Portal Lengkap Dunia Marketing

DIGITAL & TECHNOLOGY

Kelola Rencana Keuangan untuk Mencegah Kerugian di Awal Bisnis

Verifying balance sheetMasa yang paling riskan bagi sebuah bisnis yang baru berdiri adalah satu tahun pertama. Banyak bisnis mengalami berbagai kendala di tahun pertamanya. Bisnis semacam itu diprediksi akan gulung tikar hanya berselang dua tahun setelah didirikan. Bahkan, riset membuktikan bahwa tiga dari sepuluh bisnis akan bangkrut dalam waktu dua tahun.

Tahun pertama menjadi masa paling riskan bagi bisnis karena adanya biaya operasional, misalnya biaya sewa tempat berdagang, setidaknya untuk satu tahun. Jika bisnis tidak berjalan dengan lancar, biaya-biaya operasional tersebut dapat mengancam keberlangsungan sebuah bisnis.

Oleh karena itu, penting bagi pebisnis manapun untuk dapat mempertahankan bisnisnya agar tidak bangkrut. Ada lima cara yang bisa dilakukan pebisnis agar usahanya terhindar dari ancaman kebangkrutan di tahun pertama.

Berkomunikasi dengan para konsumen. Mengadakan riset pasar terhadap konsumen bisa menjadi cara agar terhindar dari kesalahan berbisnis. Riset memberikan pedoman tentang apa yang dibutuhkan konsumen dan bagaimana cara menjawab kebutuhan tersebut melalui produk. Selain itu, hasil riset pasar memberikan kisaran harga penjualan yang sesuai dengan keinginan dan kemampuan target pasar.

Pilihlah area berbisnis yang tepat. Artinya, pebisnis harus menentukan tempat yang menunjang berjalannya bisnis, misalnya di toko, kantor, atau dunia maya. Dalam bisnis offline, pemilihan area toko atau kantor mempengaruhi penjualan produk. Dalam bisnis online, area berbisnis yang tepat adalah melalui situs dengan domain pribadi (bukan domain gratisan).

Berlaku baik untuk bisnis online dan offline, pengusaha harus jeli dalam memilih area berbisnis. Faktor-faktor yang perlu dipertimbangkan antara lain kedekatan wilayah dengan buyer, jumlah kompetitor di area tersebut, dan kondisi lingkungan sekitar yang membuat tempat berbisnis itu menjadi strategis.

Hindari pemborosan. Penting bagi pebisnis pemula untuk dapat menahan diri terhadap hal-hal yang bisa memperlemah kondisi finansial bisnis. Pebisnis pemula biasanya ingin agar bisnisnya dibuka dengan hal yang serba baru, misalnya bangunan toko yang baru atau furnitur dan perangkat elektronik baru.

Banyak pebisnis pemula yang menginginkan semua hal serba baru dengan alasan prestise atau gengsi. Sebenarnya, tidak semua hal harus serba baru. Perilaku konsumtif dan boros ini hanya akan membuat bisnis mengalokasikan uangnya untuk hal-hal yang tidak esensial. Yang terpenting dari sebuah usaha baru adalah manajemen bisnis di dalamnya, bukan tetek-bengek yang terlihat bagus hanya dari tampak luar.

Selain itu, pebisnis pemula tidak perlu terburu-buru merekrut staf atau tenaga ahli, selama ia masih bisa mengerjakan hal tersebut sendiri. Alasannya, sekali staf atau tenaga ahli direkrut, pebisnis harus membayar gaji bulanan secara berkala. Ada baiknya pebisnis mengerjakan hal-hal yang masih bisa ia tangani sendiri daripada membuang uang untuk membayar gaji staf.

Buatlah perencanaan yang matang. They who don’t plan, plan to fail. Pepatah ini cocok bagi para pengusaha pemula yang tidak memiliki perencanaan yang matang. Perencanaan, biasa disebut action plan, mempermudah pebisnis untuk memilih opsi terbaik di antara sekian banyak alternatif.

Action plan ini menjadi pedoman atau guidelines bagi pengusaha untuk menjalankan bisnisnya. Bisnis yang direncanakan dengan baik akan memperkecil risiko bagi pebisnis untuk mengambil keputusan yang salah.

Analisis perkembangan bisnis. Setiap keputusan bisnis yang diambil perlu selalu di-review untuk memantau kemajuan bisnis. Analisis ini memberikan gambaran tentang seberapa efisien bisnis berjalan.

Jika bisnis belum mencapai target yang telah ditentukan dalam waktu tertentu, ada baiknya pebisnis mencoba alternatif lain dalam menjalankan usahanya. Penting bagi pebisnis untuk membuat target yang hendak dicapai secara berkala. Jika satu target berhasil dicapai melebihi tenggat waktu yang telah ditentukan, pebisnis perlu memperbaiki kinerja dan manajemen bisnisnya. ***(ar)

Supported By: image

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top