Portal Lengkap Dunia Marketing

XXX Ad Madness

Harus Fokus

Iklan Bebestar dinilai cukup menarik lantaran banyak orang yang membicarakannya. Selain itu, iklan ini juga dianggap berhasil mengajak ibu-ibu untuk mengikutsertakan anak mereka dalam ajang pencarian bakat.

Advertising adalah salah satu strategi perusahaan dalam mengembangkan produknya, unsur kreatif sangat penting untuk men-deliver pesan. Banyak perusahaan yang melakukan kerja sama dengan beberapa agensi iklan dan production house (PH) untuk membangun konsep iklan produk mereka.

Sebuah iklan dikatakan berhasil jika mencapai tujuannya. Soal tujuan tidak selalu hanya untuk meningkatkan penjualan, bisa saja agar meningkatkan awareness konsumen, atau bahkan demi meningkatkan citra produk. Oleh karenanya, penting bagi sebuah iklan memiliki pesan yang fokus. Tanpa itu, yang bisa terjadi adalah tidak jelas atau kaburnya pesan yang hendak disampaikan.

Itulah tujuan jobdesk yang biasanya menjadi perhatian beberapa agensi periklanan. Ya, sebuah agensi iklan harus kreatif agar konsep iklan yang dibuat terasa menarik dan begitu menjual di mata konsumen.

Ingatkah Anda dengan iklan Bebestar dari Bebelac yang banyak mengundang pembicaraan di tengah publik? Nah, iklan ini merupakan hasil karya sebuah agensi iklan profesional Colman Handoko.

Sebenarnya iklan TVC yang dibuat bukan iklan biasa, melainkan sebuah campaign terkait ajang bakat yang diadakan oleh Bebelac. Tujuan utamanya agar para ibu berani mengikutsertakan anak-anak mereka untuk unjuk gigi dan menampilkan bakat-bakat yang dimiliki oleh sang anak, seperti yang pernah dilakukan oleh beberapa program televisi.

Konsep iklan yang cukup mengundang ketertarikan banyak orang ini memang secara detail dikonsep oleh Colman Handoko sebagai official agency dari iklan Bebestar tersebut. Usaha dan kerja keras tim Colman Handoko berbuah baik, buktinya antusiasme masyarakat untuk mengikuti ajang ini cukup tinggi.

“Perlu penggodokan yang matang untuk membangun sebuah konsep iklan yang menjual. Untuk Bebestar, tim kami memerlukan waktu lima bulan hanya untuk mematangkan konsep. Selanjutnya, membuat story line agar mempermudah konsep tersebut dituang menjadi sebuah story board,” terang C. J. Andreanno, Creative Director Colman Handoko.

Menurut Andreanno, membuat iklan yang baik tidak hanya melulu dilatarbelakangi nilai bujet yang besar. Sejatinya, sebuah iklan bisa sukses atau berhasil apabila target market dan karakter konsumen diketahui dengan pasti. Selain itu, kreativitas juga diperlukan agar iklan tak selalu tampak sama dengan tren yang ada saat ini.

Misalnya saja, tren saat ini cukup banyak diwarnai dengan acara program televisi yang mengadakan ajang adu bakat. Konsep yang sama pun dibangun oleh Colman Handoko, tetapi dibedakan dengan adanya beberapa kategori yang sudah pernah ditayangkan di program-program televisi.

Hal senada juga diungkapkan Vega Gupta, Account Manager Colman Handoko, “Bujet yang besar akan sukses jika idenya pun bagus. Kita tidak bisa memandang hanya dari satu sisi dan tidak bisa dilihat dari segi iklannya, karena awareness yang baik belum tentu penjualannya bagus. Alangkah baiknya jika ukuran antara awareness dan sales sebanding dengan bujet promosi yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan,” tandasnya.

Mengenai konsep pembentukan TVC ini, terlebih dahulu dilakukan riset agar kelak awareness masyarakat bisa terbangun dengan baik. Konsep pun dibangun atas dasar persetujuan dari pihak Nutricia dan Bebelac sebagai pemilik brand. Tujuannya ingin memberikan kesempatan kepada anak-anak Indonesia untuk menuangkan idenya, sementara sang ibu bisa menyaksikan keahlian dan bakat yang dimiliki si anak.

“Memang sudah ada banyak acara talent show anak-anak. Tapi untuk Bebestar ini, semua anak bisa jadi bintang sementara sang ibu menjadi pendukung setia. Karena pada dasarnya setiap anak memiliki talenta masing-masing dan kami di sini tidak memaksa mereka untuk menjadi bintang dan pemenang. Hanya lebih memiliki tujuan agar anak-anak bisa mengekspresikan bakat mereka,” ujar Sheera Angelina, Art Director Colman Handoko.

Selain itu, pemilihan endorser atau talent dalam pembuatan iklan juga memerlukan proses pitching, casting, dan random anak-anak yang memiliki bakat, dan bukan memilih talent yang memang sudah berbakat.

Setelah iklan Bebestar tayang, Colman Handoko sebagai agensi yang ditunjuk pun ikut membantu promo di dunia digital yang saat ini trennya sudah melaju cepat di Indonesia. “Kami biasa pantau reaksi masyarakat melalui dunia digital. Untuk Bebestar, peselancar dunia maya bisa tinggal mengklik www.youtube.com/user/bebestar201 atau bisa klik “likefans page Bebestar di Facebook,” kata Qashiratu Taqarrabie, Copy Writer Colman Handoko.

Benar saja, iklan Bebestar cukup menuai sukses, buktinya sudah ada 17.509 channel views dan 77.846 total upload views untuk versi YouTube. Sementara di Facebook fans page Bebestar 2011, sudah terjaring 28.788 orang yang memberikan “like”.

Jika mengikuti sejarah Colman Handoko, agensi yang cukup ternama ini ternyata sudah beberapa kali membuat iklan dengan konsep yang begitu kreatif sehingga menimbulkan awareness tersendiri di mata masyarakat. Beberapa iklan karya mereka antara lain: Axis, Nutrilon, Bank Permata, Taro, dan lain-lain.

“Kunci suksesnya adalah ‘Loves your brand’ dan berikan yang terbaik agar kelak output-nya sesuai dengan hasil yang diinginkan. Selain itu, banyak melihat tren iklan yang ada saat ini akan bisa memunculkan ide-ide kreatif tersendiri, khususnya untuk para agensi periklanan,” tandas Andreanno. (Merliyani Pertiwi)

1 Comment

1 Comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *

    To Top