Asuransi Kesehatan Langkah Mitigasi Risiko Akibat Paparan Polusi Udara

Marketing.co.id – Berita Financial Services | Polusi udara telah menjadi masalah kesehatan manusia dan ekosistem selama bertahun-tahun, dan semakin rumit dengan meningkatnya populasi dan aktivitas manusia. Polusi udara tidak hanya mengancam keberlangsungan hidup makhluk lain, tetapi juga menjadi penyebab utama kerusakan iklim di masa depan. Kandungan partikel debu, nitrogen dioksida, sulfur dioksida, dan ozon di udara semakin meningkat dan membuat udara terkontaminasi dengan polutan konsentrasi tinggi.

asuransi kesehatan

Saat polutan mikroskopis terhirup dan masuk ke dalam tubuh, mereka dapat menyebabkan gejala yang merugikan kesehatan, seperti sesak napas, batuk, nyeri dada, bahkan asma. Medical Underwriter Sequis dr Debora Aloina Ita Tarigan mengatakan bahwa paparan jangka panjang dan terus-menerus dapat memicu penyakit kronis, seperti infeksi saluran pernapasan, pneumonia, kanker paru-paru, dan serangan jantung.

Aktivitas mobilitas manusia yang meningkat dan pembangunan wilayah semakin memperburuk situasi. Pembakaran bahan bakar kendaraan, pembakaran sampah, aktivitas pertanian, pertambangan, dan pembangkit listrik merupakan beberapa faktor penyumbang polusi udara.

Namun, upaya untuk mengurangi polusi udara telah dilakukan, seperti pengelolaan sampah yang ramah lingkungan, pengembangan transportasi berkelanjutan, dan teknologi hijau. Pada tingkat individu, kita dapat mengurangi aktivitas yang mencemari udara dan beralih ke kendaraan ramah lingkungan.

Dalam lingkungan yang berpolusi, anak-anak dan ibu hamil perlu dilindungi dengan cara menghindari paparan yang berlebihan. Memakai masker dan menghindari berdiri terlalu lama di dekat kendaraan yang menyala juga dapat membantu.

Tetap menjaga kesehatan adalah suatu keharusan, dan asuransi kesehatan dapat menjadi alat mitigasi jika terjadi risiko sakit. Dengan memiliki asuransi kesehatan, kita tidak perlu khawatir tentang biaya perawatan dan dapat memperoleh perawatan yang tepat saat sakit.

Bagi mereka yang sebelumnya sudah mengalami gangguan pernapasan, misalnya karena terpapar polusi lalu berpikir untuk melakukan mitigasi dengan asuransi kesehatan sebelum terkena penyakit yang lebih parah biasanya akan mendapat perlakuan khusus dari perusahaan asuransi karena penyakit tersebut dapat saja masuk dalam kategori pre-existing condition.

Pre-existing condition adalah kondisi calon nasabah yang sudah terdiagnosis atau memiliki riwayat penyakit tertentu saat mendaftar asuransi. Calon nasabah bisa saja diterima oleh perusahaan asuransi dengan persyaratan tertentu. Misalnya harus melewati masa tunggu penyakit atau melalui proses underwriting salah satunya berupa serangkaian tes kesehatan,” sebut dr. Debora.

Salah satu tes kesehatan adalah uji fungsi paru (spirometri) untuk mengetahui adakah hambatan aliran udara di paru dan melakukan foto thorax untuk mengetahui adakah kelainan pada paru. Dari hasil tes tersebut nantinya underwriting akan menentukan seberapa besar tingkat risiko calon nasabah apakah ditolak atau bisa diterima dengan penambahan premi atau bisa saja premi tetap normal karena hasil tes menunjukkan hasil yang bagus.

Mengingat tidaklah mudah mendapatkan asuransi kesehatan saat sudah terkena penyakit sementara tubuh kita sangat mudah terkena penyakit akibat terpapar polusi udara maka dr Debora menyarankan agar masyarakat Indonesia menjaga kesehatan melalui makanan bergizi dan mengandung antioksidan seperti sayuran dan buah-buahan, cukup istirahat, rutin berolahraga, dan meminimalkan terpapar polusi udara serta segera berasuransi selagi masih sehat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here