Kemenkominfo Dorong Masyarakat NTT Makin Cakap Digital

[Reading Time Estimation: 2 minutes]
PEKAN LITERASI DIGITAL 2023 NTT
Pembicara (Fernando Watu, Ferdianus Rega, Margaretha Euphemia, dan Dr. Laurentius D. Gadi Djou) dalam workshop pada Pekan Literasi Digital yang merupakan bagian dari dari kampanye #MakinCakapDigital oleh Kemenkominfo

Marketing.co.id – Berita Techno & Digital | Sebagai upaya meningkatkan literasi digital masyarakat di Nusa Tenggara Timur (NTT). Kementerian Komunikasi dan Informatika Indonesia (Kemenkominfo) bersama dengan Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD) Siberkreasi menggelar Pekan Literasi Digital bagi masyarakat melalui kampanye #MakinCakapDigital.

Salah satu kegiatannya adalah Workshop sehari yang mengusung tema “Literasi Digital Untuk Mendukung Transformasi Digital” yang diselenggarakan pada 9 Mei 2023 di Graha Ristela, Kabupaten Ende, NTT.

Suprianto, PLT Kadis Kemenkominfo Kab. Ende, mengatakan pengguna internet di Indonesia saat ini mencapai sekitar 73,3% dari total penduduk Indonesia. Namun, masih banyak pengguna media sosial yang terpapar isu SARA, hoax, dan menjadi korban tindak kejahatan karena masyarakat, tak terkecuali warga NTT hanya tahu cara menggunakan media sosial tanpa memahami akibatnya.

Alhasil masyarakat dan komunitas di Kabupaten Ende serta wilayah lain di NTT perlu diedukasi. “Pekan Literasi Digital ini penting untuk meningkatkan wawasan digital masyarakat Ende,” kata Suprianto.

“Transformasi digital merupakan kebutuhan hidup yang terus berubah dan berkembang. Agar aktifitas dan komunikasi dalam dunia digital dapat berjalan dengan lancar, hal-hal dasar yang harus diperhatikan diantaranya, perhatikan norma budaya, menjaga etika saat berada di dunia maya, serta keamanan dan kenyamanan diri sendiri dan orang lain dalam lingkungan digital,” jelas Dr. Laurentius D. Gadi Djou, Dosen Akutansi Universitas Flores.

Seiring meningkatnya penetrasi internet, kemampuan masyarakat Indonesia dalam menggunakan teknologi informasi dan komunikasi digital terus membaik setiap tahunnya. Indeks Literasi Digital tahun 2022 yang dirilis Kemenkominfo awal tahun lalu menyebutkan bahwa Indonesia berada di level 3,54 poin dari skala 1-5 atau berada pada level sedang. Indeks tersebut meningkat 0,05 poin dibanding 2021 yang masih berada di level 3,49. Indeks literasi digital tersebut diukur melalui empat pilar indikator besar, yakni Digital Skills, Digital Ethics, Digital Safety, dan Digital Culture.

Kegiatan literasi digital yang dilakukan Kemkominfo turut mengikis selisih masyarakat yang “melek digital” di perkotaan (urban) dan pedesaan (rural). Berdasarkan survei Status Literasi Digital Indonesia 2021 yang dilakukan Katadata Insight Center (KIC) dengan Kemkominfo, responden di daerah perkotaan yang memiliki indeks literasi digital tinggi sebesar 52,5 persen. Sementara di pedesaan, porsi masyarakat dengan tingkat literasi digital tinggi sekitar 49,8 persen. Selisih yang tipis antara keduanya menunjukkan semakin merata perkembangan daya saing digital di Indonesia.

“Masa depan yang kita inginkan adalah perspektif dan aksi dari warga lokal. Oleh karena itu, perlu adanya kolaborasi antara kampus dan kampung yang langkahnya milenial, dengan pemanfaatan teknologi yang tepat. Digitalisasi desa yang dibutuhkan lebih kepada digitalisasi produk dan potensi desa,” jelas Fernando Watu, Kepala Desa Detusoko Barat, Kabupaten Ende.

Salah satu aspek penting dalam digitalisasi desa yaitu peran UMKM dalam perekonomian desa. UMKM yang didukung oleh teknologi yang tepat dapat meningkatkan daya saing produk-produk pengusaha desa tersebut.

“Beberapa keuntungan digitalisasi UMKM meliputi pemasaran yang semakin luas tanpa batas, kemudahan akses, komunikasi langsung dengan konsumsi, serta dapat diakses selama 24 jam. Digitalisasi UMKM menjadi sesuatu kebutuhan sekaligus menjadi salah satu solusi sarana penjualan bagi pelaku UMKM di Indonesia karena tidak ada batasan pendidikan, usia, fisik, daerah, dan lainnya,” ungkap Ferdianus Rega, Penggiat UMKM, Founder Istana Sehat. (AM)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here