Membaca Pola Perilaku Konsumen untuk Mendorong Laju Transaksi di Tengah Pemulihan Ekonomi

[Reading Time Estimation: 3 minutes]
Konsumen sedang melakukan transaksi contactless dengan kartu. foto: Istimewa

Marketing.co.id – Berita Digital | Pergeseran pola perilaku konsumen ke ranah online sebagai dampak dari pandemi bisa jadi kunci upaya pemulihan ekonomi nasional. Data Bank Indonesia mencatat peningkatan volume transaksi belanja di e-commerce yang dilakukan sebanyak 383,5 juta kali pada kuartal II 2020. Jumlah itu naik 39,05% dibanding dengan kuartal I 2020 yang sebesar 275,8 juta kali.

Baca Juga: Tren Positif eCommerce Sinyal Baik Pemulihan Ekonomi Nasional

Hal ini disebabkan adanya penambahan pengguna baru, yang tadinya tidak berbelanja di e-commerce. Ini membuktikan peran ekosistem digital yang semakin solid di tengah pandemi, terlebih dalam turut menjaga daya beli masyarakat. Kolaborasi fintech dan e-commerce yang semakin solid juga terbukti mampu meningkatkan nilai rata-rata pembelian dan frekuensi transaksi.

Lily Suriani, General Manager Kredivo Indonesia menjelaskan, kepercayaan masyarakat yang semakin tinggi dalam berbelanja online mendorong inovasi pembayaran digital. Kemudahan akses serta opsi pembayaran secara berkala yang ditawarkan fintech diharapkan mampu menjaga daya beli masyarakat, sehingga menjadi stimulus pemulihan ekonomi nasional, terlebih di tengah pemberlakuan PSBB di ibukota. Oleh karena itu, kolaborasi inovasi e-commerce dan fintech harus terus ditingkatkan guna membangun ekosistem digital yang semakin solid.

Baca Juga: Masyarakat harus Menjadi Pelanggan Online yang Cerdas

Lebih lanjut, Lily mengatakan, dengan adanya pergeseran kebiasaan masyarakat dari belanja offline menjadi online, menjadi krusial bagi para pelaku industri untuk menyesuaikan strategi bisnis dengan pola perilaku konsumen. Hal ini dapat membantu mereka dalam meningkatkan nilai transaksi sekaligus membantu laju pertumbuhan ekonomi digital Indonesia di tengah pandemi.

Salah satu contohnya, seperti yang ditemukan oleh riset Kredivo dan Katadata Insight Center, bahwa pengaruh gender dalam hal loyalitas maupun rata-rata transaksi. Sebanyak 33% konsumen perempuan cenderung bertahan di satu marketplace dibandingkan konsumen pria yang hanya sebesar 15%.

Namun, di sisi lain, perempuan memang lebih sering berbelanja, tetapi pria mengeluarkan uang lebih banyak. Rata-rata transaksi perempuan dalam satu tahun mencapai 26 kali, lebih tinggi dari pria, yaitu sebanyak 14 kali. Namun dalam hal nilai transaksi, pria mengeluarkan uang 83% lebih banyak dalam satu kali transaksi dibandingkan perempuan.

Selain itu, meskipun e-commerce masih didominasi pengguna milenial, pemain bisnis perlu memperhatikan kelompok umur dimana terdapat perbedaan selera antara konsumen tua dan muda. Riset yang sama mencatat bahwa semakin tua, konsumen semakin sering membeli kebutuhan rumah tangga.

Baca Juga: Soal Harga, Masyarakat Pilih Shopee dan Tokopedia 

Proporsi konsumen di atas 25 tahun dan pendapatan di atas Rp 5 juta yang membeli produk peralatan rumah tangga lebih tinggi dibanding kelompok umur dan pendapatan lainnya. Terlebih di masa pandemi ini, Kredivo juga mencatat peningkatan frekuensi pembelian di e-commerce pada Semester 1 2020 di kategori home appliances, disamping barang-barang pokok dan barang hobi lainnya.

Kolaborasi antara e-commerce dan fintech lantas semakin penting di tengah masa dimana tren kepercayaan dan kenyamanan konsumen dalam bertransaksi online yang semakin meningkat. Penggunaan inovasi pembayaran digital oleh merchant, yang memberikan kemudahan akses dan opsi pembayaran berkala diharapkan mampu untuk turut menjaga daya beli masyarakat.

“Di tengah upaya pemerintah dalam pemulihan ekonomi nasional, fokus kami adalah memberikan kemudahan akses dan fleksibilitas pembayaran guna terus menjaga pertumbuhan transaksi para merchant. Dengan checkout dan pinjaman e-commerce (POS financing) yang instan, kami sudah terbukti membantu merchant menaikkan nilai rata-rata pembelian atau Average Order Value (AOV) serta frekuensi transaksi,” tutup Lily.

Marketing.co.id: Portal Berita Marketing dan Berita Bisnis

 

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here