7 Kesalahan Umum Ketika Membuat Rencana Bisnis

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

7 Kesalahan Umum Ketika Membuat Rencana BisnisKesalahan paling umum ketika membuat rencana bisnis yang dibahas dalam artikel ini akan membuat tugas Anda lebih mudah, dan memberikan bisnis baru Anda kesempatan yang lebih baik untuk mencapai sukses.

Berikut kesalahan paling umum ketika membuat rencana bisnis dikutip About.com:

Rencana bisnis tidak ditulis

Ini adalah kesalahan paling umum dilakukan pengusaha ketika membuat rencana bisnis. Wajar saja, mereka ingin segera merealisasikannya. Apalagi ketika mereka memiliki gagasan yang memungkinkan mereka bisa sukses besar.

Benjamin Franklin mengatakan “if you fail to plan, you are planning to fail!” dan itulah yang dilakukan hampir setiap bisnis, dimulai tanpa rencana bisnis: kegagalan. Jadi, Anda harus menuliskan rencana bisnis Anda.

Tujuan rencana bisnis tidak jelas

Pada dasarnya sebuah rencana bisnis adalah solusi untuk masalah, masalah yang akan mengubah visi dari bisnis yang sukses menjadi kenyataan.

Jadi, kenapa Anda menyiapkan rencana bisnis? Apakah itu untuk membujuk pemberi pinjaman pontensial memberikan pinjaman bisnis? Menarik investor? Mencari tahu apakah ide bisnis baru Anda benar-benar bisa mengubah bisnis menjadi kenyataan? Atau, sebagai cetak biru bagi sebuah startup yang sukses?

Tujuan dari rencana bisnis Anda akan memengaruhi segala sesuatu dari sejumlah penelitian yang harus Anda lakukan. Apakah rencana bisnis ini sudah selesai atau aya yang harus dilakukan lagi?

Model bisnis tidak jelas

Sebuah bisnis yang sukses harus membuat keuntungan. Berencana menjual sesuatu bukan lah model bisnis. Model bisnis adalah rencana untuk menghasilkan pendapatan lebih dan di atas pengeluaran Anda.

Penelitian yang dilakukan tidak cukup

Sebaiknya riset atau penelitian dimasukkan ke dalam rencana bisnis Anda. Setiap bagian dari rencana bisnis akan membutuhkan riset. Untungnya, saat ini riset atau penelitaian tersebut dapat dilakukan secara online.

Mengabaikan realita pasar

Anda dapat memiliki produk atau layanan terbaik untuk dijual, tapi akan menjadi masalah jika tidak ada yang mau membelinya. Itulah kenyataan pasar yang tak bisa ditawar. Jadi sangat penting memarketingkan, menguji produk atau jasa Anda sebelum mulai menjualnya. Jadi, kondisi nyata di pasar harus masuk ke dalam rencana bisnis Anda.

Anda perlu mencari tahu siapa pesaing dan menjelaskan secara detail bagaimana Anda akan melawan mereka untuk memenangkan pangsa pasar. Anda harus memastikan dan mempertimbangkan semua kompetisi. Jangan hanya memikirkan satu pesaing tapi semuanya, besar dan kecil.

Tapi bukan berarti Anda harus memasukkan semua daftar pesaing potensial Anda dalam rencana bisnis dan menjelaskan bagaimana Anda akan memenangkan persaingan dengan mereka. Anda harus juga menjelaskan bagaimana Anda akan berurusan dengan potensi ancaman dari setiap kompetisi.

Tidak melakukan persiapan keuangan secara menyeluruh

Ketika Anda menulis rencana keuangan di dalam rencana bisnis, Anda perlu memasukkan laporan laba rugi, proyeksi arus kas, dan neraca.

Untuk itu, Anda perlu mencari tahu berapa banyak uang yang dibutuhkan untuk memulai bisnis Anda dan cadangan uang yang diperlukan selama tahun pertama beroperasi.

Setidaknya ada 2 kesalahan umum ketika mereka menangani bagian ini dari rencana bisnis. Pertama, tidak realistis terhadap pengeluaran. Orang sering meremehkan biaya-biaya tak terduga. Penelitian yang teliti akan mencegah kesalahan ini.

Kedua, terlalu optimis mengenai prospek bisnis baru Anda. tentu saja, Anda berharap bisnis baru Anda akan berjalan dengan baik. Tapi Anda tidak harus membiarkan optimisme yang tinggi tersebut membuat proyeksi arus kas menjadi membengkak.

Atur rencana bisnis setelah menulisnya

Sebuah rencana bisnis adalah rencana untuk bagaimana bisnis baru Anda akan berhasil. Memperlakukannya sebagai dokumen perencanaan bisnis baru Anda yang bergerak melalui periode startup dan seterusnya, mengedit dan menambahkannya jika diperlukan. Penambahan rencana yang baik adalah pernyataan visi dan misi, karena akan memperkuat tujuan Anda.

Ingat! Tidak setiap rencana bisnis layak diselesaikan

Rencana bisnis untuk menunjukkan apakah ada ide yang layak atau tidak dilakukan yang berpotensi menghemat uang dan waktu. Biasanya penemuan ini terjadi selama Anda menjalankan rencana bisnis.

Dan itulah saatnya Anda untuk menghentikan rencan tertentu. Jika Anda menemukannya, misalnya pasar produk yang Anda tawarkan jenuh, sebaiknya Anda mencoretnya dan menggantinya dengan ide yang lain yang mungkin bisa lebih diterapkan.

Ingatlah! Ketekunan dan tekad adalah sifat-sifat yang harus dimiliki seorang pengusaha untuk mencapai sukses.

Editor: Putri Sekar

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here