Bisnis Kecil Perlu Memikirkan Kembali Media Sosial

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Social mediaSaat ini, banyak bisnis yang membuat akun media sosial seperti Facebook dan Twitter – yang kini hampir menjadi syarat berbisnis.

Beberapa dari mereka melakukannya dengan benar dan hebat, namun sebagian besar dari mereka perlu memikirkan kembali mengapa mereka menggunakan media sosial dan apa sesungguhnya yang mereka lakukan.

“Saya baru saja bertemu dengan pemilik restoran yang sangat ambisius dan sukses. Dia menjalankan tidak kurang dari lima restoran di pusat kota Paris,” tulis Joakim Nilsson, Entrepreneur dan Social CRM strategist dalam artikelnya yang dimuat Brandwatch.com.

Masalah yang sangat umum

“Pemilik restoran mengatakan bahwa mereka sedang berjuang melakukan sesuatu yang berguna dari kehadiran media sosial mereka,” lanjut Joakim dalam artikelnya.

Berikut apa yang mereka lakukan:

  • Semua restoran yang dia jalankan memiliki akun Facebook dengan sesekali update gambar restoran dan setiap kali mereka menjalankan promo akhir pekan atau liburan.
  • Dua restoran telah mengombinasikan akun Twitter dengan Facebook.

Setiap laman memiliki ratusan likes. Setiap posting yang diterbitkan menerima “like” dan beberapa komentar tamu. Namun sayang, setiap komentar dari tamu lebih sering diabaikan.

Dengan begitu, laman media sosial mereka tampak seperti laman pemilik bisnis yang paling kecil. Mereka memiliki kehadiran media sosial, tetapi tidak melakukan apa-apa. Padahal itu bisa berdampak positif bagi bisnis mereka.

Kenapa? Tentu saja itu akibat kurangnya waktu dan sumber daya yang mereka miliki. Tidak hanya itu menurut Joakim, ada pemahaman yang terbatas tentang realita bisnis sekarang ini. Konsumen yang terhubung secara digital dan sosial, bisa dengan mudah mendapatkan informasi hanya dengan beberapa klik saja.

Apa yang harus dilakukan?

Sumber daya yang terbatas dan anggaran yang tersedia bisa mendatangkan ide kreatif dengan hal-hal yang fantastis. Realitanya, kebanyakan bisnis kecil tidak memiliki waktu tambahan, juga tidak memiliki anggaran besar untuk dibelanjakan pada agensi media yang terkenal mahal.

Solusinya adalah mengambil langkah mundur dan memikirkan kembali strategi Anda dengan menggunakan pendekatan yang sangat sederhana.

Menetapkan tujuan yang realistis dan objektif

Apa yang ingin Anda capai? Meningkatkan awareness di lingkungan Anda? Menarik penduduk setempat? Atau menarik wisatawan?

Terlepas dari tujuan yang ada, mulailah dengan satu strategi sederhana: memanfaatkan pelanggan yang sudah ada dan mengubahnya menjadi duta Anda sendiri. Pelanggan adalah asset yang berharga.

Untuk itu, Anda harus berinvestasi pada pelanggan saat ini. Mereka memiliki khalayak yang lebih besar dari yang Anda mampu jangkau. Anda juga tidak akan membeli semua iklan hanya menjangkau khalayak yang sama dengan pelanggan Anda.

Perencanaan program

Dengan strategi customer-centric, mulailah menyusun di selembar kertas kosong apa yang ingin dilakukan, bagaimana harus dilakukan, dan siapa yang harus melakukannya.

Hal itu tidak terlalu sulit. Tentunya dengan rencana dan pola pikir mencari apa yang tamu akan hargai, dengan tiga sub kategori yang bisa dicapai. Kemampuan berkomunikasi dengan calon pelanggan dan pelanggan, mengidentifikasi cerita menarik, kita bisa mengatakan:

  • Setiap hari kerja pukul 11:00 mengambil gambar dari makan siang baru yang telah disiapkan dan mengirimkannya ke laman Facebook beserta komentar dari koki.
  • Buat cerita setiap kali ada selebriti yang makan di restoran.
  • Restoran memiliki resident band, sehingga ada kesempatan untuk membuat playlist secara online.

Memanfaatkan tamu untuk meningkatkan perilaku saat ini

Tambahkan catatan kecil di akhir menu dengan tips tentang cara mengambil gambar yang lebih baik dari makanan dengan smartphone mereka beserta hashtag Twitter untuk mereka gunakan, tempat Facebook untuk tag atau lokasi Foursquare untuk check-in.

  • Foto dinding Facebook dengan latar belakang restoran.
  • menyarankan tamu untuk check-in dengan Foursquare.

Memantau dan terlibat

  • Anda bisa menggunakan situs seperti Yelp.com, TripAdvisor, dan blog pangan yang relevan untuk memantau komentar yang menyebutkan restoran.
  • Setelah terjadi keterlibatan, balas setiap komentar dengan relevan.

Berdasarkan gagasan di atas bagaimana dan siapa yang harus dinilai. Teknologi dan software apa saja yang dibutuhkan? Jaringan media sosial apa yang harus dimiliki? Siapa yang harus melakukannya?

Mind map

Berikut adalah mind map sederhana untuk Anda pertimbangkn di sekitar program media sosial yang Anda lakukan.

646x440xjoakim2.png.pagespeed.ic.l5kVJr4xnZ

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here