Setelah Malaysia, Bumbu Desa Kini Menuju Eropa dan Amerika

Cepatnya pertumbuhan bisnis Bumbu Desa di dalam negeri membuatnya tertantang untuk ekspansi ke luar negeri. Seperti apa strateginya?

Tateng Suryapranata Direktur Utama PT. Bumbu Desa
Tateng Suryapranata Direktur Utama Bumbu Desa

Ciri khas Resto Bumbu Desa adalah cita rasa Sunda yang kental baik dari segi hidangan maupun atmosfer yang berusaha dihadirkan di setiap gerainya.

Keberaniannya menampilkan hidangan “kampung” yang dikemas secara modern ternyata mendapat sambutan yang luar biasa. Kini Bumbu Desa telah memiliki lebih dari 78 gerai yang tersebar di berbagai kota di Indonesia.

Namun kini situasi pasar telah berubah, persaingan di bisnis kuliner kian sengit. Bagaimana tidak, makin banyak muncul pemain-pemain bisnis kuliner baru.

“Sekarang situasi dan kondisi agak menyulitkan. Kita membutuhkan biaya yang lebih tinggi dan situasi perekonomian secara umum di Indonesia masih belum stabil,” kata Tateng Suryapranata Direktur Utama Bumbu Desa kepada Youth Marketers.

Tateng mengatakan bahwa untuk mengantisipasi hal tersebut, strategi yang digunakan pun harus efektif, efisien dengan biaya terjangkau rendah.

Bumbu Desa dalam hal ini menggunakan beberapa strategi marketing yang dinilai efektif dan efisien, seperti bergerilya dan viral marketing.

Selain itu, edukasi dan promosi yang dilakukan Bumbu Desa pun tergolong unik. Dengan memanfaatkan database pelanggan (baik perorangan maupun korporat) yang dimilikinya, Bumbu Desa rajin memberi tahu setiap ada menu baru.

Bahkan, Bumbu Desa tak segan-segan mengirimkan menu baru mereka ke rumah pelanggan. Promosi juga dilakukan Bumbu Desa melalui print ad, flyer, spanduk, word-of-mouth dan sistem membership.

Outlet di luar negeri

Sumber foto: Panoramio.com
Salah satu gerai Bumbu Desa di Kelapa gading / Sumber foto: Panoramio.com

Dengan sistem waralaba, Bumbu Desa mengembangkan sayapnya di berbagai kota di Indonesia.

Setelah mengalami pertumbuhan outlet yang lumayan cepat dan mereknya kuat di Indonesia, Bumbu Desa juga merambah ke luar negeri. Malaysia adalah salah satu tujuan awal Bumbu Desa mengenalkan kuliner Sunda ke dunia luar.

Menurut Tateng, strategi yang digunakan Bumbu Desa di luar negeri secara umum sama dengan yang dilakukannya di pasar dalam negeri. Hanya saja, dalam hal membidik pangsa umur Bumbu Desa melakukannya lebih segmented.

“Secara umum strategi kami sama, tapi dalam hal membidik pangsa umur kami lebih segmented. Pelanggan di luar negeri menyukai kami karena traditionality dan memiliki keunikan tersendiri,” katanya.

Dalam pengembangan ke luar negeri, Tateng mengatakan bahwa salah satu hambatannya adalah sulitnya menemukan sumber daya manusia yang memiliki kualifikasi yang sesuai dengan keunikan Bumbu Desa. Namun hal itu berhasil diatasi dengan cara memberikan pelatihan dan mentoring secara berkala.

Di Malaysia, Bumbu Desa kini telah berkembang sebanyak 6 gerai yaitu di Kuala Lumpur, Putera Jaya dan Damansara. Sebagai langkah berikutnya, Bumbu Desa kini berniat masuk ke pasar Amerika/Kanada dan Australia.

Permintaan untuk membuka gerai di London, Paris dan New York pun sudah ada, hanya saja Bumbu Desa tidak ingin asal buka outlet. Selain sebagai portofolio, Bumbu Desa pun tak ingin sembarangan membawa nama Indonesia di luar negeri.

Editor: Wahid FZ

Nah, jika Anda tertarik untuk mengetahui bagaimana cara dan strategi “UKM Indonesia yang Mendunia”, Anda bisa mengunduh dan membacanya secara gratis di Youth Marketers eMagz terbaru edisi 04/02/2015 yang akan segera terbit. Cek www.ymarketers.com atau Scanie, Wayang Force atau Scoop untuk mengunduhnya secara Gratis!

2 COMMENTS

  1. Kita harus bisa menonjolkan produk produk lokal untuk go international. Apalagi saat ini persaingan di segala bidang sudah semakin ketat, sehingga menuntut untuk peran semua pihak agar produk Indonesia bisa bersaing.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here