[Survei] OVO, eMoney Paling Banyak Digunakan di Indonesia

0
807
[Survei] OVO, eMoney Paling Banyak Digunakan di Indonesia

[Survei] OVO, eMoney Paling Banyak Digunakan di IndonesiaFintech Report 2021: The Converegence of (Digital) Financial Services mencatatkan OVO sebagai eMoney paling banyak digunakan di Indonesia, mencapai 58,9% pengguna.
Marketing.co.id – Berita Financial Service | Di tengah pandemi yang memberikan tantangan tersendiri terkait kegiatan temu muka, adopsi layanan digital mengalami peningkatan pesat. Sebanyak 9 dari 10 pengguna layanan digital baru di Asia Tenggara pada 2020, tetap berlanjut memanfaatkan layanan digital di 2021. 
Hasil survei Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) pun menunjukkan jumlah pengguna internet di Indonesia pada periode 2019-kuartal II 2020 naik sekitar 9% menjadi 73,7% dari total populasi, setara dengan 196,7 juta penduduk. Indonesia kini merupakan pasar terbesar ketiga di antara 15 negara dengan pemasangan aplikasi keuangan terbanyak.
Di tengah melesatnya adopsi layanan digital, survei Fintech Report 2021: The Convergence of (Digital) Financial Services oleh Dailysocial.id mencatat OVO sebagai eMoney paling banyak digunakan di Indonesia, mencapai hingga 58,9% pengguna. 
Hasil tersebut menegaskan temuan dari sejumlah survei dan studi sepanjang 2021, yang konsisten menemukan OVO sebagai eMoney paling banyak digunakan masyarakat baik untuk transaksi online maupun offline, juga oleh UMKM yang sudah mengenal pembayaran digital. 
Untuk senantiasa memberikan kemudahan bagi masyarakat, terutama segmen unbanked, OVO terus berupaya memperluas ekosistem offline melalui kerjasama dengan berbagai mitra, antara lain Indomaret, LOTTE Mart, Mitra Bukalapak, dan masih banyak lagi. Pada penghujung tahun 2021 lalu, OVO juga hadir sebagai opsi pembayaran digital di JD.ID dan Bukalapak. 
“Kami sangat menghargai kepercayaan yang diberikan masyarakat. Kepercayaan ini merupakan sebuah peluang besar untuk mewujudkan misi OVO dalam mendukung upaya pemerintah mendorong literasi dan inklusi keuangan di Indonesia,” tutur Head of Corporate Communication OVO Harumi Supit. 
Harumi memandang pembayaran digital selaku pintu gerbang akses ekosistem layanan keuangan yang lebih luas. Filosofi ekosistem terbuka yang dianut OVO telah memungkinkan OVO untuk meningkatkan akses masyarakat terhadap layanan keuangan yang nyaman, aman, dan terjangkau, antara lain melalui inovasi produk layanan keuangan seperti asuransi, investasi, maupun pinjaman.
Menurut survei tersebut, rata-rata penggunaan eMoney tertinggi sekitar 2-3 hingga 4-6 kali per bulan, mengingat bahwa eMoney seringkali dipakai untuk berbagai jenis transaksi, terutama transfer uang, top-up, e-commerce, maupun investasi. 
Sementara menurut laporan CORE Indonesia, setelah bergabung dengan OVO, 8 dari 10 UMKM yang sebelumnya tidak memiliki akses bank kini mengenal produk-produk perbankan. Sementara 71% dari mereka mengalami peningkatan literasi keuangan digital, dan mulai menjalankan pencatatan keuangan secara lebih rutin.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here