Dyandra Siap Menyelenggarakan Event Hibrida

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Marketing.co.id – Konsep hibrida kini mulai banyak diimplementasikan dalam industri seturut dengan semakin berkembangnya teknologi yang memungkin menggabungkan dua hal atau berbeda, namun tetap mempertahankan sifat-sifat tertentu dari keduanya.

Di industri meetingincentiveconvention dan exhibition (MICE), konsep hibrida telah diterapkan beberapa tahun terakhir di event Dyandra Promosindo yang memadukan antara pertemuan virtual dan fisik.

Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh, mengatakan dampak pandemi Covid-19 membuat pameran hibrida dengan kesatuan digital makin terakselerasi untuk memenuhi kebutuhan kenormalan baru.

Selaku Professional Exhibition and Event Organizer terkemuka di Indonesia. Dyandra Promosindo siap menjadi bagian dari new normal ini. “Bisnis konsep hybrid, dimatangkan dan dijalankan dengan kebutuhan new normal,”, jelasnya.

Seluruh exhibition dan event yang akan diselenggarakan mulai saat ini akan mengedepankan kesehatan dan keselamatan stakeholder yang terlibat.

Kesiapan utama yang ditekankan Dyandra Promosindo adalah mewajibkan kepada peserta pameran maupun event, kontraktor, pengunjung dan tentunya penyelenggara, serta stakeholder lainnya untuk memperhatikan aspek kesehatan dan keselamatan dari seluruh pihak yang terlibat.

Protokol kesehatan dasar seperti cek suhu tubuh maksimal 37,5 derajat celcius, mencuci tangan dengan air mengalir atau hand sanitizer, menggunakan masker atau dengan tambahan face shield serta jaga jarak (physichal distancing) dengan lawan bicara, harus dipatuhi demi kelangsungan acara dan membuat #EventAmanJadiNyaman.

Sebelumnya Dyandra Promosindo sudah memanfaatkan teknologi dalam pameran yag digelarnya, meliputi sistem pembayaran non-tunai (cashleess payment system) dan tiket masuk menggunakan Near Field Communications (NFC) system.

Selanjutnya dokumen kepesertaan disajikan dan dikoordinasikan melalui sistem yang terintegrasi antara peserta dan penyelenggara, penggunaan mobile appse-directory atau e-catalogue, serta menanyangkan live streaming pameran dan konser yang sedang berlangsung.

“Tentu saja konsep digital ini makin dipertajam untuk kepentingan kenyamanan pengunjung dan menaikkan potensi transaksi digital,” imbuh Hendra.

Regulasi baru seperti menerapkan gangway dengan ukuran minimal 3 meter, meyiapkan Crowd Controller, membatasi jumlah individu yang ada dalam booth, menggunakan seragam yang lengkap dan aman saat pre-install dan dismantling, penyemprotan disinfektan secara berkala, dan pada food area harus menggunakan kemasan food grade & disposable (sekali pakai).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here