Inilah Konsep Experiential Marketing

Sebagai pendekatan yang unik untuk tugas pemasaran barang dan jasa, experiential marketing adalah konsep yang mengintegrasikan unsur-unsur emosi, logika, dan proses pemikiran umum untuk menghubungkan dengan konsumen. Tujuan dari experiential marketing adalah untuk membangun hubungan sedemikian rupa sehingga konsumen merespon penawaran produk didasarkan pada tingkat respons emosional dan rasional. Berikut adalah beberapa dasar-dasar experiential marketing, dan bagaimana proses ini sering dapat berhasil ketika strategi pemasaran lainnya gagal.

Menarik bagi berbagai indra, experiential marketing berusaha untuk memasuki tempat khusus dalam konsumen yang ada hubungannya dengan pikiran inspiratif tentang kenyamanan dan kesenangan, serta menginspirasikam kepraktisan. Ini berarti bahwa pemasar perlu memiliki pemahaman yang kuat pada pola pikir dari target audiens yang  ingin ditarik. Dengan memahami apa yang konsumen cenderung pikir  dan rasakan, maka ada kemungkinan untuk mendapatkan ide tentang bagaimana mengarahkan pelanggan ke arah yang akan berhubungan dengan produk, dan menarik individu untuk bertindak atas dorongan untuk membeli.

Agar dapat masuk ke  dalam experiential marketing, perlu untuk melibatkan sebanyak mungkin indra (senses). Menampilkan secara mencolok dengan unsur-unsur visual yang kuat, seperti situs web, dan media visual seperti iklan cetak tidak hanya harus menarik secara visual, namun juga menyulap harapan dan pengingat dari sensasi yang menyenangkan untuk masing-masing individu. Ketika menggunakannya untuk membuat customer experinece, hubungan antara produk dan konsumen menjadi kokoh yang dapat membantu untuk membuat barang atau jasa yang lebih diinginkan dalam setiap kesempatan.

Karena experiential marketing berhubungan dengan konsumen pada beberapa tingkat, strategi ini cocok untuk penjualan kontemporer dan kampanye pemasaran. Rentang perhatian yang diperpendek menuntut bahwa setiap kampanye iklan harus mampu menimbulkan  kesan segera, atau kesempatan untuk mengikat konsumen dengan cepat akan berlalu. Sementara iklan radio 30 detik dan televisi pernah memiliki dampak yang besar, banyak orang sekarang menggunakan teknologi modern untuk menghindari  pendekatan pemasaran semacam ini.

Ini berarti bahwa iklan di Internet, di media cetak, dan billboard yang modern harus segera menangkap perhatian calon klien dan mempertahankan perhatian yang cukup lama untuk membuat dampak. Experiential marketing memegang kunci untuk membuat ini terjadi. Dengan menarik bagi semua indera, dan membuat koneksi dengan cepat dan mulus, pendekatan atas tugas pemasaran ini dapat memastikan bahwa bisnis masih dapat menarik dan memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. ( Wachid Fz )

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here