Kiat Kayn Label Membangun Hubungan Kuat dengan Pelanggan Melalui Strategi Sustainable Branding

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Berita UMKM | Semasaqu, pasar kreatif yang dikhususkan untuk para solopreneur, memperoleh kesuksesan besar pada bulan Desember tahun lalu. Kolaborasi antara Bank Saqu, layanan perbankan digital dari Bank Jasa Jakarta, dan Semasa, yang memiliki pengalaman mengkurasi lebih dari 30 acara bersama merek lokal Indonesia sejak tahun 2017, menghasilkan acara yang memukau. Menutup tahun dengan keberhasilan, SEMASAQU berhasil mendatangkan 150,000 pengunjung dari total 4 kegiatan yang telah dilaksanakan (Semasa di Chillax, Semasa Piknik, Semasa Ideafest, dan Semasaqu).

Kayn Label
Kayn Label sebagai salah satu brand pakaian yang paling diminati di SEMASAQU 2023

Dalam rangkaian kegiatan SEMASA di tahun 2023, SEMASAQU memberikan peluang bagi 130 merek lokal untuk berpartisipasi, memberikan para pelaku usaha lokal kesempatan untuk menjual produk-produk kreatif, termasuk makanan, aksesori, fesyen, kerajinan tangan, dan produk kecantikan. Kegiatan ini bertujuan untuk mendukung para solopreneur dalam menjangkau pasar yang lebih luas melalui pasar kreatif.

Menurut buku putih berjudul “Solopreneur: Potensi Kekuatan Baru Ekonomi Indonesia,” yang diterbitkan oleh Segara Research Institute bekerja sama dengan Bank Saqu, proyeksi menunjukkan akan ada 117 juta solopreneur di Indonesia pada tahun 2030. Data ini menyoroti tren menuju kewirausahaan individu di Indonesia, di mana satu dari tiga orang Indonesia diprediksi akan menjadi solopreneur.

Salah satu peserta yang mencuri perhatian dalam kegiatan SEMASAQU adalah Kayn Label, sebuah merek busana batik berkelanjutan yang merancang pakaian sehari-hari untuk anak muda. Dengan menggunakan batik cap dan pewarna alami, Kayn Label mencatat peningkatan penjualan hingga 30-70% selama acara. Keberhasilan ini diperoleh melalui strategi pemasaran yang berfokus pada sustainable branding, yang menekankan dampak lingkungan dan melibatkan konsumen dalam upaya keberlanjutan.

Maria Utami Sekar, Co-Founder Kayn Label, menyatakan bahwa keberlanjutan bukan hanya menjadi gimmick semata bagi pelaku bisnis, melainkan suatu keharusan. Menangkap tren kesadaran lingkungan konsumen, Kayn Label membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, menciptakan loyalitas, dan memfasilitasi promosi mulut ke mulut.

Sekar membagikan tiga kiat sukses bagi para solopreneur di Indonesia yang ingin menjalankan strategi sustainable branding:

  1. Membentuk nilai bersama: Sustainable branding menciptakan keselarasan dengan menekankan nilai-nilai lingkungan dan sosial yang sama. Kayn Label, misalnya, membanggakan penggunaan batik yang ramah lingkungan, menciptakan rasa keselarasan dengan konsumen yang peduli pada keberlanjutan dan melestarikan budaya lokal.
  1. Membangun kepercayaan melalui transparansi: Komunikasi terbuka mengenai praktik berkelanjutan membentuk kepercayaan. Kayn Label mencapai ini dengan mengkomunikasikan proses penggunaan batik cap dengan pewarna alami, memberikan konsumen pemahaman yang lebih baik dan rasa terlibat dalam pilihan mereka.
  2. Menjaga keterlibatan konsumen dengan konten edukasi yang menyenangkan: Sustainable branding bukan hanya tentang penjualan, melainkan juga edukasi konsumen. Kayn Label menjaga keterlibatan konsumen melalui konten di media sosial yang informatif dan menarik, menciptakan kesadaran bersama tentang dampak pilihan konsumen pada lingkungan.

Dengan menerapkan ketiga kiat tersebut, Sekar menegaskan bahwa sustainable branding tidak hanya meningkatkan penjualan tetapi juga memperkuat kehadiran merek dalam percakapan sehari-hari konsumen. Melalui inisiatif seperti SEMASAQU, solopreneur di Indonesia dapat terus berkembang dan berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here