TMI Berubah Jadi Telkomsel Ventures, Apa Bedanya dengan VC lain?

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

Marketing.co.id –  Berita Digital & Techno | Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) yang merupakan anak usaha Telkomsel di bidang permodalan ventura melakukan rebranding dengan mengubah namanya menjadi  “Telkomsel Ventures”. Pembaharuan ini menjadi simbol dimulainya babak baru Telkomsel Ventures dalam mendukung pertumbuhan dan inovasi startup di Indonesia melalui persiapan dana kelolaan utama (flagship fund) yang kedua.

“Namanya jadi mudah diingat, dan kita menjadi kendaraan ventures nya Telkomsel. Kita bukan sekadar financial investor, kita melakukan nurturing, empowering, dan kita pastikan sinergitas value itu bisa menjadi pembeda dengan ventur capital yang lain,” kata CEO Telkomsel Ventures, Mia Melinda, pada jumpa pers, di Jakarta, Kamis (23/11/23).

Nama Telkomsel Ventures dipilih untuk menekankan fokus investasi kepada berbagai bidang startup yang sejalan dengan prioritas strategis Telkomsel, yakni digital lifestyle, digital enablement, dan emerging technologies.

Baca juga: Lima Venture Capital Pelat Merah Kumpulkan Dana 4,3 Triliun Rupiah untuk Startup

Ketiga pilar strategis ini sejalan dengan aspirasi dan peran Telkomsel Ventures sebagai Corporate Venture Capital untuk mengembangkan bisnis Telkomsel secara exploitative (memaksimalkan core business) dan juga explorative (membangun pertumbuhan bisnis baru).

Perubahan nama dari TMI menjadi Telkomsel Ventures ini juga menandai dimulainya periode baru untuk pertumbuhan dan inovasi startup di Indonesia melalui kehadiran flagship fund kedua.

Sebelumnya TMI sukses menyelesaikan investasi perdananya pada flagship fund pertama di tahun 2020 dengan total dana komitmen USD 40 juta yang telah diinvestasikan ke dalam 17 perusahaan di Asia Tenggara dan Amerika Utara, termasuk Evermos startup e-commerce sosial yang fokus pada produk halal, Halodoc startup kesehatan terbesar di Indonesia, PrivyID startup KYC digital, Sekolahmu platform pembelajaran terpadu, Edenfarm startup rantai pasokan pertanian, dan FinAccel perusahaan induk startup fintech Indonesia Kredivo.

Telkomsel Ventures
Jumpa pers rebranding Telkomsel Mitra Inovasi (TMI) menjadi Telkomsel Ventures

“Masing-masing sudah memiliki kolaborasi yang nyata dan sudah berjalan dengan Telkomsel, contoh dengan PrivyID kita sudah mengaplikakasikannya di Telkomsel untuk digital signing. Beberapa lalu kita sudah meluncurkan Telkomsel Paylater berkolaborasi dengan salah satu porfotolio dari Telkomsel Ventures. Kita juga punya paket-paket yang dikombinasikan dengan layanan kesehatan Halodoc. Jadi kita bantu bukan hanya dari sisi pendanaan, tapi juga kita bantu perluas bisnisnya lewat kolaborasi dengan Telkomsel,” beber Mia.

DNA Telkomsel Ventures: Spirit Inovasi dan Partnership

Dalam kesempatan yang sama William Gozali, CIO/Chief Investment Official Telkomsel Ventures menegaskan, meskipun sudah menjadi venture, spirit inovasi dan partnership tetap dipertahankan. Dua spirit ini menjadi ciri khas dari TMI yang mulai beroperasi pada tahun 2019.

William juga mengungkapkan salah satu faktor dilakukannya rebranding karena industri venture capital (VC) berkembang pesat di Indonesia. Dia menyebutkan tahun 2015 baru ada sekitar 30 VC di Indonesia, 10 VC lokal dan 20 VC regional. Saat ini jumlah VC yang beroperasi di Indonesia ada sekitar 90.

Baca juga: East Ventures dan SDMV Tanam Modal di SoLeLands, Dukung Pengembangan Produk

“Dalam kurun waktu tiga tahun bertumbuh 3 kali lipat. Sekarang funding semakin banyak tentu juga kami ingin menonjolkan apa bedanya dengan mereka, yakni spirit kolaborasi dengan aset-aset yang dimiliki Telkomsel sebagai leading telco company yang sudah berpengalaman di digital lifestyle,” jelasnya.

“Telkomsel memiliki expertise, know-how itu juga yang kami share selain funding. Untuk kesuksesan sebuah startup atau inovasi funding is one thing, tapi ada juga faktor-faktor lain di luar uang, ini jadi fondasi awal dari diferensiasi kami,” lanjut William.

Selain menjadikan Indonesia sebagai fokus utama, Telkomsel Ventures juga akan terbuka terhadap startup dari kawasan Asia Tenggara dan global yang membidik pasar Indonesia. “Karena kita ingin early adopter terhadap teknologi baru, prinsipnya innovation can came from anywhere, yang penting bawa kemajuan untuk ekosistem di Indonesia,” tuturnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here