Ini Dia Jurus Es Teler 77 Menarik Minat Investor

Beberapa tahun terakhir, pola pemasaran waralaba kian marak di Indonesia. Fenomena ini dipicu oleh gencarnya waralaba asing yang menawarkan kerja sama kepada calon franchisee lokal. Pewaralaba lokal pun ikut menggeliat. Bagaimana cara pewaralaba lokal menarik minat masyarakat?

es teller 77Tren waralaba kian menarik untuk disimak. Sejak krisis terjadi, pertumbuhan waralaba begitu pesat baik dari segi omzet, jumlah merek, maupun gerai. Bisnis yang kelihatannya cepat menggurita dan mudah meraih untung itu merupakan alasan utama orang mendirikan waralaba.

Maraknya bisnis waralaba di Indonesia dipicu oleh gencarnya pewaralaba asing – seperti KFC dan Mc Donald – yang menawarkan kerja sama kepada calon franchisee lokal. Pewaralaba lokal pun tak tinggal diam. Mereka mulai menawarkan kerja sama waralaba serupa. Salah satu pewaralaba lokal yang tumbuh pesat adalah Es Teler 77.

Berawal dari sebuah kios sederhana, Es Teler 77 ini merupakan usaha keluarga yang ditangani langsung oleh Ibu Murniati Widjaja sendiri bersama suaminya Trisno Budijanto beserta anak dan mantunya yaitu Yenny Setia Widjaja dan Sukyatno Nugroho.
 
Pada tahun 1987, Sukyatno Nugroho mewaralabakan Es Teler 77 yang dengan ini merupakan usaha makanan cepat saji asli Indonesia pertama yang menerapkan sistem waralaba.

Setiap kali membuka gerai baru, Es Teler 77 selalui menuai sukses. Hal itu membuat para pengusaha tergoda untuk bekerja sama.

Berbagai cara dilakukan untuk menarik minat investor salah satunya dengan membangun brand awareness dan mengembangkan semua aspek yang dapat membawa perusahaan menjadi pewaralaba terbaik.

Menurut Anton Widjaja, Direktur Pemasaran/Operasional Es Teler 77, “Secara ekonomi, apabila brand dikenal dan kuat serta terbukti menguntungkan, dengan sendirinya investor akan memilih kita.”

Seiring berjalannya waktu, gerai-gerai baru Es Teler 77 terus bermunculan. Saat ini jumlah gerai waralaba Es Teler 77 sudah mencapai 200 di seluruh Indonesia, termasuk Australia, Malaysia dan Singapura. Hal ini mengharuskan Es Teler 77 menjaga kualitas produk dan layanan di setiap gerainya yang terus bertambah tersebut.

“Agar kualitas produk dan layanan di setiap gerai tetap terjaga, Es Teler 77 membangun sentra produksi dan distribusi di 4 kota besar di Indonesia – yakni Jakarta, Jogja, Medan dan Makasar. Seluruh bahan baku, yang siap olah atau siap pakai dipasok dari sentra-sentra tersebut. Hal itu kami lakukan untuk memastikan seluruh gerai menggunakan bahan baku dan standar yang sama,” terang Anton.

Anton melanjutkan bahwa untuk memastikan pelayanan di setiap gerai, Es Teler 77 memiliki Standar Operating Procedures baku yang diterapkan di seluruh gerai. Di mana implementasi dan pengawasannya dilakukan oleh tim operasional yang terstruktur dan telah menjalani pelatihan.

Tidak hanya itu, untuk menjaga kepuasan konsumen dan juga kontrol produk, Es Teler 77 menyediakan SMS hotline, interaksi melalui media sosial – seperti Facebook, Twitter – sehingga setiap keluhan konsumen dapat diakomodasi dengan baik.

“Ke depan, kami akan memfokuskan diri pada pengembangan sistem online dan juga pengembangan sumber daya manusia. Di mana kami membangun SDM center yang modern dan sesuai dengan kebutuhan masa kini dan masa yang akan datang, baik untuk rekrutmen, assessment dan juga pelatihan,” terang Anton.

Beberapa waktu lalu, Es Teler 77 juga telah meresmikan Menara Top Food. Menara Top Food tersebut berfungsi sebagai pusat kendali operasional terpadu dan pusat pelatihan pengembangan sumber daya manusia.

Secara teknis pusat pelatihan Es Teler 77 ini memiliki peralatan dapur canggih dan didesain khusus untuk praktek kerja karyawan dan berlatih secara interaktif dengan para pengajar. Selain itu, tersedia pula lokasi restoran yang berfungsi sebagai sarana simulasi kerja sama seperti gerai Es Teler 77 yang asli.

Jika Anda berminat untuk memulai bisnis ini, Es Teler 77 mengenakan fee Rp 85 juta untuk durasi kontrak lima tahun. Persyaratan yang harus Anda penuhi adalah:

  1. Memiliki modal usaha baik pribadi maupun maupun dari institusi keuangan lain, seperti bank.
  2. Memiliki pemahaman yang tinggi atas usaha rumah makan. Karena mengelola rumah makan perlu ketekunan dan kejelian dalam pengelolaan. Disiplin dalam menjalankan SOP ( Standard Operating Procedures ) dan perlu memiliki kepekaan terhadap cita rasa.
  3. Berkomitmen tinggi untuk menjalankannya secara penuh waktu.

Terwaralaba juga wajib mengeluarkan seluruh biaya – uang muka sewa, dekorasi, peralatan dan perlengkapan restoran dan juga modal kerja. Setiap bulannya pewaralaba akan menerima 4% dari hasil kotor sebagai royalti.

Bagi Anda yang tidak memiliki waktu namun tetap ingin berinvestasi membuka gerai Es Teler, perusahaan siap membantu mengelola gerai Anda dengan pembagian keuntungan 50:50 dari keuntungan bersih. Demikian juga apabila terjadi kerugian, Es Teler 77 akan menanggung 50% dari kerugian.

Artikel ini bisa Anda temukan di e-Magz Youth Marketers edisi Oktober dengan judul “Bisnis Waralaba Sudah Mati?”. Anda bisa mengunduhnya secara gratis di sini.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here