Keprabon yang namanya terinspirasi dari lokasi gerai pertama Ayam Keprabon di Jl. Teuku Umar No. 30, Solo. Daerah tersebut juga dikenal sebagai daerah Keprabon. Sementara kata ‘express’ ditambahkan khusus pada gerai waralaba dengan tujuan lebih merepresentasikan hidangan yang enak, murah, praktis dan akrab di tengah masyarakat kota yang dinamis.

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here