3 Cara Terbaik Berinteraksi dengan Gen Z

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Studi AdReaction terbaru dari Kantar Millward Brown mengungkapkan bahwa Gen Z memiliki perilaku berbeda mengenai sikap dan tanggapannya terhadap iklan.

Cara Terbaik berinteraksi dengan Gen ZStudi AdReaction yang mempelajari tentang Gen X, Y dan Z ini adalah studi global pertama yang komprehensif mengenai Gen Z. Sehingga, dapat menjadi pedoman bagi marketers untuk berinteraksi secara lebih efektif dengan kelompok Gen Z yang semakin penting peranannya.

Studi AdReaction menganalisis pola konsumsi media, sikap terhadap iklan dan tanggapan Gen Z  – yang sekarang berusia 16-19 dan secara global jumlah penduduk Gen Z sekitar 2 miliar – terhadap hasil kreatif yang didasarkan pada survei terhadap lebih dari 23.000 konsumen di 39 negara.

Studi dengan judul AdReaction: Engaging Gen X, Y and Z tersebut menyoroti bahwa Gen Z di Indonesia lebih menyukai musik yang memiliki akses langsung yang ‘always on’.  

Tumbuh dengan teknologi digital, generasi Z sulit untuk terpengaruh iklan dan mengharapkan hal yang lebih dari marketers dalam hal komunikasi.

Berikut beberapa temuan kunci penting bagi merek di Indonesia untuk berinteraksi dengan Gen Z:

Hormati ruang online mereka

Dalam dunia digital, Gen Z lebih positif terhadap video mobile yang bersifat imbalan dan “skip-able pre-rolls” dibandingkan generasi lainnya. Namun, mereka sangat terganggu dengan format iklan invasif seperti non -skippable pre-roll dan pop-up.

Gunakan pendekatan kreatif yang tepat

Karakteristik kreatif tertinggi yang dapat membuat Gen Z memiliki tanggapan positif terhadap iklan adalah ketika merek mampu menceritakan cerita yang menarik (62%), menggunakan humor (62%), dan menggunakan musik yang bagus (49%).

Namun, pada dasarnya Gen Z lebih sulit diyakinkan dibandingkan generasi lainnya, dimana mereka memiliki skor lebih tinggi di semua faktor. Sehingga, penggunaan atribut ini sendiri tidak menjadi jaminan keberhasilan.

Menjadi lebih sosial

Gen Z adalah pengguna platform sosial yang lebih signifikan. Bukan hanya dalam hal waktu, tetapi juga jumlah platform yang mereka kunjungi, seperti Facebook, YouTube, Instagram, Twitter dan Snapchat.

Kelvin Gin, Country Head of Kantar Millward Brown Indonesia mengatakan, di Indonesia Gen Z adalah generasi yang akan datang pasca millennials. Mereka akan menjadi sangat relevan bagi marketeres dalam beberapa kategori.

Penerimaan mereka terhadap iklan berbeda dibanding generasi lainnya, dimana mereka telah tumbuh dalam dunia mobile-first, dunia dengan pilihan yang tidak terbatas yang membuat mereka sulit dipengaruhi dibandingkan dengan generasi lainnya.

Sekarang adalah waktunya dimana penting bagi marketers untuk mulai memahami cara terbaik untuk berinteraksi dengan mereka.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here