Kasus Corona Meroket, Belanja di Pasar Tradisional Lewat WhatsApp Saja!

[Reading Time Estimation: 2 minutes]
Suasana pengunjung pasar tradisional sebelum wabah Corona. Foto: Marketing.co.id

Marketing.co.id – Berita UMKM | WhatsApp dan UKM Indonesia meluncurkan direktori “Pasar JuWAra”, chatbot WhatsApp berbasis API yang mempermudah konsumen untuk berbelanja langsung dari pedagang pasar tradisional terdekat melalui WhatsApp.

Program “Pasar JuWAra” dimulai sejak April lalu. Kini, 1.130 pedagang dari 66 pasar di 25 kota telah menjalani pelatihan WhatsApp Business dan mulai berdagang via WhatsApp. Dengan adanya pandemi yang berakibat pada turunnya omzet pedagang pasar tradisional hingga hampir 40%, “Pasar JuWAra” memungkinkan mereka untuk meningkatkan penjualan secara daring, ketimbang bergantung pada kedatangan pembeli ke pasar.

“Saya hampir tidak pernah kedatangan pelanggan di pasar karena pandemi, sehingga sangat berimbas ke pendapatan. Namun, semua orang yang saya kenal menggunakan WhatsApp, jadi masuk akal untuk mencoba berjualan di WhatsApp,” kata Sriyani Wulan, pedagang di Pasar Baru Mojokerto.

Untuk mencari vendor terdekat melalui chatbot, pelanggan hanya perlu menyimpan nomor 087775313357  di WhatsApp dan menyapa “hai”. Konsumen kemudian akan diminta memilih kategori produk dan membagikan lokasi, untuk dapat melihat daftar pedagang paling relevan serta nomor WhatsApp Business mereka.

Kementerian Koperasi dan UKM RI telah mengakui WhatsApp sebagai mitra strategis untuk memberdayakan dan membantu UMKM go digital melalui program ini. WhatsApp juga berkomitmen akan terus mendukung upaya pemerintah mendigitalisasi UMKM di seluruh Indonesia.

“UMKM adalah tulang punggung perekonomian kita, dan salah satu sektor paling terdampak oleh pandemi. Oleh karena itu, kita perlu bekerja sama untuk membantu usaha-usaha ini tetap bertahan dan berkembang, salah satunya dengan program ‘Pasar JuWAra’ yang diinisiasi WhatsApp dan UKM Indonesia. Program ini menciptakan peluang berharga bagi pedagang-pedagang di pasar untuk menjangkau jutaan pengguna WhatsApp di Indonesia,” kata Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki.

Sepanjang Mei, WhatsApp bekerja sama dengan UKM Indonesia untuk mendorong masyarakat berbelanja dari pedagang pasar tradisional melalui WhatsApp dan membantu perekonomian Indonesia. Fasilitator lokal melatih dan mendampingi para pedagang agar dapat menyiapkan akun WhatsApp Business mereka. Tidak hanya itu, WhatsApp juga terus memantau perkembangan para pedagang, di antaranya dengan melakukan survei secara reguler.

WhatsApp dan UKM Indonesia juga mengadakan pameran virtual di akun Instagram UKM Indonesia. Setiap minggunya, laman tersebut menampilkan peserta terbaik dari Jakarta, Yogyakarta, Bali, dan Padang. UKM Indonesia juga memuat daftar lengkap pasar yang bergabung di program Pasar JuWara di situs mereka.

Untuk menarik masyarakat ke pameran virtual tersebut, WhatsApp juga Alyssa Soebandono, Sophie Navita, Sabria Kono, dan Febrii Hikaru – artis dan influencer dari empat kota tersebut – untuk menyuarakan ajakan berbelanja dari pasar-pasar tradisional melalui WhatsApp.

“Kami sangat senang dapat meluncurkan chatbot direktori berbasis API sebagai kelanjutan dari rangkaian program ‘Pasar JuWAra’ untuk memastikan upaya digitalisasi UMKM tidak hanya berhenti di pelatihan WhatsApp Business dan pameran virtual saja. Ke depannya, kami berencana mendaftarkan lebih banyak pedagang ke chatbot tersebut untuk terus menghubungkan para pedagang dengan jutaan konsumen di Indonesia melalui WhatsApp. Kami harap semakin banyak masyarakat dapat menggunakan chatbot ini untuk berbelanja di kios pasar tradisional favorit mereka melalui WhatsApp,” tutup Manajer Kebijakan Publik WhatsApp Indonesia Esther Samboh.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here