Tips Menjaga Keamanan Data di Ruang Digital versi ITSEC Asia

[Reading Time Estimation: 3 minutes]

itsec asia 2022 v2

Marketing.co.id – Berita Digital & Tech | Pengguna Internet di Indonesia pada Januari 2022 tumbuh mencapai 204,7 juta. Ditambah dengan tingkat penetrasi internet yang mencapai 73,7 persen dari total populasi, situasi tersebut mendukung pertumbuhan ruang digital yang menjadi wadah masyarakat beraktivitas dan berkreasi.

Namun, perkembangan tersebut juga menghadirkan potensi rawan kejahatan serangan siber. Presiden Direktur PT ITSEC Asia, Andri Hutama Putra menjelaskan bahwa ruang digital dan dunia nyata merupakan 2 ruang yang saling berhubungan satu dengan yang lain.

“Apa yang kita lakukan di ruang digital akan berpengaruh terhadap dunia nyata dan dampak serangan digital akan sama buruknya atau bahkan bisa berakibat lebih fatal dari dampak serangan di dunia nyata,” papar Andri.

Tercatat oleh BSSN bahwa setidaknya ada 1.6 miliar lebih anomali trafik atau serangan siber yang terjadi di Indonesia pada tahun 2021, dimana tren ini diprediksi juga akan meningkat pada tahun 2022 dengan malware berpotensi menjadi jenis serangan siber paling banyak. Patut diperhatikan bahwa serangan siber tidak hanya berpotensi menyerang perusahaan atau institusi besar, namun juga individu sebagai salah satu target yang rentan terhadap serangan siber.

“Tidak jarang kita melihat masyarakat Indonesia yang terkena hack, penggunaan identitas palsu, atau bahkan penyanderaan identitas oleh pelaku-pelaku kejahatan siber,” tambah Andri Hutama Putra.

Sehubungan dengan realitas tersebut, ITSEC Asia sebagai perusahaan cyber security hasil karya anak bangsa berupaya berkontribusi mengurangi jumlah korban kejahatan siber di ruang digital dengan menggelar community workshop bertajuk “Keamanan di Ruang Digital” pada hari ini (21/05/2022) di Jakarta Selatan. Acara tersebut membedah perkembangan ruang digital di masa kini, kondisi dunia kemanan siber di tengah semakin meningkatnya aktivitas digital, dan juga tips-tips untuk tetap aman di ruang digital.

Berikut ini tips yang dibagikan oleh Andri Hutama Putra sebagai narasumber utama di dalam community workshop tersebut agar masyarakat dapat mengaplikasikannya dengan mudah.

  • Password yang kuat dan ganti berkala

Gunakan password yang kuat. Kombinasikan password dengan huruf besar, angka, atau tanda baca agar password yang dipunya tidak mudah ditebak. Ganti password secara berkala.

  • Kategorikan Email

Bedakan alamat email yang digunakan sesuai dengan kebutuhannya masing-masing. Contoh: bisnis, personal / social media, transaksi keuangan, dll. Menggunakan satu email untuk semua kebutuhan akan memberikan resiko lebih bagi akun-akun kita yang lainnya jika salah satu akun terkena hack. Mengkategorikan penggunaan email akan memudahkan untuk melihat ada aktivitas mencurigakan dari email yang masuk.

  • Aktifkan Two Factor Authentication (2FA)

2FA merupakan fitur pengaman ganda untuk akses aplikasi untuk mencegah akses login yang tidak diinginkan dari orang lain. Memonitor adanya aktivitas-aktivitas mencurigakan atau usaha masuk akun oleh pihak lain yang tidak kita kenal.

  • Aktifkan fitur Notifikasi

Mengaktifkan fitur notifikasi dapat segera mengetahui login atau aktivitas mencurigakan. Dalam transaksi digital, fitur notifikasi dapat digunakan untuk mengetahui jika ada pembobolan akun atau transaksi yang tidak diketahui.

  • Hati-hati membuka email, tautan dan mengunduh aplikasi mencurigakan

Jangan sembarangan membuka tautan yang mencurigakan dalam pesan email, ini untuk menghindari serangan phising yang meretas informasi seperti data login. Jangan mengunduh Jangan mengunduh aplikasi/fitur yang bukan dari website resmi. Biasanya beberapa pelaku kejahatan siber menggunakan website palsu untuk memancing masyarakat mengunduh aplikasi/fitur yang dipalsukan, dan dari situ pelaku kejahatan siber dapat mencuri data pribadi masyarakat.

  • Hindari login dengan perangkat tidak dikenal

Hindari login dengan perangkat yang tidak kita kenal seperti gadget orang lain atau computer yang dipakai oleh umum. Kita tidak tahu apakah perangkat tersebut sudah terinfeksi virus atau belum, maka dari itu kita harus sebisa mungkin menghindari memakai perangkat lain untuk mengakses akun kita. Jangan lupa untuk log out.

  • Kenali fitur-fitur pengaman aplikasi

Banyak fitur pengaman aplikasi yang sudah disediakan dan dapat diaktifkan secara mudah seperti Touch ID / Face ID, 2FA, Setelan Privasi, Report & Block, Peringatan Masuk Akun, Pesan Sementara, dan lain-lain.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here