2024, Pasar Konstruksi Bergairah Kejar Jadwal Pembangunan IKN

Marketing.co.id – Berita Property & Retail | Perekonomian global di tahun 2024 diperkirakan masih akan diwarnai dengan ketidakpastian. Perang Israil-Palestina yang masih berlangsung, mempengaruhi banyak sektor terutama ketidakstabilan ekonomi dan keuangan.

Namun untuk sektor properti dan manufaktur masih terdapat optimisme di tahun mendatang, salah satunya disebabkan terkait proyek-proyek terkait pembangunan ibu kota Nusantara (IKN) yang berjalan mengikuti jadwal agar selesai tepat waktu pada Agustus 2024 mendatang.

BCI Central mengadakan BCI Indonesia Construction Market Outlook 2023 di Jakarta (30/11) yang dihadiri oleh kalangan pengusaha. Foto: marketing.co.id/lialily.

Hal tersebut mengemuka dalam BCI Indonesia Construction Market Outlook 2023 yang diselenggarakan oleh BCI Central di Jakarta, pada Kamis 30 November 2023. Bertajuk “The Influence of 2024 on Construction Industry”, acara ini mengundang sejumlah narasumber seperti Fithra Faisal PhD (Co-Founder Nex Policy), Ir. Agus Ahyar MSc. (Direktur Sarana Prasarana Dasar Otorita IKN, dan Mohammad Salman, ST, IAI (Senior Project Architect MAP Architects & Engineers Indonesia).

BCI Central melalui National Research Manager, Cahyono Siswanto, menyampaikan perkiraan perkembangan di sektor konstruksi pada tahun 2024 dimana total pasar proyek konstruksi (proyek Gedung dan Sipil, tidak termasuk Migas) pada tahun 2024 diperkirakan tumbuh sebesar 4,68% dibandingkan tahun 2023.

Pada sektor retail diperkirakan akan terjadi kenaikan sebesar 12,03% dari tahun 2023 sebesar Rp22,71 triliun naik menjadi Rp25,45 triliun di tahun 2024. Total pasar konstruksi Indonesia diperkirakan mencapai Rp 349,16 triliun pada tahun 2024, dimana 44.68% di sektor sipil dan 55.32% di sektor bangunan.

Tahun 2024 juga akan menjadi penting dengan adanya Pemilihan Legislatif dan Pemilihan Umum Presiden Indonesia 2024 yang diperkirakan akan berpengaruh pada pertumbuhan di berbagai sektor.

Kegiatan sektor sipil (termasuk Infrastruktur, Transportasi dan Utilitas) meningkat pada tahun 2024, naik sebesar 4,05% dibandingkan tahun 2023 dengan nilai Rp156 triliun. Proyek sipil yang menjadi tulang punggung pada tahun 2024 adalah jalan & jembatan, bendungan, pelabuhan & pekerjaan sipil, dan pembangkit listrik.

Sektor bangunan diperkirakan meningkat 5.2% pada tahun 2024 mencapai Rp 193.15 triliun. Kategori proyek Perumahan dan Industri diharapkan menjadi kontributor terbesar terhadap total nilai konstruksi bangunan pada tahun 2024 dengan porsi masing-masing sebesar 28,68% dan 22,47%.

Untuk properti, PIK 2 dan BSD masih menjadi kawasan favorit bagi pengembang dan wilayah baru di Subang akan menjadi “the next industrial complex”. Di Jawa Tengah, Kendal akan menjadi sebuah kota yang bertumbuh dengan banyaknya pabrik dari merek-merek internasional.

Prospek pasar yang dikemukakan dalam acara tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran bagi pebisnis bagaimana gambaran optimis konstruksi Indonesia satu tahun ke depan. (MM/Lya).

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.