Tanpa Coding, Kini Siapa Pun Bisa Buat Chatbot!

[Reading Time Estimation: 2 minutes]

Bagi sebagian besar orang Indonesia, membuat chatbot adalah hal yang hanya bisa dikerjakan oleh orang IT. PT Jualan Online Indonesia menghadirkan platform BJtech, sebuah platform percakapan (conversation platform) berbasis AI yang memungkinkan semua orang baik pelaku bisnis maupun individu untuk mengembangkan chatbot sesuai dengan kebutuhan mereka melalui messaging app.

 Teknologi automasi percakapan tersebut diprediksi akan meramaikan industri digital. Menurut riset eMarketer.com, meningkatnya pertumbuhan pengguna aplikasi mobile phone messaging di Indonesia diperkirakan mencapai 82 juta pengguna di 2018. Hal tersebut menjadikan messaging sebagai salah satu bentuk utama interaksi sosial saat ini. Hal ini menghasilkan evolusi pada customer care yang sudah beralih ke digital customer care melalui penggunaan produk chatbot. 

 “Kami ingin menghilangkan batasan yang ada bahwa membuat chatbot itu sulit. Contohnya, bagi pelaku UKM dapat menggunakan chatbot sebagai digital customer care untuk 24 jam. Sementara bagi individu dapat menggunakan chatbot untuk kebutuhan mereka sehari-hari ataupun hobi seperti mengembangkan entertainment chatbot,” ujar Diatce G. Harahap, CEO PT Jualan Online Indonesia.

Platform BJtech yang didukung machine learning technology, dapat menjangkau semua orang dalam satu waktu bersamaan melalui chatting. Para pengguna hanya perlu mengikuti langkah-langkah teknis sederhana. Pertama, menentukan tujuan dan fungsi dari pembuatan chatbot, dikarenakan akan berdampak pada langkah selanjutnya, yaitu rancangan alur percakapan, gaya bahasa dan gramatika yang digunakan dalam chatbot. Lalu, diakhiri dengan menghubungkan chatbot yang telah dibuat agar dapat diimplementasikan di salah satu aplikasi pesan yang ada, yaitu LINE.

 Penggunaan chatbot  telah ada di aplikasi pesan seperti LINE, di mana ditujukkan bagi perusahaan atau pengusaha untuk mengirimkan info tentang perusahaan, promosi produk dan lainnya kepada pelanggan.  LINE Senior Business Development Manager Christa Sabathaly  mengungkapkan, tren penggunaan LINE di Indonesia dan penggunaan chatbot dalam LINE. “Terhitung hingga awal 2018, sudah ada lebih dari 2,3 juta akun LINE yang ada di Indonesia. Sebagian besar dari akun tersebut berasal dari UKM. Sebagian akun yang ada, memanfaatkan chatbot untuk memberikan informasi produk dan cara pemesanannya. Ini menunjukkan bahwa penggunaan chatbot menjadi komponen penting dalam mengoperasikan bisnis mereka untuk melayani pelanggan selama 24 jam.”

Sementara itu, data dari Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah di 2017 menyebutkan, pelaku UKM yang telah memanfaatkan platform digital dalam memasarkan produknya hanya 3,79 juta dari 59,2 juta UKM. Ini menunjukkan bahwa pengetahuan akan penggunaan platform digital masih sedikit di antara pelaku UKM. Afifuddin Kalla, Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) mengatakan, “Meskipun pertumbuhan pelaku UKM di Indonesia berkembang pesat, akan tetapi tidak diiringi dengan peningkatan pengetahuan mengenai platform digital untuk bisnis mereka.”

Diatce melanjutkan, pemanfaatan chatbot sebagai digital customer care bagi pelaku UKM dapat menghasilkan efisiensi biaya dan waktu dikarenakan sistem layanan menjawab secara otomatis. Tidak hanya itu saja, kegunaan chatbotpun dapat melakukan pemesanan dan bahkan berbagi lokasi.

“Produk chatbot yang menggunakan AI Conversation Platform BJtech pun sudah kami hasilkan melalui kerja sama dengan LINE Indonesia, BNI dan Cisco. Terkait dengan implementasi chatbot, sementara ini hanya bisa di LINE saja. Ke depannya, kami akan memperluas ke aplikasi pesan lainnya, mobile apps maupun platform lain.”

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here