Umar Syah: Pengusaha Nahdliyin Harus Naik Kelas

Koperasi Mabadiku Bintang Sembilan milik komunitas Nahdliyin dibawah naungan Nahdlatul Ulama meluncurkan Dompet Rezekiku. Ketua Koordinator bidang perdagangan, UKM dan Ekonomi Kreatif Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P3N) Judi Sugiyatno mengatakan, adanya potensi pasar menjadi alasan diluncurkannya Dompet Rezekiku. “Untuk mengelola ptensi pasar di komunitas Nahdliyin yang mencapai lebih dari 100 juta orang diperlukan suatu produk atau layanan yang harus murah, berkualitas, dan tepat waktu,” kata Judi.

Ketua Bidang Ekonomi PBNU Umar Syah menambahkan, kebanyakan warga Nahdliyin berada di pedesaan dan merupakan pengusaha (mandiri secara ekonomi), entah itu berprofesi sebagai petani, pedagang, peternak, atau penceramah. Permasalahannya adalah sebagian besar dari mereka belum melek teknologi. Dalam aktifitas usahanya, mereka masih kuat dengan kultur yang penting cukup untuk makan. “Jelas itu sangat negatif, karena tetangga kita sudah melek teknologi dan jauh lebih maju. Pengusaha Nahdliyin harus naik kelas,” tegas Umar.

Menurut Umar, gerakan ekonomi umat masih perlu banyak perbaikan. Ada 3 program unggulan yang dicanangkan PBNU, yakni pendidikan, kesehatan dan ekonomi.   Khusus bidang ekonomi, saat ini PBNU sudah bekerja sama dengan banyak pihak. “Semangat membangun perekonomian umat harus terus berkobar. Buat kami semakin banyak yang terlibat, semakin bagus,” lanjutnya.

Sementara itu, Komisaris Utama PT Cipta Globalsolusindo Milasari Anggraeni yang juga CEO Intrajasa menjelaskan, produk pintar berbasis teknologi  seperti Dompet Rezekiku merupakan produk yang sangat tepat untuk memenuhi kebutuhan komunitas yang sangat besar seperti NU. Karena keamananan, kenyamanan, hemat waktu, hemat biaya dan dapat dikembangkan dalam banyak bentuk fitur yang lebih lagi sejalan dengan kebutuhan  dan berkembang.

Dari pengalamannya menggarap pasar layanan transaksi keuangan selama ini, termasuk dalam memberikan solusi pengiriman uang, Milasari sangat yakin ke depannya komunitas-komunitas akan sangat terbantu dan mendapatkan manfaat dari produk pintar berbasis teknologi seperti Dompet Rezekiku ini.

“Kami bertekad untuk mendapatkan izin emoney secepatnya supaya nantinya kami dapat turut membantu ekonomi rakyat dengan menyediakan platform produk pintar berbasis teknologi,” ujar Milasari dihadapan pengurus Perkumpulan Pengusaha dan Profesional Nahdliyin (P3N) di gedung PBNU, Kramat Raya, Jakarta, (21/3).

Milasari menekankan, ke depannya UMKM dan koperasi akan sangat memerlukan produk berbasis teknologi seperti Dompet Rezekiku karena memberikan nilai tambah dari segi waktu, kecepatan, kemanan dan kenyamanan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here